Review 5 Bank Digital Indonesia, Mana yang Terbaik?

Artikel ini terakhir diperbarui pada tahun 2021. Untuk melihat daftar bank digital terbaik tahun 2023, silakan baca artikel Bank Digital Favorit Saya di Tahun 2023.

Industri bank digital makin subur di Indonesia. Berkat media dan gencarnya promosi, masyarakat cepat akrab dengan istilah baru ini.

Beberapa bank digital seperti Jenius, PermataME, D-Save Danamon, Digibank, dan yang teranyar TMRW by UOB, menuai banyak nasabah.

Tawaran bebas admin bulanan, tanpa setoran awal, pembukaan rekening online, serta gak repot antre di kantor cabang—pendeknya, segala hal yang gak sanggup dipenuhi bank konvensional—amat sulit ditolak.

Persaingan pun semakin ketat, mengingat adanya kemiripan layanan yang ditawarkan. Masing-masing tentu punya kekurangan dan kelebihan tersendiri.

Tetapi, bila kita bandingkan satu sama lain—fitur-fiturnya, proses pendaftaran, hingga desain aplikasi dan kartunya—barangkali kita bisa tahu mana bank digital terbaik? Mana yang terburuk? Dan mana yang memberi pengalaman digital banking sesungguhnya!

1. Jenius by BTPN

digital bank jenius
Gambar oleh Jenius by BTPN

Jenius adalah bank digital besutan BTPN. Diperkenalkan sejak 2016, Jenius menjadi salah satu pionir digital banking di Indonesia.

Hingga Maret 2020, Jenius punya lebih dari 1,5 juta nasabah. Suatu pencapaian bagi sebuah bank digital di Indonesia, negara yang isinya kebanyakan bank kolot dan suka nodong duit admin.

Keunggulan Jenius ada pada fitur-fitur dan kebijakan biaya yang luwes. Fitur seperti Flexy Saver dan Dream Saver (fitur tabungan dengan bunga setara deposito) hampir gak dimiliki aplikasi lain kecuali TMRW. Jenius juga menerapkan kebijakan bebas berbagai biaya admin.

Update:
Pada 12 November 2020, melalui email resmi Jenius mengumumkan rencana pengenaan biaya admin bulanan sebesar Rp 10.000 per Januari 2021. Lucunya, mereka tidak memakai istilah biaya admin, melainkan kata baru yang lebih fancy: Feesible atau subscription fee.

Keputusan ini bikin banyak nasabah kecewa dan sempat trending di Twitter. Kekecewaan nasabah bukan melulu soal biaya, melainkan ‘dibohongi’ jargon Banking Reinvented. Simak utas Detha berikut:

(Ternyata Detha sudah menutup akun Twitter-nya. Dalam utasnya Detha membahas kekecewaan nasabah Jenius terhadap kebijakan Feesible melalui perspektif media sosial dan content marketing.

Pendeknya, banyak nasabah yang merasa “terkecoh” dengan citra Jenius yang selama ini menjarakkan diri dari bank konvensional umumnya, terutama dari segi layanan dan model pembebanan fee.)

Fitur $Cashtag, username sebagai pengganti nomor rekening, menjadi gebrakan dan satu-satunya di Indonesia. Sementara kartu elektroniknya memberi keamaman saat bertransaksi online. Bila kita perlu memilah-milah kebutuhan bulanan dalam kartu-kartu debit khusus, ada tambahan kartu debit hingga 5 biji.

Jenius mengusung konsep anak muda. Aplikasinya didesain dengan skema warna ceria, user interface sederhana dan gampang dimengerti. Hampir gak ada kesulitan dalam penggunaan. Ini membuat pengalaman digital banking menjadi amat menyenangkan.

Buat kamu yang punya usaha dan perlu pos terpisah untuk mengelola keuangannya, baru-baru ini Jenius memperkenalkan fitur bernama Jenius Business Account. Fitur ini membantu kamu pengusaha memisahkan uang personal dan bisnis. Kabar baiknya, Jenius Business bisa diaktivasi tanpa registrasi ulang atau tambahan.

Baca juga:
1. Investasi Reksadana di OVO Invest, Bisa Jual Instan
2. Feed Sharing: Fitur DANA yang Rawan Masalah Privasi

Kelebihan Jenius

  1. Bunga tinggi 4% p.a.
  2. Fitur tabungan fleksibel Flexy Saver dan Dream Saver
  3. $Cashtag sebagai pengganti nomor rekening
  4. Fitur e-card untuk keamanan transaksi online
  5. Fitur Akun Bisnis (Business Account) Jenius
  6. Tambahan hingga 5 kartu debit (gratis!)
  7. Pembukaan rekening online langsung aktif
  8. Verifikasi via video call
  9. Gratis biaya admin bulanan (update: mulai Januari 2021 ada biaya Rp 10.000)
  10. Tanpa saldo mengendap
  11. Tanpa minimal setoran awal
  12. Bisa digunakan untuk verifikasi PayPal
  13. Pengalaman one stop digital banking

Kekurangan Jenius

  1. Saat puncak penggunaan (siang dan menjelang malam), aplikasi jadi lambat
  2. Kanal tagihan masih sedikit
  3. Desain kartu jelek. Isi penggarisnya? Lucu sih. Cuma gak keren.

Fitur: 9/10
Kemudahan pendaftaran: 10/10
Desain (UI/UX dan kartu): 8/10

2. TMRW by UOB

Gambar oleh TMRW by UOB

TMRW menjadi bank digital termuda di Indonesia. Anak usaha Bank UOB Indonesia ini meluncur pada Januari 2020. Hingga Maret, aplikasi ini sudah diunduh lebih dari 50 ribu pengguna di Google Play Store.

Hal yang paling menonjol dari TMRW adalah fitur chat in app. Fitur ini menjadi sarana komunikasi nasabah dengan agen bank. Tidak hanya chat, nasabah bahkan bisa melakukan panggilan telepon, sehingga kendala bisa diselesaikan lebih cepat.

Dalam promosinya, TMRW menawarkan saldo GoPay Rp 100.000 sebagai hadiah pembukaan rekening dengan syarat top up saldo sebesar Rp 1,5 juta.

TMRW juga bekerjasama dengan Blibli, Shopee, dan Tiket.com untuk memperkenalkan layanan digital banking-nya.

Serupa Jenius, TMRW menawarkan fitur menabung yang amat fleksibel, namanya City of Tomorrow. Menariknya, fitur ini dikemas seperti game. Nasabah diajak menabung dengan target berupa level-level yang harus dilewati. Bunga yang ditawarkan besar, mencapai 4%.

Baca juga:
1. Makin Lengkap, Jenius Kini Punya Fitur Akun Bisnis
2. 5 Aplikasi Transfer Antar-Bank Gratis, Tanpa Biaya Admin

Kelebihan TMRW

  1. Tabungan fleksibel City of Tomorrow dengan bunga tinggi. Dikemas serupa game, memberi pengalaman digital banking yang unik.
  2. Gratis biaya top up GoPay dan OVO
  3. Fitur chat in app
  4. Pembukaan rekening online
  5. Verifikasi via video call
  6. Agen yang responsif
  7. Gratis biaya transfer antar-bank
  8. Bebas biaya admin bulanan
  9. Tidak ada saldo mengendap
  10. Tanpa minimal setoran awal

Kekurangan TMRW

  1. Sempat ada kendala Secure PIN (sedang dalam pembenahan)
  2. Internet banking tidak otomatis aktif, harus aktivasi ke kantor cabang UOB
  3. Aplikasi cukup laggy. Membuat pengalaman digital banking menjadi cukup buruk.

Fitur: 7/10
Kemudahan pendaftaran: 8/10
Desain (UI/UX dan kartu): 7/10

3. D-Save Danamon

bank digital d save danamon
Gambar oleh D-Save Danamon

Meski tidak “asli” bank digital, D-Save patut masuk di daftar ini. Kemudahan pembukaan rekening secara online, bebas biaya admin, fitur tabungan fleksibel dengan bunga cukup tinggi, kiranya perlu jadi pertimbangan memilih layanan digital banking ini.

Di antara semua bank digital di daftar ini, hanya D-Save yang punya fitur tabungan multiple sub-account. Dengan fitur ini nasabah bisa membuka rekening tambahan hingga 20. Bila kamu perlu membuat pos-pos khusus tabungan, D-Save solusinya.

Kelebihan D-Save

  1. Fitur multiple sub-account untuk memudahkan pos-pos tabungan dalam 1 rekening. Bank digital satu-satunya dengan fitur ini.
  2. Bunga lumayan
  3. Pembukaan rekening online langsung aktif
  4. Verifikasi via video call
  5. Bebas biaya admin bulanan
  6. Tanpa pengendapan
  7. Tanpa setoran minimal
  8. Bebas biaya transfer 10 kali ke bank lain tanpa syarat. Pada halaman konfirmasi akan muncul besaran biaya. Abaikan saja. Transfer tetap gratis.
  9. Digital banking yang cocok untuk menabung

Kekurangan D-Save

  1. Biaya transfer tidak gratis
  2. Fitur masih sedikit. Kalah jauh dari bank digital lain.
  3. Kanal pembayaran tagihan sedikit
  4. Desain kartunya maha jelek. Agak malu ngeluarin di depan kasir hahaha.
  5. Bila kamu berniat binding kartu ke e-commerce atau dompet digital, kamu harus menghubungi Call Center atau Email Care Danamon untuk meminta pengaturan khusus. Sebab aturan minimal transaksi default Danamon sebesar Rp 20.000 gak memungkinkan verifikasi micro deposit (DANA misalnya mengenakan micro deposit Rp 10.000 yang nantinya dikembalikan ke rekening kita).

Fitur: 6/10
Kemudahan pendaftaran: 8/10
Desain (UI/UX dan kartu): 4/10

4. PermataME by Bank Permata

permatame
Gambar oleh PermataME

Bank Permata memasarkan PermataME sebagai rekeningnya anak muda. Promo-promonya gak pernah jauh dari cashback. Beberapa waktu lalu, bahkan ada promo bonus saldo Rp 50.000. Promosi ini terbukti berhasil menggaet banyak nasabah baru. Jumlah pengguna aplikasi PermataMobile X meningkat drastis (setidaknya yang saya lihat di Google Play).

Sayangnya, aplikasi PermataMobile X cukup berat. Biaya pengiriman OTP juga dibebankan ke nasabah. Jadi, tiap kali transaksi, nasabah perlu mempersiapkan pulsa untuk OTP. Itu cukup merepotkan.

Update:
Sejak Agustus 2020, aplikasi PermataMobile X sudah mendukung otorisasi transaksi dengan mobile PIN. Kini, nasabah hanya perlu mengirim OTP via SMS sekali saat mendaftarkan mobile PIN.

Baca juga:
1. Review Bibit: Beli Reksadana Online Dibantu Robo Advisor
2. Review Tokopedia ReksaDana: Praktis, Ada Fitur Pencairan Instan

Kelebihan PermataME

  1. Pembukaan rekening online langsung aktif
  2. Bebas biaya admin bulanan (selayaknya bank digital lain)
  3. Tidak ada saldo minimal mengendap
  4. Banyak promo cashback

Kekurangan PermataME

  1. Aplikasi berat dan lambat. Keong digital! Merusak pengalaman digital banking-mu.
  2. Biaya pulsa OTP memberatkan, apalagi bila frekuensi transaksi tinggi. Bank digital paling pelit (update: Permob X kini sudah mendukung mobile PIN).
  3. Kanal pembayaran masih sedikit
  4. User interface buruk. Harus geser layar berkali-kali untuk melihat seluruh menu. Pengalaman digital banking yang buruk.

Fitur: 6/10
Kemudahan pendaftaran: 6/10
Desain (UI/UX dan kartu): 6/10

5. Digibank by DBS

digibank bank digital
Gambar oleh Digibank by DBS

Rasanya tidak lengkap bila gak masukin Digibank. Ini bank digital seangkatan dengan Jenius, terbit pada 2016. Peminatnya cukup banyak. Sayang proses verifikasi biometrik mengharuskan calon nasabah bertemu dengan agen, atau melalui booth dan coffee shop rekanan Digibank.

Kebijakan ini tentu saja menghalangi banyak calon nasabah baru yang berminat, termasuk saya. Jadi, ini satu-satunya bank digital dalam daftar ini yang gak saya coba langsung.

Alasannya ya tadi itu, metode pendaftarannya terbatas. Sementara saya tinggal di wilayah yang tidak terjangkau agen. Digibank gak bisa verifikasi via video call seperti 4 bank digital sebelumnya.

Karena itu, saya memutuskan merangkum ulasan dari beberapa sumber di Internet. Saya akan memperbarui artikel ini setelah saya bisa membuka rekening Digibank. Digital banking satu ini gak boleh dilewatkan!

Kelebihan Digibank

  1. Bebas biaya admin bulanan
  2. Gratis transfer antar-bank dengan syarat saldo minimal Rp 1 juta
  3. Bunga tinggi mencapai 3%
  4. Deposito dengan bunga mencapai 5%
  5. Bisa digunakan untuk verifikasi PayPal

Kekurangan Digibank

  1. Pembukaan rekening harus bertemu agen atau melalui booth (Lihat, kan? Saya jadi gak bisa bikin)
  2. Tidak bisa verifikasi via video call. Dua hal ini meninggalkan kesan digital banking yang buruk.

Fitur: 8/10
Kemudahan pendaftaran: 4/10
Desain (UI/UX dan kartu): 7/10

Mana bank digital terbaik?

Update:
Banyak yang berubah dalam tujuh bulan sejak ulasan ini saya terbitkan. Gelar “Yang terbaik” jelas harus saya revisi, tapi jatuh ke siapa, itu lain kali sajalah.

Saya pribadi sudah memindahkan seluruh uang tabungan dari Jenius sejak Juni 2020. Gak ada hubungannya dengan biaya admin. Saya cuma gak tahan dengan aplikasinya yang mulai lemot. Guwer-guwer melulu.

Sekarang saya pakai TMRW, D-Save Danamon, PermataME, Nyala Digital OCBC (ulasannya dapat dibaca melalui tautan di samping), dan nyempil si Xpresi BCA. Yang utama TMRW. Tapi daftar ini bisa berubah sewaktu-waktu.

Di Twitter ada yang bilang ke saya, “Mungkin tahun 2021 bank lain juga kena admin bulanan.” Saya sih gak ambil pusing. Ya, tinggal pindah. Nanti pilih yang punya fitur terbaik dan biaya termurah. Saya gak perlu bersetia dengan sebuah layanan perbankan.

Kategori bank digital terbaik pastinya dimenangin oleh Jenius. Fitur-fiturnya jauh unggul dari yang lain. Belum lagi kemudahan dalam menggunakan aplikasinya, bunga besar dan biaya transaksi yang nyaris nol. One stop digital banking.

Fitur Flexy Saver dan Dream Saver membuat menabung lebih fleksibel. Fitur e-card memberi keamaman lebih saat bertransaksi online. Bila kita perlu memilah-milah kebutuhan bulanan, ada tambahan kartu hingga 5 biji.

Sementara bila kamu seorang pengusaha yang perlu rekening khusus untuk mengelola keuangan usahamu, ada fitur Jenius Business Account yang siap membantu. Sebagai bank digital, Jenius benar-benar dibangun dari sudut pandang kepuasan pengguna. Pengalaman digital banking terbaik.

Mana bank digital terburuk?

Update:
“Yang terburuk” juga harus saya revisi. Yang jelas sudah bukan PermataME lagi. Aplikasi Permob X mulai berkurang kekeongannya. Permata juga sudah menggunakan otorisasi mobile PIN, jadi gak boros biaya SMS.

Tentu saja: PermataME. Aplikasi PermataMobile X lemot banget dan gak ramah pengguna. Saya menyebutnya keong digital warna-warni. Harus geser sana-sini untuk menemukan menu yang dicari. Salah satu bank digital teribet.

Lebih sial lagi, seluruh biaya OTP ditanggung nasabah. Memberatkan nasabah yang punya frekuensi transaksi tinggi. PermataME meninggalkan kesan digital banking terburuk.

Baca juga:
1. Hindari Bualan Diskon Ketahui 7 Trik Psikologi Harga
2. Bikin Rekening TMRW Dapat Bonus Saldo GoPay Rp 250.000

Epilog: bank digital vs konvensional

Animo atas bank digital kian tinggi di Indonesia. Makin banyak yang beralih dari bank konvensional. Kebanyakan anak muda. Alasannya tentu karena keunggulan fitur dan kebijakan biaya ringan dari bank-bank digital.

Beberapa bank konvensional seperti BCA, BNI, dan BRI mulai ikut curi-curi kesempatan dalam tren ini. Mereka mempromosikan diri “seolah baru” di TV, padahal cuma mengadopsi fitur pendaftaran online. “Digital banking” aji mumpung.

Entah kenapa, ada kesan bank-bank konvensional ini hendak mengaburkan perbedaan antara bank digital dan bukan untuk terus melanggengkan model bisnis mereka.

Gak mengejutkan bila bank-bank konvensional ini tetap saja ngeyel menodong duit admin, saldo minimal, pengendapan, dll. Amat jauh berbeda dari kebijakan bank-bank digital di atas.

Jadi, kalian pilih yang mana? Mana bank digital yang menghadirkan pengalaman digital banking terbaik?

Rekening digital yang baru diulas 🕵️

Tabungan SOL Shinhan

Tabungan SOL adalah produk tabungan digital dari Bank Shinhan Indonesia. Tabungan SOL menawarkan tabungan personal tanpa saldo minimum, bebas biaya administrasi bulanan, tanpa saldo mengendap, dan bunga tabungan tinggi (2,5% p.a.).

Selain itu, kamu juga bisa menikmati gratis biaya transaksi (transfer, dll) dengan skema tiering.

Saldo rata-rata bulan sebelumnya (Rp)Gratis Biaya Transaksi di SOLGratis Biaya Transaksi di ATM
< 5.000.00010x3x
5.000.000 – 10.000.00020x10x
≥ 10.000.00030x20x
Jatah gratis biaya transaksi per 1 Februari 2021.

Pembukaan rekening jenis ini hanya dapat dilakukan secara online melalui aplikasi SOL Shinhan yang dapat diunduh di Google Play Store dan App Store.

Setelah pembukaan rekening berhasil, nasabah dapat menerbitkan kartu debit berlogo GPN (Gerbang Pembayaran Nasional).

Aplikasi SOL Shinhan menawarkan tampilan antarmuka yang unyu dengan kombinasi karakter kartun di sana-sini. Konsep cute mengesankan aktivitas keuangan gak mesti bikin jidat mengkerut.

Fitur keamanan Virtual Keypad, Freeze Period, dan beragam opsi login akan membuat akun SOL lebih aman tanpa melupakan kemudahan penggunaan.

Nyala Digital OCBC NISP

Bank Jago

LINE Bank by Hana Bank

CommBank SmartSaver

Blu by BCA Digital

Seabank Indonesia

Artikel terbit pertama kali 30 Maret 2020 dan telah mengalami perubahan untuk menambah beberapa informasi yang relevan.

Makasi para pembaca yang sudah memberi banyak feedback di kolom komentar, email, maupun Twitter.

Makasi juga bagi pembaca yang mendaftar layanan tertentu menggunakan kode referral saya. Itu lumayan buat nutup ongkos hosting dan domain.

205 pemikiran pada “Review 5 Bank Digital Indonesia, Mana yang Terbaik?”

  1. kalau saya mah punya 7 akun rekening digital,.. buaanyak… tapi saldonya pas pas doank…hahaha… yg paling flesibel digibank DBS. funny saja..dapat penawaran akun tanpa verifikasi lnsung . staff dbs mengambil data kartu krdit saya dan lsng kirim penwaran akun digi lewat email…… fitur no1 gratis kas keluar masuk antar bank

    Balas
    • Kurang lagi 4, bisa bikin tim sepak bola sendiri itu rekening hahaha. Sama nih. Soal saldo berharap ada sultan yg nyawer random aja hahaha. Bisa gitu dia. Diem-deim dibikinin rekening sama DBS. Enak kali. Tapi lucu sih emang. Saya belum bisa bikin ini rekening, padahal pingin icip-icip gratisan ‘keluar-masuk’ itu. Makasi udah komen, Kak. Sering-sering yak.

      Balas
  2. Menurut gw digibank adalah bank digital terbaik,<kenapa?.

    Pertama dari keamanan, dari pendaftaran aja udah aman banget karena harus sesuai data di chip e-KTP dengan sidik jari calon nasabah, jadinya gak bakal ada akun rekening palsu pke e-KTP palsu. Dan keamanan kedua yaitu saat login pertama kali di wajibkan masukan kode otp yg di kasih dari digibank dari no telp terdaftar dan dari inbox email yg terdaftar, jadinya double aman jika ada orang yg mau ambil alih paksa akun nasabah dengan cara membuat simcard palsu seperti kasus yg ada di berita maka tidak bisa di digibank karena harus masukin kode otp juga dari inbox email nasabah. Dan setahu gw blm pernah ada yg bisa hack Gmail Google kecuali orang lain tau password Gmail kita. Dan keamanan ketiga terkait dengan cara perubahan no telp di akun digibank, yaitu harus masukan kode otp yg masuk ke inbox Gmail nasabah. Jadinya gak semudah itu orang lain mau rubah paksa no telp kita dengan kode otp yg biasanya masuk ke SMS nasabah, tapi digibank beda dia masuk nya ke inbox Gmail untuk dapet kode otp nya. Bagi org yg bilang semua itu ribet, makan tuh duit ilang di hack orang. Jenius gak punya keamanan kayak gini.

    Kedua dari fitur bank, fitur pertama ada tabungan digibank biasa yg saldon utamanya terhubung dengan kartu debit dengan bunga 0,50% p.a jika saldo di bawah 100 juta dan 1% .p.a jika di atas 100 juta tanpa ada biaya admin. Fitur kedua adalah tabungan Maxi digibank yaitu akun rekening terpisah dari saldo utama yang mempunyai no rekening sendiri. Jadi untuk tambah saldo nya bisa dari tabungan saldo utama nasabah dan juga dari orang lain/bank lain yg mau transfer ke tabungan Maxi. Jadi ini bagus banget buat yg emang mau pisahin uang khusus tabungan dan saldo utama. Uang di tabungan Maxi tidak terhubung ke kartu debit jadi aman untuk fokus menabung, tapi rekening tabungan Maxi tidak bisa transfer ke orang lain selain akun saldo utama nasabah itu sendiri jadinya emang fokus buat menabung. Dan bunga yg di dapatkan di tabungan Maxi yaitu 4% p.a. dan tanpa ada biaya admin. Uang di tabungan Maxi juga likuid, bisa kapan aja kita pindahin ke saldo utama tanpa ada biaya apapun. Mantapkan, flexy saver jenius gak bisa kayak gini nih. Lalu fitur ketiga adalah deposito digibank gak ada yg ngalahin, minimal 1 juta aja udah bisa bikin deposito dengan bunga saat ini 5,5% p.a. Dan juga nasabah bisa bikin deposito tidak hanya satu tapi banyak. Misal gw gaji bulan ini mau buat deposito 3 juta tenor 3 bulan. Terus gaji bulan depan mau buat baru lagi deposito 4 juta tenor 6 bulan. Terus gaji bulan depan lagi gw buat lagi deposito baru tenor 3 bulan. Ayo semangat menabung. Dulu gw males banget bikin deposito di bank konvensional karena prosesnya dan gak ada waktu dateng ke bank. Sekarang cukup dari hp atau gadget lain aja sangat mudah. Dan ketentuan syarat deposito digibank sama dengan bank umum lainnya yaitu ada pinalti yg di bayar jika tarik uangnya sebelum jatuh tempo, dan gw gak masalah karena bank umum pun begitu seharusnya jadi wajar. Beda dengan Maxi saver/ deposito jenius yg terlihat main2 karena bisa dengan mudah cair uangnya tanpa ada biaya pinalti tapi bunga saat itu hangus. Gw sendiri agak ngeri juga ya, kok bisa semudah ini cairnya.

    Ketiga dari fitur investasi, gw sendiri liat deposito kayak bukan investasi ya tapi lebih ke tabungan biasa. Nah disini digibank punya fitur investasi yg mantep bukan kaleng kaleng. Pertama adalah obligasi, yaitu investasi surat utang berharga. Dan kita bisa jual beli obligasi pemerintah atau sekunder di digibank ini, lagi lagi minimum adalah 1 juta. Gw galau disini, mau masukin uang gaji ke deposito atau obligasi. Kedua adalah rekening valas, yaitu rekening dengan 10 mata uang asing yang bisa dapet bunga loh kayak tabungan biasanya, bukan sekedar konversi aja kayak punya jenius yg mata uang asingnya cuma buat belanja tanpa ada unsur tabungan. Dan rekening valas ini punya no rekening sendiri kayak tabungan Maxi digibank. Bisa masuk uang dari luar/orang lain/bank lain, tapi hanya bisa transfer ke saldo utama nasabah itu sendiri. Dan gak ada biaya admin dan gak ada biaya konversi. Gw sendiri belum coba fiturnya, soalnya belum di rasa penting juga.

    Keempat dari tampilan, ini yg gw suka karena simple gak ribet banyak fitur tersembunyi dan jelas di tampilan utama digibank. Ini terlihat profesional banget dan bukan untuk main main. Makin kesini juga makin cepat aksesnya dan fitur live chat nya bagus banget responnya. Pernah kasus tarik tunai kartu debit digibank di ATM BCA waktu itu gak keluar uang nya, tapi saldo udah terpotong. Langsung deh chat ke digibank buat laporan, and you know what hanya dalam 2 hari uang kembali lagi ke saldo donk tanpa nunggu lama banget dan gak ribet harus telp dulu ke call center bank. Beda banget sama jenius yang ribet dan lama respon nya via chat, dan ujung2nya harus telp ke call center jenius. Waktu itu kasusnya uang dari DANA ke jenius gak masuk, dari pihak dana udah sukses dan ternyata emang dari jenius yg ada masalah nya. Duh itu nunggu uang masuk nya hampir seminggu.

    Udah itu aja.

    Balas
    • Melihat ulasan ini saya juga semakin tertarik dengan Digibank, fitur flexy saver jenius bisa kita samakan dengan tabungan maxi digibank kalo di bank konven tabungan berjangka, fitur maxi saver jenius bisa kita samakan dengan deposito digibank kalo di bank konven deposito juga,

      Nah, di Digibank ada gak fitur seperti dream saver jenius kalo di bank konven tabungan berencana?

      Trus ada gak fitur seperti e-card jenius kalo di bank konven seperti virtual account?

      At least, kalo seperti tabungan valas, saya juga suka di jenius ada juga, tapi Digibank juga bisa buka deposito valas gak?

      Saya tunggu ulasannya.
      Menarik,!

      Balas
      • Barusan banget cek appsnya, deposito di digibank bisa pake valas juga skrg.
        Trus kalo e card blm ada sih, sama tabungan berjangka kayak dream saver jg ga ada, adanya deposito berjangka aja.

    • Wadaw super duper kumplit ini reviewnya, luar biasa niat wkwkwk
      Tp setuju sama semua yg ditulis di atas.
      At first gue jatuh cinta bgt sama Jenius, sama2 pake jenius & digi sejak sekitar 2016/2017, tp wkt itu digi mah masih kalah jauh lah ga ada apa2nya.
      Seiring berjalannya waktu Jenius makin rese ya, setelah “bulan madu” makin banyak syaratnya. Mulai dari kuota free transaction, trus bunganya lama2 kecil bgt, blm lagi skrg ada “feesible”, cuma 10k sih tp krn udh jarang pake jg jd kuputuskan hubunganku dengannya, baru semingguan lah hahahahaha
      Skrg gue ngandelin bgt si digibank, perkembangan mereka jauhhhh bgt dibanding dulu, makanya gue tinggalin Jenius & fokus ke Digi.
      Fitur2nya makin lengkap & kepake semua sih sejauh ini. Bukan cuma buat transaksi, tp jg buat saving, invest, kartu kredit, oke bgt pokoknya. Bunga tabungan biasa mgkin sama kayak jenius, tp bunga maxi saver & depositonya lbh gede di digi. Start deposito bisa mulai 1jt. Trus buat beli SUN jg cepet proses dpt SID nya, mantau grafiknya jg enak, beli INDON jg bisa katanya tp blm nyoba. Isi ovo & gopay kl gamau kena fee ya bisa diakalin pake fitur transfer.
      Kl ada apa2 & males nelpon2 CS yg berujung pulsa abis, fitur chat sgt membantu & kalo harus by call mereka mau kok nelpon kita, jd ga perlu keluar pulsa hehe
      In love with digibank pokoknya

      Balas
    • Saya mantan pengguna Jenbet yang dibobol ratusan juta sdgkan pihak Jenbet ga mau bertanggung jawab. Amit² banget penanganannya, amoral dan mengerikan.

      Kalo digibank apakah ada fraud refuns guarantee ya? Kalo ada ideal banget tuh mau pindahin aja semua

      Balas
  3. Yang terbaru sekarang, saya di ditelp oleh Staff Digibank, beliau mengatakan bahwa dia adalah RM (Relationship Manager) saya.
    Rasanya senang juga bisa dapat RM hanya dengan duit yg relatif kecil.
    Kalau di Bank lain nasabah bisa dapat RM kalau duitnya sudah 500 jt keatas.
    Diskusi masalah investasi dan program Bank lebih enak.

    Balas
  4. Bang, info saja. untuk Digibank, verivikasi bisa janjian lewat aplikasinya. Saya minta verivikasi untuk datang ke kantor tempat saya kerja, bisa mereka.

    Balas
    • Iya, Kak. Makasi infonya. Kita bisa janjian sama agen verifikasi. Sayangnya, itu hanya berlaku di empat kota/wilayah: Jakarta, Bandung, Yogyakarta, dan Surabaya. Saya tidak tinggal di empat wilayah/kota itu, jadi tetap saja tidak bisa verifikasi.

      Balas
    • Kalau saya di Cikarang, masih team Digibank buat nyamperin verivikasi. Sampai sekarang masih saya pakai digibank nya. Udah mulai ancang2 buat pindah dari Jenius ke Digibank dan TMRW. Sayang, E-CARD nya Jenisu saya butuh,karena sering belanja online terutama yg butuh VISA atau credit card. Guna bgt ini karena saya masih males buat credit card. Ada gak ya alternatif yg punya fitur seperti E-CARD ini ?

      Balas
      • Alternatif e card menurut saya sih Permata me, bisa debit online walau di merchant yang tanpa wajib OTP/3DSecure. Saya pindah dr Jenius ke Permatame.

  5. Bang mau infoin juga, sempet pake jenius tapi udah gak lagi (hari ini banget saya komen ini wkwk) karena masalah sekecil OTP. Kenapa OTP? jadi kebetulan ada keadaan dimana saya ‘nganggurin’ app nya berbulan2 terus disaat yang sama saya ganti nomor hp (yg juga terhubung ke app jenius buat otp itu tadi) nah karena saya teledor, ya udah entah dimana nomor saya yang lama itu. Akhirnya saya lagi butuh jenius, dan saya urus lah ke dm cs nya di sosmed dan email. Dua duanya bilang harus telpon call center. Males banget karena sebagai generasi zoomer sejati, tentu saya tidak punya pulsa melimpah. Long story short, setelah drama pulsa habis dan harus ngulang keluhan ke 3 cs berbeda, permintaan saya buat ganti nomor hp enggak dibolehin. Kenapa? soalnya saya udah lupa berapa saldo terakhir dan apa transaksi terakhir saya di jenius (yaiyalah di logika aja kalo udah berbulan2 lalu, ngapain juga diinget2 – lagian jenius emg bukan akun bank primary saya juga). Menurut saya ini sistem yang cacat banget. Semua ini gara gara OTP doang. andaikan OTP tadi bisa dikirim melalui email, gaakan saya belibet habis habisin uang pulsa buat ngoceh 3x ke orang berbeda yang sangat robot (padahal manusia). Saya akhirnya disuruh ngurus ke BTPN / Jenius terdekat. Lah orang lagi pandemi gini malah ngusahin. Padahal, app seperti Bibit (agak jauh, tapi sama sama finansial jadi menurut saya tetap relevan) saja OTP nya bisa melalui email loh. Selamat tinggal jenius. Sampai OTP mu udah oke, kugak bakal balik lagi. bhay.

    Balas
    • Omong-omong, saya sempat singgah ke static page-mu & intip portofoliomu. Keren. Good luck ya, Kak.

      Soal OTP saya pikir gak bisa dibilang masalah kecil sih, Kak. Kita sama-sama tahu itu perihal keamanan akun. Cuma saya ngerti rasa frustrasi mengurusi otentikasi ini: “Ey, saya beneran yang punya rekening ini.” Dan mereka gak percaya. Masalah info saldo dan transaksi terakhir sebagai verifikasi juga lucu. Astaga, gak semua orang bisa inget begituan. Harusnya ada pilihan pertanyaan rahasia atau semacamnya. Kalo solusi terakhirnya datangi kancab, di masa begini, ya berkurang lagi kedigitalan si Jenius ini.

      Jujur, makin lama Jenius emang makin kurang oke. Ulasan saya juga sudah kurang relevan (dalam waktu sesingkat ini ha-ha-ha).

      Saya sendiri sekarang cuma pengguna pasif Jenius. Saya makek satu fitur Jenius doang, si Flexi Saver. Saya gak tahan sama aplikasinya yang lemot. Malahan saya lebih banyak makek TMRW. Coba deh. Atau, yang belum sempat saya ulas: Nyala Digital OCBC NISP.

      Balas
  6. Ikut nimbrung.
    Jaman masih pada bakar duit saya daftar di 3 tempat: Jenius, Digibank, PermataMe.

    Secara unik, saya paling suka Jenius. Belum nemu bisa pindah2in saldo antar kartu dan enable/disable sesukanya. Flexy saver juga masih andalan sampai sekarang, walau udah ga terlalu banyak.

    Secara app, saya suka Digibank. Menurut saya fiturnya paling powerful, ditambah dengan live chat.

    Secara promo, saya paling suka PermataMe. Karena promo belanja online, transportasi umum, dan nonton itu paling kepake dibanding promo2 restoran Jenius/Digibank yang saya bingung pakainya (saya bukan orang kuliner). Tapi saya setuju app nya paling ampas.

    Tapi pada akhirnya, saya kembali ke bank konvensional untuk jadi pegangan utama: octo mobile cimb.
    Alasan utamanya cuma 1: ketersediaan. Fitur2 tidak kalah lengkap, bahkan mungkin lebih.
    Biaya admin sama2 bebas seperti bank digital di atas.
    Biaya transfer sama2 gratis seperti bank digital di atas.
    Merchant bisa online dan offline. Ada QRIS mungkin memperbanyak merchant offline yang bisa menerima pembayaran, tapi tetap saja bank2 di atas ga bisa di indomaret/alfamart (CMIIW).
    Topup cash pun bisa dilakukan di mesin atm yang cukup banyak meski tidak sebanyak Mandiri/BCA, dan hampir pasti ada di setiap SPBU. Bahkan saya juga bisa topup di indomaret/alfamart.

    Kembali ke topik bank digital, dari 3 di atas kemungkinan hanya Jenius dan Digibank yang masih dipertimbangkan untuk dipakai lagi ke depannya, walau saya rada penasaran juga sama TMRW karena iklannya lagi cukup gencar.

    Edit: setelah baca review TMRW di site ini, kayaknya saya pass deh coba yang satu ini…

    Balas
    • Wah, makasi komentarnya, Kak Furqan.

      Yap, Jenius emang paling bisa kita “kustomisasi.” Meski belakangan mulai lemot. Digibank saya ngebet nyoba, cuma kudu verifikasi biometrik dan saya tinggal di luar jangkauan layanan itu. Wah, Kakak pengguna PermataME awal-awal nih.

      O ya, saya juga akhirnya buka rekening bank “konve.” Belum lama saya bikin Tahapan Xpresi BCA. Saya perlu untuk pembukaan rekening SBN dan kebetulan ada promo cashback saldo Rp 100.000 he-he.

      Bener Kakak bilang, ujung-ujungnya soal aksesibilitas. Layanan macam Jenius, Digibank, dan TMRW kalah jauh dalam masalah penyetoran tunai. ATM mereka langka, kek Komodo.

      Tapi untuk pembayaran dengan QRIS, saya lihat bukan masalah lagi. Kan setiap bank yang punya fitur QR diwajibin makek QRIS sama BI. Jenius, PermataME, TMRW, itu semua bisa QRIS. Jadi ya bisa dipake di merchant manapun selama mendukung QRIS, termasuk Indomaret/Alfamart.

      Menurut saya TMRW wajib coba sih, Kak. Saya malah jadiin TMRW rekening digital utama sekarang, pindah dari Jenius. Alasan utamanya: aplikasinya lebih gercep. Selain itu ya promo gratis transfer ke semua bank tanpa syarat. Sejauh ini saya gak ada keluhan. Saya hanya Komplain saat pendaftaran. Itu di Bulan Januari, masa-masa awal peluncuran layanan, jadi kurang relevan hari-hari ini.

      Balas
      • Saya buka SBN di Bareksa, Kak. Nah, buat meminimalisir biaya transfer saat pembagian kupon, Bareksa hanya mendukung 6 bank: CIMB, BNI, BNI Syariah, BRI, Mandiri, dan BCA. Saya pilih BCA. Kalo di platform lain, saya kurang tahu.

        Permata setahu saya bisa. Tapi langsung lewat banknya.

      • Di digibank sudah bisa beli SBN. Bahkan sekarang bisa jual/beli obligasi di pasar sekunder. Kurang tau kalau di lainnya karena saya cuma pernah coba digibank.

      • Wih, mantap. Makin lengkap si digi ya. O ya, di One Mobile (OCBC NISP) juga bisa beli SBN Ritel. Cuma kayaknya belum bisa jual/beli oblig di pasar sekunder.

      • Kalo untuk top up ke Jenius & Digi, aku biasa pake aplikasi lain lg sih Kak, Flip namanya hehe
        Tiap gajian langsung gercep mindahin pake Flip ga kena biaya admin wkwk paling cuma nambah kode unik 3digit terakhir aja itupun nanti kode uniknya diakumulasiin di akun kita & kalo udh banyak bisa direfund ke rekening pribadi, jd bener2 ga keluar uang tambahan.
        Cuma ya bank non-konvensional yg terdaftar di Flip ini masih blm banyak
        Thank God banget sekarang DBS udh termasuk, jd semakin memantapkan putus hubunganku dengan Jenius wkwkwk

        Hehe

      • Wah, saya juga pake FLIP. Tapi lain waktu saya pake OY. Tergantung keperluan. Mayan, jadi lebih hemat fee transfer.

        Makasi sudah sharing ya, Kak. O iya, maaf bagian terakhir komentar Kakak terpaksa saya hapus. Saya gak mengizinkan sharing kode referral atau link promosi lain di kolom komentar.

  7. Mulai Januari 2021 Jenius ada biaya bulanan 10 ribu kayanya bakal merubah peta persaingan nih. Ditambah beberapa saat lalu banyak berita negatif tentang keamanan aplikasi yang mulai tidak stabil. Walau e-card nya tetep jadi andalan buat transaksi online (berasa paling aman karena tergantung saldo). E-card blm ada yg digital bank lain yang menyediakan ya.

    Balas
    • Haha iya nih.. Karna ini saya gugling perbandingan digital banking.. Kesel jg jenius tiba-tiba pake biaya admin trus sok2 pake istilah sok imut.. Pengen nutup jenius trus pindah ke digibank tp kok tarik di atm lain gratis cuman 5 kali ya? Jadi bingung..

      Balas
      • Feesible ha-ha. Ceritanya lagi transparan soal biaya. Cobain D-Save Danamon, Kak. Itu gratis tarik tunai di jaringam ATM Bersama & Prima. Kalo TMRW gratis biaya transfer. Nanti buat tarik tunai bisa di Alfamart pake e-wallet DANA.

        Thanks sudah mampir.

    • Iya, Kak. Ada banyak masalah belakangan. Ulasan saya soal Jenius jadi kurang relevan. Tadi pas baca email pemberitahuan Feesible (kocak amat namamya) saya langsung ngetweet bank alternatif yg punya layanan sejenis.

      O iya, Nyala Digital OCBC NISP itu punya fitur kartu digital kok, Kak. Coba dicek. Saya belum sempat bikin ulasannya.

      Balas
      • Iya, Jenius arahnya uda beda sih sekarang, sejak BTPN nya diambil SMBC kayanya.

        Btw artikelnya bagus, informatif.

        Oh iya ada Nyala ya, coba ah. Ditunggu ulasannya Nyala.

      • Yap, banyak yg kecewa. Jenius mengingkari jargonnya sendiri: “banking reinvented.”

        Wah makasi ya, Kak. O ya, aku sempet mampir ke blognya. Keren, euy. Ringkas & jelas. Nanti blogwalking lagi.

        Moga ada waktu nulis ni.

    • Wah sama ini saya juga jadi cari alternatif dari jenius karena feesible (dulu soalnya pertama kali daftar jenius alasan utamanya karena gak ada biaya adminnya sama sekali). Tapi skrg saya jadi bingung antara TMRW sama digibank mempertimbangkan dari kemudahan proses pendaftarannya, e-card, gratis top up gopay/ovo dll, bebas biaya admin bulanan, bebas biaya transfer, sama aplikasinya (karena jenius akhir2 ini sering lemot trus gampang keputus koneksinya). Apa ada saran ya?

      Balas
      • Saya pribadi sudah sejak 3 atau 4 bulan lalu “pindah” ke TMRW. Di HP Redmi Note 8 saya aplikasinya stabil. Karena saya belum nyoba Digibank secara langsung (masalah akses verifikasi biometrik), saya cuma bisa komen soal pendaftarannya: gak bisa video call.

      • Aku pribadi blm nyobain TMRW, jd bantu jawab dari yg Digibank nya aja ya. Kalo topup gopay ovo dari fitur khususnya kena 1000 setauku, tp aku biasa ngakalin pake jalan ninja, yaitu isi gopay/ovo dari transfer biasa aja, kalo dari gopay/ovonya pilih top up dari bank lain/atm bersama kalo ga salah, nanti dikasihnya no rek Permata (cmiiw)
        Udh deh tinggal transfer normal dari digibank & free of charge wkwkwk

      • Sebuah jalan ninja yang menarique. Ingin kucoba di Jenius, namun ujungnya sama aja, soalnya Jenius pakai kuota transfer utk ngisi e-wallet -_-

      • Jalan ninjaku sedikit memutar. Aku pake Flip atau OY buat layanan penengah. Walla!

        Terdengar suara receh yang bahagia berhasil diselamatkan.

    • Yap, perlu di-update. Di Twitter saya bilang harus revisi bagian “yg terbaik” ha-ha. Di komentar-komentar di atas saya juga sudah bilang beberapa bagian ulasan memang sudah kurang relevan, perlu pembaruan. Selain fee Jenius, ada juga soal otentikasi PermataME yang sudah ganti metode dari OTP via SMS jadi Mobile PIN.

      Maaf ya, Kak. Saya belum sempat update semua detil-detilnya. Cuma, isi ulasan agaknya masih bisa ditangkep: ada alternatif lain kok.

      Makasi sudah mampir, Kak.

      Balas
  8. Ada alternatif selain Jenius yang bisa digunakan untuk verifikasi paypal? mengingat mulai januari 2020 jenius sudah tidak gratis biaya admin

    Balas
    • Saya kurang tahu, Kak. Saya juga verifikasi dengan e-card Jenius. Ada artikel yang nyebut debit Digibank dan Permata bisa. Tapi saya belum nyoba.

      Balas
      • Bang saya baca keseluruhan riviewnya, terus abang juga bilang kalo udah ga pake jenius lagi.. Nah itu abang tutup rekeningkah? Terus abang juga bilang, jenius dipake buat verifikasi PayPal, apa ga bermasalah kalo akun jenius yaitu ditutup? Terus bang sekarang rekening yg link ke PayPal apa ya bang? Ditunggu balasannya ya bang huhu

      • Saya gak tutup rekening, Kak. Saya masih perlu untuk keperluan tulisan di blog ini. Cuma karena itu doi masih ada di HP ha-ha. Saya pikir, verifikasi itu berlangsung sekali saja. Dulu saya verifikasi dengan m-card, lalu saya ganti dengan e-card untuk alasan keamanan. Gak ada masalah. Sekali saja cukup.

        Untuk rekening yang tertaut, saya pakai Permata. Kan fungsinya cuma untuk menerima pencairan dana dari Paypal.

  9. Kak mau tanya nih per update 13 nov 2020 ini menurut kakak bank digital yang terbaik apa yah? Mau tinggalin jenius tapi sayang ada promo monyay yang transfer dari bank lain ke jenius cashback 6500 soalnya abis gajian biasanya pindahin ke jenius. Apakah ada yang punya fitur seperti e-card di jenius? Sama bank digital lain apa lagi yang bisa punya multiple savings kayak jenius (Flexinya bisa 3)?

    Balas
    • Hm. Menarik.

      1. Cashback Monyay Rp 6.500 gak begitu penting. Ada banyak aplikasi layanan transfer antarbank gratis. Kakak bisa pakek FLIP, OY!, Neu, DANA, dll. Pengecualian berlaku kalau bank Kakak termasuk bank daerah, karena kebanyakan belum didukung layanan-layanan tadi. O ya, soal Monyay: siapa yang bakal jamin promo itu bakal terus ada? Dulu gratis admin bulanan, per Januari 2021 kan kena. Ya, who knows. Itu promosional.
      2. Fitur e-card Jenius memang keren. Bisa top-up tersendiri, misah dari sumber dana utama. Soal ini yang lain gak ada. Setahu saya, cuma Nyala Digital OCBC NISP yang juga punya kartu debit digital terpisah. Sayangnya gak punya sistem top-up.
      3. D-Save Danamon bisa bikin 20 multiple saving account. Hanya saja bunganya gak sampe 4%. TMRW nawarin bunga 4%, tapi gak bisa multiple sub-account. Kalo niatnya nyari return, mending inves reksa dana di Tokopedia. Doi punya fitur pencairan instan. Jadi kalo tiba-tiba perlu, bisa langsung cairin. Beli reksa dana pasar uang Syailendra. Return kurang-lebih 6% per tahun.

      Poin saya ada dua: 1) Fitur-fitur itu bisa “diakali” kalo kita kreatif. Banyak layanan bisa dimaksimalin. Hanya saja memang agak repot karena banyak platform. Kakak bisa baca artikel saya soal aplikasi-aplikasi keuangan yang wajib ada di ponsel. 2) Jenius itu produk perbankan yang punya banyak alternatif. Soal beginin, menurut saya, nasabah mending jadi kutu loncat. Cari yang paling menguntungkan.

      Sekarang, menjawab pertanyaan pertama: siapa yang terbaik? Selama belum “murtad” kayak Jenius, ya TMRW. Alasannya: gratis admin bulanan, bunga 4%, dan transfer gratis antarbank tanpa syarat. Kalo doi ikut “murtad”, saya pindah ke yang lain. Kalo semua “murtad”, saya pilih yang “murtadnya” paling dikit.

      Balas
      • Iya lagi cari beberapa alternatif jenius juga bang. Jadi 1 bank lagi lemot masih ada bank lain. Tapi kalau terlalu banyak bank makan ram sama memory internal juga. Untuk urusan Deposito banyak dana saya lebih tertarik ke bank konvesional bank BCA atau himbara Dan gak pakai fitur onlinenya. Soalnya kan cabangnya banyak mudah dicari dan gak pakai mobile banking atau internet banking juga jadi gak takut kena phising dan di hack. Jadi ada perlu aja baru ke cabang bank. Kalau bank digital untuk transaksi sehari-hari jadi gak perlu datang ke cabang bank.

        Masih pakai Jenius bang? Iya sayang x belum ada bank lain yang menerapkan fitur E-card seperti Jenius. kartu Jenius juga mulai banyak biaya seperti ada Biaya gagal Transaksi, biaya ganti kartu 50rb dan biaya admin. Dan kemungkinan ada penambahan biaya padahal cabang dikit. OCBC Nyala seperti menarik ada debit online juga dan cabangnya lumayan banyak? Cuman dari yang saya baca-baca masih gabung dengan saldo utama ya bang gak kayak jenius? dan biaya admin 20 ribu dibawah 1 juta? dan dari saya lihat di review playstorenya mesti datang ke bank Jadi gak full online? Itu ocbc Nyala bisa katanya bisa buat beberapa kartu debit online? OCBC Nyala online dapat transaksi di semua merchant online atau hanya 3D secure bang?

      • Yap, poinnya bener banget: banyak app bank makan banyak storage. Saya sendiri ada 9 app bank untuk keperluan kerjaan. Total makan 896 Mb. Bagi saya idealnya kita punya 2 rekening. Satu buat keperluan sehari-hari, satu buat simpen uang darurat. Itu lebih aman, terutama jika kita sering belanja online atau pake kartu debit. Pilih bank konve (kalo bisa tanpa internet banking) untuk simpen uang itu punya efek psikologis: kerepotan bikin kita mager untuk narik ha-ha.

        Saya masih ada rekening Jenius. Tapi alasannya cuma karena kerjaan, gak lebih. Saya sudah gak pake Jenius buat transaksi. Soal e-card, Jenius emang gada lawan. Setahu saya, cuma Jenius yang punya fitur prepaid debit card, bisa top up dan withdraw sesuka hati. No contest.

        Nyala Digital OCBC enak dipake. Saya sudah jadi nasabah sejak September 2020. Sempet tes saldo di bawah 1 juta, gak ada biaya kok. O ya, Nyala OCBC itu pake sistem bundling/paket layanan. Nyala ada tiga jenis: Nyala Digital, Nyala Individu, dan Nyala Bisnis. Masing-masing punya keunggulan. Semuanya dapet rekening Tanda 360 Plus kecuali paket Nyala Digital yang dapet Tanda 360 Plus Digital. Kalo mau gratis biaya admin bulanan tanpa syarat minimum saldo gabungan, pastikan buka paket Nyala Digital. Sayangnya, debit Nyala OCBC hanya mendukung merchant 3D Secure. Bulan Desember saya sempat konfirmasi ke CS-nya soal bisa nggaknya kartu debit Nyala OCBC dipake transaksi internasional macem Netflix, jawabannya nggak. Karena Netflix belum 3D Secure.

        Temen-temen yang punya info baru, bisa ikut nambahi ya. CMIIW.

      • oke bang makasih infonya. Baru tau saya ada istilah  prepaid debit card dan saya cari di online ada juga yang menerapkan biaya diatas $2 untuk prepaid debit card. Kartu kredit aja rata-rata ada Annual Fee 120k per tahun juga itupun gak bebas atur limit.

        OCBC Nyala boleh dicoba juga. BTW Boleh tanya lagi. Berarti debit Online OCBC nyala gak bisa daftar free trial amazon web services, google cloud dll yang perlu verifikasi CC ya?

        Mau daftar digibank hanya saja agennya udah gak tersedia di Kota Medan padahal dulu tersedia entah karna Imlek atau Pandemi. yang ada hanyalah buka akun nasabah prioritas di cabang bank medan. Emang diantara semua bank digital. digibank paling susah buat di daftarin Agennya aja pindah-pindah mall lebih susah dari pada buat bank konvensional bisa langsung datang ke banknya jelas lokasinya dimana. Seperti gak butuh nasabah . Lebih mudah cari marketing kartu kredit bank DBS

      • Yap bener, Kak. Di AS sampai ada perusahaan yang gaji pegawainya pakek prepaid debit.

        Layak banget itu, Kak. Setahu saya gak bisa karena layanan-layanan itu belum pakek 3D Secure. Saya daftar dulu Google Cloud pakek e-card Jenius. Kalo emang bakal banyak transaksi internasional, mending pake Jenius. No hassle.

        Wah, dulu itu booth di mall gitu ya, Kak? Digibank ini emang rada-rada ha-ha. Padahal peminatnya banyak kali. Sampe sekarang saya belum bisa cobain langsung. Nunggu support pembukaan full online deh.

      • Tapi mungkin kalau ada alternatif jenius yang bisa transaksi non 3D saya mungkin pindah mengingat bahaya juga transaksi jenius ada denda gagal transaksi 5.000 pula per 1x gagal transaksi. malahan disuruh nasabahnya yang wajib pantau https://www.jenius.com/highlight/detail/3-pertanyaan-tentang-denda-kekurangan-dana

        Kemaren tanya IG OCBC bisa transaksi non 3D cuman gak bisa langganan netflix ya. Berarti Bisa beli vps luar negri seperti aws, google cloud dll donk? agak membingungkan juga. dari review IG playstore dll katanya jika lupa password atau ganti device atau aplikasi bermasalah. mesti datang ke OCBC dulu ya? belum full online ya?

        Pendaftaran digibank udah berhasil min tinggal nunggu kartu debit. Sekarang agen di medan udah gak tersedia di both. Tapi udah bisa pesan lewat aplikasi agennya datang sesuai jam yang kita tentuin. di tempat yang kita tentuin. Bahkan hari minggu juga datang. gak nanya macam-macam dan minta dokumen. Cuman bawa alat biometrik buat cocokkan ktp sama sijik jari. JSiap itu selesai. Jadi terasa lebih aman data kita karna bukan kita yang upload document kita ke server mereka. Mungkin segitu dulu. belum ada kartu debitnya. jadi belum isi saldo. Cuman lihat fitur tabungannya ada tabungan biasa, tabungan maxi, tabungan valas, sama deposito berjangka seperti review teman-teman yang lain

      • Saya kurang mengikuti masalah “denda kekurangan dana” di Jenius. Saya sebetulnya berharap ada sedikit penjelasan soal “kenapa” mesti ada denda tersebut. Jika memang “gagal proses” itu membebani operasional Jenius, saya gak keberatan bayar. Toh itu kesalahan kita. Tapi saya mendadak ingat: ini bank/korporasi dan bukan kawan kita — mengharapkan derajat transparansi sejauh itu, ya bukan tempatnya.

        Kartu debit OCBC belum bisa dipakai membayar layanan Google Cloud dan AWS (lihat di sini), sebab mereka belum mendukung otentikasi 3D Secure, Kak. Saya sendiri belum pernah mengalami hal demikian. Sudah sempat ganti device juga, dan aman saja, gak perlu ke kancab. Kendalanya mungkin spesifik, jadi bisa beda-beda.

        Wah, enaknya. Saya gak sabar pingin ikut nyoba Digibank. Ditunggu cerita lanjutannya, Kak.

        O iya, Kalo sempet coba cek juga SOL Shinhan, Kak. Menarik.

      • Bisa jadi beban Operasional Karna banyakan langganan Lupa masukkan saldo atau lupa hapus kartu debitnya saat udah selesai langganan . mungkin Juga mencoba model pendapatan baru seperti artikel ini. Karna udah banyak user yang pakai
        https://finansial.bisnis.com/read/20180117/90/727474/ketika-bank-mencari-komisi-dari-kegagalan-transaksi

        Kemaren udah tanya-tanya bank OCBC lewat DM IG katanya Debit Online OCBC dapat digunakan di merchant 3D dan Non 3D secure. Kalau sistem netflix yang kemungkinan agak lain dia mesti pakai kartu kredit atau bank yang kerjasama baru bisa. Soalnya dari pemberitahuan Jenius juga udah Gak bisa daftar Netflix. Menarik juga Debit Online OCBC. Mungkin bank OCBC nyala bank selanjutnya yang mau saya buat. OCBC Nyala ada biaya OTP kak?

        Moga aja kedepannya bank-bank lain bersaing juga buat debit online seperti Jenius. Atau menunggu bank Jago sepertinya menarik Soalnya direktur sekarang mantan pegawai BTPN dan gojek.

        SOL Shinhan sayangnya masih kartu GPN. dari segi fitur SOL Shinhan masih kalah sama bank digital lain ya kak? Sekarang udah pakai 3 bank digital Jenius, Digibank dan permata, Kecuali ada inovasi baru boleh dicoba. Kalau mau Coba pun bank BUMN pakai tabunganku Soalnya bank-bank digital Kalahnya di atm, Cabang bank, Sama keamanan. Jadi transaksi gede emang bagusnya masih di Cabang bank si.

      • Iya, Kak. Sudah waktunya nambah untung hahaha.

        Ah, beda ya. Saya belum sampai sebulan lalu menanyakan hal yang sama ke CS OCBC dan jawaban mereka seperti saya sebutkan sebelumnya: gak bisa kecuali mendukung 3D Secure. Entah apakah ada pembaruan. O iya, nggak ada biaya OTP kok. Enak nih.

        Yap, belum ada pesaing debit prepaid-nya. Saya juga nungguin si Jago. Moga gak hype sahamnya aja, yak.

        Yap, fitur-fiturnya masih kalah. Tapi dari segi bunga (jika hal ini bukan masalah bagi Kakak) Shinhan termasuk bisa bersaing. Dari segi keamanan, saya kira memang masih ada “ketakutan” nasabah seturut banyaknya berita kebobolan rekening digital. Tapi sejauh ini, semua kasus terkait rekayasa sosial. Ya, balik lagi ini soal rasa aman. Kalo lebih merasa aman transaksi di kancab untuk nominal jumbo, ya sebaiknya ke kancab. Biar tidur lebih tenang hehehe.

      • Dari segi bunga lebih baik bankneocommerce sampai 8% pa baru lauching beberapa minggu juga. jadi kemungkinan baru bakar uang. Sayang kartunya GPN dan gak ada debit online. ntar ada waktu bisa juga coba buka bankneocommerce

        1 bank digital dari startup dari akulaku udah muncul tinggal nunggu seabank bank dan bank jago. Tapi kemungkinan Bank jago pasti lebih kreatif membuat fitur. Mengingat bank digital fitur E card sama X-cardnya cuman Jenius yang ada. Mungkin aja Bank Jago bisa jadi fitur pengembangan dari Jenius

      • Wah, iya. Saya baru reservasi pembukaan rekening dua hari lalu. Belum bisa buka rekening online via aplikasinya, Neo+. Mayan tuh, ambil duitnya sebelum dihangusin. Kakak udah punya rekeningnya, ya?

        Ini bakal makin seru. Makin banyak pilihan, biaya layanan bakal makin bersaing. Jangan lupa BCA Digital.

      • bank neo belum daftar min. fiturnya gimana min? dapat uang juga ya. boleh jg dibahas min. iy bank lain udah gak bakar uang lagi cari yang masih dapat uang y biar dapat uang tanpa kerja dulu ya min. maklum orang Indonesia .

      • Kalo dari aplikasinya, Neo+, kelihatan standar sih. Tapi belum tahu juga, belum buka rekeningnya. Masih di waiting list. Nanti coba ta ulas.

        Kalo bisa ongkang-ongkang kaki, kenapa harus banting tulang? *Let me play the world’s smallest violin, just for you.

      • Want to echo this sih

        “Pilih bank konve (kalo bisa tanpa internet banking) untuk simpen uang itu punya efek psikologis: kerepotan bikin kita mager untuk narik ha-ha.”

        Super true!!! Gw punya nih satu tabungan khusus yg debit only, tanpa m-banking, dan males nyetak buku. Jadi tebak-tebakan aja sisa saldo disitu berapaan, dan gak mudah memindahkan saldo untuk jajan online ataupun investasi dadakan 🙂

  10. Oiya, mau nanya lagi sama author, Tabungam Wokee Bank Bukopin termasuk Bank Digital bukan?

    Mungkin bisa menjadi pertimbangan bagi nasabah-nasabah lain?

    #jenius10perbulan

    Balas
    • Saya daftar Wokee Bukopin dari Agustus 2019. Sampai hari ini rekening gak jadi. Sudah sempat ngurus ke kancab juga, tetep gak kelar. CS bilang, “Tunggu saja.” Sekarang sudah lebih dari setahun. Ini rekor buat saya: pembukaan rekening terlama. Nanti moga sempet nulis soal itu ha-ha.

      Balas
  11. Update mas, mulai tgl 20 november kemarin jenius cuma bisa blokir e-card atau m-card sebanyak 2x per bulan, adakah alternatif lain yg support ehmm netflix hehe

    Balas
    • Wah, ada tambahan info lagi. Makasi ya, Kak. Tiap kartu debit yang sudah nerapin 3D Secure dan mendukung transaksi online internasional (jaringan Mastercard, Visa, dll) harusnya bisa, Kak. BCA, OCBC, Permata, saya sempat ikuti di Twitte resmi mereka bilang bisa. Sayangnya, saya belum mencoba sendiri.

      O ya, maaf URL-nya saya hapus. Saat dibuka responsnya “Forbidden.”

      Balas
    • Kalau TabunganKu yang saya punya: BNI Syariah, CIMB.
      TabunganKu memang benar-benar bebas biaya admin bulanan, karena memang program dari pemerintah kan? #CMIIW

      Nah, kalau ke duan bank yang saya sebut, juga bebas biaya bulanan kartu ATM.

      Tapi karena yg sering saya bukan TabunganKu, jadi setiap 6 bulan mesti Saya transfer ke dua rekening di atas guna menghindari rekening pasif

      Balas
  12. Awalnya hanya punya Jenius dan Digibank, namun digibank hanya untuk cadangan saja karna aplikasi nya kurang suka. Setelah akan diberlakukan feesible jenius mulai lah googling digital bank lain yg tentunya kalau kita daftar akan dapat cuan, sehingga sampai saat ini sudah punya PermataME, D-Save, TMRW, dan ON Account. Memang yg paling unggul setelah Jenius ya TMRW, sepertinya bakalan jadiin TMRW sebagai pengganti Jenius hehe… oiya mau buka akun Nyala juga sih… btw dari yg saya sebutin ada lagi kah digital bank lain yg bisa saya buka selama bebas biaya bulanan?

    Balas
    • Mulai 1 januari 2021, TMRW memberlakukan pembatasan tarik tunai gratis dengan limit 15 kali, setelah itu akan terkena biaya 7500 rupiah per transaksi,

      Balas
    • Ha-ha, tos kita. Saya juga banyak coba-coba karena tergiur bonus saldo/cashback. Wah, rekeningnya banyak euy. Saya sendiri belum punya ON Account dan Digibank. Yang pertama pengajuan saya ditolak (entah kenapa), yang kedua masalah verifikasi biometrik (tidak ada di wilayah tinggal saya). Nyala Digital itu bagus. FYI, saat pengiriman kartu debit Kakak akan mendapat bonus kartu XL gratis. Lumayan buat kartu kedua. Selain itu Nyala juga banyak bonus poin untuk transaksi tertentu. Sebenarnya ada lagi satu, produk dari Bank Bukopin. Namanya Wokee. Agustus 2019 saya mendaftar dan bahkan sempat ke kancabnya. Tapi sampai hari ini, rekening belum jadi. Saya sampai malas ngurusin. Tapi, coba saja. Siapa tahu beruntung ha-ha.

      Balas
  13. Yang dibahas disini uang transfer out ya.. Kalau transfer in apa saja yang gratis gan? Mis bapak saya kirim lewat mandiri ke bank2 tsb, bank apa saja yg gratis..?

    Balas
    • Yap, transfer keluar. Kalo Jenius memang ada “promosi” gratis transfer ke Jenius tiap hari Senin. Di bank lain gak ada. Tapi ini bukan masalah. Ada layanan gratis transfer seperti OY, FLIP, Neu, dan DANA. OY bahkan punya fitur Request yang menyediakan VA khusus dari 5 bank besar (CIMB, Pertama, BCA, BRI, dan Mandiri).

      Balas
      • Ow.. iya juga sih. Tp OY sy gabisa krn masih android 5.0 lol.

        Btw semuanya+nyala bisa transfer lgsg lewat bank ngga ya? Kan DBS kalo transfer lewat bank kena 6500 tuh. Kalo online sih sepertinya semuanya bisa gratis meski berkuota.

      • Wadaw ha-ha. Keknya semua bakal nuntut upgrade versi Android, soalnya demi keamanan.

        Maksudnya lewat teller, ya? Harusnya bisa. Cuma saya gak tau biayanya. Belum pernah coba. Biasanya setor tunai di ATM, baru transfer via app/internet banking.

        Rata-rata rekening digital ngasih kuota gratis admin transfer, dengan S&K masing-masing. Cobain D-Save Danamon & TMRW, Kak. Keduanya gratis bea transfer tanpa syarat. D-Save 10 kali, TMRW tanpa kuota.

  14. Mengenai Jenius, saya pernah membaca Reteweet di Tweet Anda yang membahas perbankan di luar negeri #CMIIW

    Jenius ini sudah melanggar persyaratan sebagai Digital/Branchless Banking karena adanya biaya admin yang seharusnya tidak dikenakan kepada Bank Digital. Terlebih Jenius sudah sedikit ATM, sedikit kantor cabang, sudah ada pemasukan dari: Bunga Flexi Cash, biaya denda, biaya dormant, dll.

    Bulan kemarin Saya sudah menutup Flexi Cash dan meminta Surat Penutupan Flexi Cash (dikirim ke email). Pertengahan bulan ini saya akan tutup rekening Jenius

    #GoodByeJenius

    Balas
    • Yap, saya me-retweet utas Pak Poltak Hotradero.

      Saya pikir bukan “melanggar persyaratan” ya, karena memang tidak ada aturan yang menyebutkan demikian. Hanya saja, rasanya tidak “etis” (tanda petik, ya). Ketika biaya pengelolaan dana makin murah seiring perkembangan teknologi, bank masih menerapkan skema biaya yang sama.

      Balas
      • New time, same old thinking, perhaps? Gak ada fee-based income, bukan bank namanya 🤣🤭

      • Begitulah. Menariknya, di Inggris, tempat perbankan digital berkembang pesat, challenger bank lebih dulu nerapin skema biaya subscription.

  15. Saya memiliki akun jenius dan ipotpay. Sayang jenius sebentar lagi akan dikenakan biaya bulanan, kayanya akan ada kata goodbye. Sementara ipotpay jarang saya gunakan. Saya juga pake ewallet spt OVO, Gopay dan Linkaja. Cm ewallet yg saya sebutkan di atas kan transfernya limit banget. Yang saya butuhkan adalah bank digital yg memberikan fasilitas transfer gratis unlimited. Dulu Oy unlimited. Tapi sekarang hrs dibawah 5 juta. Kira-kira bank digital atau aplikasi apa yg bisa memberikan fasilitas tersebut? Kalau ada yg fasilitan kartu kredit virtual semacam ecard jenius
    Ga ada bunganya ga apa-apa. Saya ga butuh itu, yg hisa transfer gratis antar bank tiap hari tanpa ada limit maksimal
    Terimakasih

    Balas
    • Kalo transfer gratis tanpa limit dan syarat, untuk sementara cuma TMRW. Sayangnya, TMRW gak punya fitur e-card/debit digital. Yang lain, seperti halnya Jenius, ada kuota 10 kali transfer (misal, D-Save Danamon, Nyala Digital OCBC). Masing-masing punya plus-minus sendiri. Sebaiknya sih punya rekening digital lebih dari satu, maksimalin masing-masing fitur unggulan. Selama gada biaya tambahan, itu gak masalah.

      Balas
  16. Mas, mungkin bisa coba DSave nya Danamon buat transfer online antar bank. Dsave ini aneh, di aplikasi tertulis ada biaya transfer tapi nyatanya kalau trasnfer tidak dipotong biaya transfer. Tarik tunai di atm lain juga. tidak ada sarat apa2. tapi ada limit 10x sebulan. Sesuai dengan di web nya.

    Balas
    • O iya, benar. Saya sudah pernah coba dan pakai beberapa kali. Saya juga sempat ngobrol dengan CS Danamon soal ini. Katanya itu memang “cara kerja aplikasinya.” Saya lupa nambahin infonya ke artikel. Makasi udah ngingetin.

      Balas
    • Never Gonna Give You Up, ha-ha.

      Semua layanan di atas punya potensi “murtad.” Jenius cuma jadi yang pertama aja. Nanti yang lain kalo udah ngerasa cukup merengkuh nasabah, mungkin aja nyusul.

      Balas
  17. Kak Orang Kamar, mau nanya dong. Kebetulan saya mau pindah dari Jenius ke layanan perbankan lain setelah update “feesible”nya Jenius, dan tertarik sama Danamon D-Save karena fitur bebas biaya administrasinya. Kira-kira kartu debit D-Save ini bisa dipakai untuk transaksi luar negeri juga ngga sih kak (e.g. buat Netflix dan Spotify)? Karena setelah saya cek di websitenya, ternyata kartu debitnya Danamon bisa dibuat agar punya logo Mastercard.

    Makasih jawabannya!

    Balas
    • Belum bisa, Kak. Meski prinsipalnya Mastercard, kartu debit Danamon mewajibkan merchant pake 3D Secure (yg mendukung pengiriman OTP sebagai otorisasi transaksi). Sayangnya Netflix dkk belum mendukung 3D Secure.

      Untuk alasan ini, Jenius masih jauh unggul dibanding yang lain.

      Balas
    • Penjelasan digibank: waktu dan tempat kita yang tentuin dan mereka bakal nyamperin. Tentunya selama ada agen di sekitar wilayah tempat janjian.

      Wilayah yang mereka dukung: Jabodetabek, Bandung, Surabaya, Yogya, & Medan.

      Tapi di masa pandemi gini, saya kurang tahu gimana kebijakan mereka.

      Balas
      • Saya sempat menanyakan hal ini ke CS Jenius. Jawaban mereka, tunggakan feesible (biaya admin) maksimal Rp 120K atau 12 bulan. Tapi saat saya tanya apa yang terjadi jika tunggakan melebihi batas tersebut (ditutup, atau gimana), jawaban mereka: “Kami belum mempunyai informasinya.”

        Saya kaget. Ternyata mereka belum menentukan gimana nasib rekening pengguna jika terjadi tunggakan berlanjut.

    • Sudah ketemu penggantinya, Kak? Sialnya, beberapa fitur Jenius, kayak e-card, masih belum ada tandingannya. Selama masih ada duit minimal Rp 5 juta di Flexi Saver (asumsi bunga 3% p.a), biaya admin Rp 10K masih ketutup. Cuma ya gitu … Ha-ha.

      Balas
  18. Saya tambahin lagi min orang kamar, saya menemukan beberapa tabungan online seperti

    Tabungan Maksi by Maybank

    Gratis biaya admin
    Gratis biaya transfer dengan limit 75x/bulan via aplikasi
    Gratis tarik tunai di ATM bersama dengan limit 30x/bulan
    Suku bunga paling tinggi saat ini 2% {kemaren masih 3%}

    Tabungan One Account by UOB

    Gratis biaya admin dengan minimal saldo 5 juta
    Gratis biaya transfer dengan limit 5x/bulan via aplikasi
    Gratis tarik tunai di ATM bersama dengan minimal saldo 1 juta/bulan
    Suku bunga paling tinggi saat ini 0,5% dengan tambahan bunga bonus pertama 2,5%* plus bunga bonus kedua 5%** dengan syarat dan ketentuan berlaku {jadi kita dapat 3 bunga}***

    *syarat bonus pertama ada transaksi pengeluaran sebesar 1 juta dalam 1 bulan
    **syarat bonus kedua adalah syarat bonus pertama+ada transaksi pemasukan sebesar 250 ribu dalam 1 bulan
    ***jika tabungan melebihi 500 juta bonus tidak berlaku {tapi bunga dasar tetep berlaku}

    Tabungan Stash by UOB

    Gratis biaya admin
    Gratis biaya transfer
    Gratis tarik tunai di ATM bersama
    Suku bunga paling tinggi saat ini 0,75% dengan tambahan bunga bonus 5%*

    *berlaku selama tabungan dibawah 1 milyar

    Itu dulu usulnya min, kalo dibahas lebih lanjut bagus kayaknya,

    Oke, selamat bersukses ria.

    Balas
    • Makasi masukannya, Kak. Sialnya, ketiganya punya ketentuan saldo mengendap/ditahan. Yang pertama mungkin bakal saya coba dalam waktu dekat: logo macan dan warna kuningnya menarik ha-ha.

      Balas
    • maksi ada biaya admin kalo ga sesuai ketentuan.

      mending maybank yg mywadiah, gratis admin no syarat, gratis tf 75x/bulan, gratis tartun 30x/bulan

      Balas
      • Makasi infonya, Kak. Kekurangannya cuma di ketentuan saldo tidak bisa ditarik, ya? Tapi itupun masih worth sih untuk menikmati fasilitas gratis transfer & tarik tunai sebanyak itu, jugaan hanya sekali.

      • worth banget dongg, saldo mengendap cuma 50k dan itupun cuma sekali

        sama kekurangannya itu bukan bank digital, jadi harus buka di cabang wkwk

  19. Bank digital pertama saya adalah Digibank. Namun, karena mengalami pengalaman yg tidak enak, yaitu duplicate transfers, maka saya memutuskan untuk tidak menggunakannya sama sekali hingga hari ini. Untung aja transfernya ke temen sendiri. Jadi waktu itu saya transfer sebesar 1 juta rupiah. Tapi entah kenapa jadi transfer sekali lagi tanpa saya ketahui.
    Saat ini masih aktif di Jenius, tapi ini baru tahu ada Feesible dan lagi mencari bank digital yg lain. Salah satu yg saya suka dari Jenius adalah bisa digunakan di beberapa devices. Saya juga sedang mencoba TMRW by UOB, tapi sayang sekali ga bisa multiple devices..

    Balas
    • Gak dikonfirmasi ke CS Digibank pas itu, Kak? Itu serem banget, euy.

      Kalo terbiasa multiple devices, coba cek Nyala OCBC. Doi punya fitur pengelolaan multi-perangkat, Kak. Meski saya pikir multi perangkat itu kurang aman.

      O iya, selama kita masih perlu metode pembayaran layanan luar macam Netflix (selain kartu kredit), nyari pengganti Jenius rasanya bakal agak susah. Selamat intip-intip, Kak.

      Balas
  20. Sejauh ini masih pake Jenius sih kalau saya, soalnya fiturnya masih paling komprehensif dibandnig yang lain. Btw kualitas konten blognya bagus banget bang, keep up the good work

    Balas
    • Yap, fitur-fiturnya Si Jenius Cerdas Pintar Cerdik Kancil ni emang belum ada yang ngalahin. Paket lengkap sejuta umat.

      Makasi, Kak. Sering-sering main dan komen ya, biar gak banyak laba-laba kolom komentarnya.

      Balas
  21. Sempat nyaris kecewa karena gak ada SOL di 5 besar (ketauan banget bias saya, ngefans ke SOL wkwk), but I’m happy you put it at the extra list hahaha. Btw setelah kemarin buat SOL, I decided to also open TMRW and Digibank HAHAHAHA, thanks to your article bikin gw penasaran sama semua apps digital bank ini.

    Pengalaman gw so far oke not oke juga sih. I had a problem on video call verification di TMRW karena KTP kabur dan kamera depan gagal fokus, jadi terpaksa ngunjungi cabang UOB terdekat di ibukota provinsi sebelah utk otentikasi manual sama CS nya dan baru aktif 3 hari kerja kemudian. Positifnya, UI/UX nya lucu banget!! Who can’t resist the City of TMRW? Cocok banget buat target nabung.

    On Digibank, need to highly agree with you on the face-to-face verification, kemarin kebetulan karena sedang keluar kota dan disitu ada cabang DBS, setelah saya mengurus si TMRW, cus saya urus Digibank. Prosesnya instan sih, setelah verifikasi agen, bisa langsung pakai akunnya, which is good compared to TMRW. Digibank juga akan sangat berguna untuk transfer ke LN dengan fitur DBS Remit yang bisa gratis ke 10 negara CMIIW. Next, SOL rate deposito nya mantap banget, bisa 4.25% p.a. walaupun 1 bulan dan minimal 1 juta, verifikasi video call lancar jaya (mungkin karena mereka gak terlalu strict kali ya).

    Tapi at the end, untuk tabungan utama, gw masih setia sama Jenius sih. Regardless of that Feesible, gw merasa sangat terbantu dengan fitur Moneytory nya yang bisa kasitau kemana duit kita lari selama ini, plus their online payment masih belum bisa ditandingi bank-bank lain.

    Btw Neo+ nya BNC udah soft launching, Jago udah mau launching juga (based on their socmed), sama Bank Amar juga punya Senyumku loh, mainly undetected. Perhaps can try? Ditunggu ya kak hehehe 😁

    Balas
    • Wah, mantap dong. Nanti cerita-cerita pengalamannya di sini, Kak. O ya, saya malah ngerasa hipster banget sendirian ngulas SOL Shinhan hahaha. Sebelum nulis, saya sempet Googling nyari reviewer lain, tapi gak nemu satupun. Padahal, konsep santainya gada nyaingin.

      Aha, masalah umum pembukaan rekening online. Kalo KTP burem, emang seharusnya gak bisa. Itu buat cegah pembukaan rekening tipu-tipu.

      Btw, di Twitter sempet ada yang kritik artikel ini karena gak singgung aspek keamanan bank, dan itu termasuk pembukaan rekening online (bisa intip di sini). Poin doi bener banget: kemudahan punya konsekuensi sendiri.

      Tapi pertanyaan lanjutannya: kalo emang verifikasi video call sebegitu bercelahnya (gak aman), kenapa regulator gak mempermasalahkan?

      Sampai di sini, sebagai end user, saya menaruh sekian persen “kepasrahan” untuk percaya pada regulasi. Tapi balik lagi, bank itu soal trust. Kalo kita gak percaya, ya jangan. Sesimpel itu.

      Balik ke cerita Kakak, mau ada fee atau nggak, kalo udah nyaman pasti bakal tetep pakai, ya. Masih belum ada yang on par sama fitur dan layanan Jenius. Eh, di Digibank ada fitur kek Moneytory, ndak?

      Yap. Aku udah reservasi buka rekening Neo+, tapi kayaknya gak kebagian kuota nasabah awal dong. Bank Jago mungkin bakal mepet Digital BCA launching-nya. Wah, iya bener Senyumku. Bakal ta coba. Makasi obrolannya ya, Kak.

      Balas
      • Satu-satu aku bales ya hahaha, seneng bisa ngobrol disini:

        1. Tunggu saya review SOL di blog pribadi ya, kapan sempat hahaha (I stan Shinhan SOL 💙🙏), biar jangan sendirian kakak 🥲

        2. Good point on the kepasrahan kak. Mungkin IMO, mereka dah ngeliat muka kita live video, dah liat pas foto KTP yg clear di database mereka, udh cukup kali ya. Saya yakin regulator gak se-loose itu juga. Btw, saya juga sudah komen di artikel Jago ttg gila dan ngerinya kecepatan verifikasi video call mereka 🥲

        3. Hmm Digibank belum cek sih, tapi ada lihat fitur Budget, tapi sepertinya manual entry gitu. Gak kayak Moneytory yang bisa langsung kategorikan

      • 1) Aye, ta tunggu ulasannya. Jangan lupa isi link-nya di sini yak biar yang lain juga bisa baca.

        2) Tingkat “kepasrahannya” mesti dalam taraf sehat, artinya gak menampik sama sekali ada bank yang lebih serius soal keamanan dan ada yang ala kadarnya. Saya sebenernya berharap ada liputan investigatif dari media Indonesia mengenai persoalan yang muncul seiring perkembangan “bank digital” ini, biar kita bisa punya gambaran lebih bagus soal praktiknya. Rasanya ada banyak sekali hehehe. Misal, saya pernah nganter kawan saya daftar Jenius melalui booth di mall, tapi batal setelah dia diberitahu nama dan NIK-nya ternyata sudah terdaftar sebagai nasabah. Gimana bisa? Hahaha. Sayangnya waktu itu dia gak mau share pengalamannya secara publik.

        3) Wah, kurang praktis ya.

  22. Wah, seneng banget ketemu blog post ini yang lumayan komprehensif bahas keunggulan masing2 bank. Mau nanya nih kak, berencana review bank neo commerce dan bank jago yang tanggal 15 besok rilis ga ya? Khususnya klo bank neo commerce kok agak kurang hype nya gitu.. saya aja kalo ga ketemu ig ads ga bakal tau bank neo commerce udah rilis appnya

    Balas
    • Wah! Makasi udah mampir, Kak.

      Pastinya, Kak. Sayangnya, Bank Neo belum mendukung pendaftaran online, jadi saya belum bisa nyoba langsung. Mereka masih pakai sistem reservasi (yang katanya pendaftarannya bakal dibantu secara online oleh pihak bank) dan kayaknya saya gak kebagian jatah hahaha.

      Soal hype itu, kayaknya emang pilihan mereka. Neo lebih ngandelin skema referral atau mulut ke mulut. Kalo Bank Jago, ada banyak hal yang bikin orang penasaran — misal, beberapa jajaran eksekutifnya dulu kerja di Jenius sehingga ada harapan lebih — termasuk branding-nya yang cerdik banget. Pemilihan nama Jago itu efektif sebagai sistem identitas: plesetan dari Bang Jago (mudah diinget, santai, dan udah pop), JadiJago (menjadi nasabah Jago), penyebutan Jagoan (pilihan layanan perbankan diasosiasikan dengan “kepahlawanan”, mirip Cerdikiawan-nya Gojek), dst.

      Balas
  23. Ralat Kekurangan TMRW no2 gak berlaku min. ane baru daftar full online langsung bisa pakai transfer2 bebas admin.

    2. Internet banking tidak otomatis aktif, harus aktivasi ke kantor cabang UOB(sudah bisa full online)

    Balas
  24. Bagi saya, digibank salah satu digital banking yang fitur nya lengkap, yg lain saya belum ketemu bisa beli/jual obligasi di pasar perdana dan pasar sekunder (ini fitur paling hebat karena proses belakang nya sangat rumit dibandingkan dengan fitur2 tabungan/tampilan), apa lagi deposito minimal 1jt saja, yg lain setau saya min 10jt, trus ada jg seperti flexi saver nya jenius namanya tabungan maxi, ada jg fitur kartu kredit nya nge link dengan aplikasinya, coba aja buka digibank min

    saya pernah apply untuk pengajuan pinjaman mobil/kpr, tapi tabungan digital (jenius & digibank) tidak diterima sebagai rekening untuk di review, kalau permata mungkin bisa karena masih termasuk bank konvensional, oia untuk permata, promo cashback per bulan nya gede bs sampai 50rb, jadi saya masih pakai permata

    Balas
    • Wah, saya ngebet bukanya tapi di daerah saya belum ada agen/booth Digibank. Menarik banget si Digi, yak. Oh iya, Bank Shinhan Indonesia minimal depositonya juga Rp 1 juta, Kak.

      Kalo boleh tahu, pengajua KPR-nnya di mana, Kak?
      Iya, Permata masih “bakar-bakar” mereka hehehe.

      Balas
      • oh gitu, bank shinhan bagus jg ya, pernah pengajuan pinjaman mobil di maybank finance, utk rek jenius/digibank gk diterima, kalau kpr blom pernah coba tp pasti lebih ketat dr pinjaman mobil. jadi kalau untuk rekening utama kyknya saat ini masih perlu butuh rekening bank konventional

      • Yap, depositonya mayan enak.

        Apa alasan penolakannya, Kak? Padahal keduanya produk tabungan perbankan yang teregulasi. Apa karena gak ada buku tabungannya?

      • kurang tau jg kenapa gk diterima, mungkin karena rekening bank digital nyk dijadikan penipuan jadi mungkin di blacklist oleh leasing, malah minta rek bca yang isinya cuma trx numpang lewat, padahal saldo nya lbh byk di rekening digital

      • Wah, lucu juga ya hahaha. Mereka lebih yakin sama yang numpang lewat di BCA. Menarik. Makasi udah sharing, Kak.

  25. Wah, kebetulan saya udah punya jenius, baru punya 2 tahun-an sih, wkwk, selama ini sih ok2 aja, ya cuma itu, kalo lagi peak hour suka lemot jadinya kalo ada transaksi dadakan bikin kesel sama feeseible-nya itu, saya bertahan sama Jenius karena cabang bank induknya BTPN kebetulan deket rumah saya. Saya juga mau biki nakun ban kdigital lain buat second opinion, tapi cuma Digibank yang “paling deket” kantor cabangnya in case kalo ada apa2 atau mau nabung uang secara fisik. Tapi secara feature saya lebih suka TMRW by UOB tapi sayang ngak punya E-Debit kayak Jenius, kalo digibank deposito-nya yang ngak bisa se fleksibel Flexi Saver Jenius

    Oiya, bunga felxi makin tuurn BTW, WKWK

    Dari awal bikin 5 % p/a, jadi 2,5 % p/a, ckck

    Balas
    • Yap, keluhan kita sama. Pas jam sibuk, saya sering mikir logo Jenius itu sebenernya ilustrasi “guwer-guwer loading.” Hahaha.

      Wah, enak banget kantornya pada deket. Saya kepikiran soal “nabung uang secara fisik.” Coba intip Bank Sinarmas, Kak. Mereka kerjasama dengan jaringan Alfamart buat sediain layanan setor-tarik tunai. Yang lain kok gada, misal, kerjasama dengan Pos Indonesia yang jaringannya maha luas — seenggaknya buat setor tunai.

      Hahaha, bisa jadi bakal turun lagi bunga Flexi. Jago 3,5%, TMRW 4% 🙂

      Eh, tapi kalo lihat suku bunga sekarang, deposito rasanya kurang menarik ya? Saya pribadi milih naruh sebagian “uang darurat” di Reksa Dana Tokopedia (RD pasar uang, return 5%-an, tanpa pajak tambahan), semata kerna doi punya fitur pencairan instan. Jadi pas ada keperluan mendadak bisa langsung dicairkan, gak pake nunggu 2 – 7 hari kayak reksa dana biasanya.

      O iya, nanti share pengalamannya kalo jadi buka rekening baru, Kak.

      Balas
      • Hmm, menarik juga Tokopedia ReksaDana, mungkin bisa juga dipertimbangkan buat kedepannya

        Sebenernya, saya juga tertarik sama “The other J” alias Jago, Bank “aslinya” Artos sepertinya juga ngak jauh dari rumah saya, deket2 sama bank DBS juga, mungkin juga bisa opsi juga mengingat teman2 saya banyak yg buka disitu sebagai pengganti jenius

      • Yup 🙂

        Astaga, enak banget. Itu bisa ambil antrean terus ditinggal ngopi di rumah tuh, Kak. Si Kukuruyuk ajib kok tu. Tapi beberapa nasabah ada yang ngeluhin debit paywave-nya belum bisa dipakek di merchant offline.

        O iya, saya kemarin nerbitin ulasan CommBank SmartSaver. Kalo ada waktu coba diintip, Kak.

      • waduh, memang beginilah derita early adaptor, jadi tukang tes, ngeluh, repeat 😀

      • Hahaha bener juga sih. Mereka juga yang biasanya ngasih feedback berharga buat perbaikan layanannya.

      • Hmm, mungkin ada cegukan atau tinggal tunggu aja

        Ok, akan saya cek. Sama coba deh iseng2 bikin blog, kenapa beberapa bank Indo buka cabang sampe sejauh Cayman Island, wkwk. Yang saya tahu Mandiri, BRI, & BII/Maybank ada cabang disana

      • Yoi, Kak.

        Ajib! Menarik tuh dibahas. Tax haven sih yak hahaha. Nanti share di sini ya kalo blog-nya udah terbit.

        (Edit: Astaga, ini maksudnya nyaranin saya nulis blog soal itu, ya? Sori, mata meleng baca komentar hahaha.)

      • Iya, seru tuh tapi sayang kalo pake google stret view kantornya pada di dalam gedung gitu, WKWKWK

        Oiya per tanggal 3 juni akhirnya saya buat akun bank(g) jago dan sabtunya kartu fisik udah nyampe ke tangan, hehe, sayang blum ada versi GPN tapi ya sudahlah, kartunya juga paling unik, ada lekukannya di sebelah kanan

      • Ada rujukan artikel soal ini, gak? Menarik hahaha.

        Cepet sampenya, euy. Lekukannya ngingetin gigitan di logo Apple hahaha.

        Tumben saya lihat ada yang berharap ada versi GPN. Why?

      • Nanti saya baca, yak. Makasi banyak infonya.

        Wah, bener juga. Selama dipake transaksi dalam negeri aja, aman.

  26. Sekarang urutannya begini min:
    1. Digibank
    2. TMRW
    3. Permata ME
    4. D-Save
    5. Jenius
    gitu aja min, 😁😁😁😁😁

    Balas
    • Boleh boleh. Kalo aku, sementara ini, TMRW nomor 1. Alasannya, doi macem kamera point and shot: simpel, mudah dipake, dan to the point fitur dan fungsinya. Lepas dari beberapa kekurangan macem kartunya GPN dan cuma ada sub-rekening tunggal. Buat urusan lainnya, misal investasi, saya pakai platform lain.

      Balas
  27. Baru ini mantengin tulisan soal perbankan, mungkin krn bahas tulisannya sefrequensi sm selera x ya…

    btw, ada 1 hal yg pingin kutanya sama penulis (atau yg lain boleh bgt jawab si)

    buat kita2 yang muda ini kan emg Bank Daring tu bs dibilang kita banget ya, dan dari semua perbankan ada lebih dan kurangnya juga.. Tapi dr tulisan yang dibaca belum liat hal2 yang diharapkan (pinginnya) ada dari Bank Digital ini apa si?

    Balas
    • Wah! Makasi, Kak. Moga tulisan saya gak “krebek-krebek” di sana hehehe.

      Pertanyaan menarik hm. Saya pribadi mikir lebih mudah nunjukin yang gak diharapkan ketimbang yang dipingin. Yang gak saya suka, dan sepertinya ini cukup umum:
      1) Biaya admin ini-itu. Bukan anti fee based income. Contoh: Biaya transfer rasanya masih lebih mending ketimbang admin bulanan, biaya dormant, dan saldo mengendap.
      2) CS susah dijangkau. Mosok, misal, masalah transaksi 50 ribu bisa ngabisin pulsa 25 ribu nelpon Call Center. 50%.
      3) Urusan di kancab yang ruwet dan lama. Birokratis?
      4) Nasabah ngerasa gak punya kontrol atas uang dan keamanannya. Itu kenapa fitur macem notifikasi instan, blokir debit sementara, atau semacemnya digemari. Fitur “depan layar.”
      5) App gak handal. Lemot di jam sibuk.

      Yang saya harepin? Ini bakal makan waktu lebih lama mikirinnya hehehe. Nanti perlu dijadiin artikel nih. Thanks, yak!

      Balas
  28. kak, dari bank digital yg ada di artikel ini
    selain jenius yg bisa buat pembayaran online di website luar negeri yg mana. dan kalo bisa yg bisa verifikasi paypal

    Balas
    • Beberapa bahasan forum, cuitan, dan artikel menyebut kartu debit PermataMe, Jago, Digibank, dan CommBank Mastercard bisa dipakai transaksi luar (non-3DS), termasuk PayPal. Perlu dicatat, masing-masing bank bisa punya whitelist sendiri situs/merchant mana saja yang didukung.

      NB: Saya belum mencoba sendiri semuanya.

      Balas
  29. Saya mau bertanya apakah Jago bisa digunakan untuk transaksi di aliexpress atau merchant yang mendukung 3dsecure?

    Balas
    • Debit Visa Bank Jago mendukung protokol 3D Secure (otoritasi OTP via SMS). Rata-rata merchant dalam negeri pakek 3D Secure. Untuk traksaksi internasional, bank biasanya pake mekanisme whitelist: merchant-merchant khusus dikecualikan sehingga kartu debit bisa dipakai tanpa 3D Secure (misal, Netflix dan Spotify).

      Kalo spesifik AliExpress, saya kurang tahu, Kak. Mungkin nanti pembaca lain bisa bantu jawab, ya.

      Balas
  30. Saya pakai semua,

    Yang terbaik : Digibank & Jenius

    Terakhir ini lagi coba blu by BCA Digital

    Sepertinya akan terjadi persaingan seru antar bank digital

    Balas
    • Saya penasaran banget sama Digibank, tapi sampai sekarang belum bisa buka rekeningnya. Katanya Juli ini bakal bisa verifikasi dengan scan wajah, eh tapi gak jadi-jadi padahal di Play Store dan App Store mereka udah nambahin deskripsi fitur baru ini.

      Gimana pengalaman pakek Blu? O iya, saya udah sempet review di sini.

      Balas
    • Makasi tambahan infonya. Sayang banget mereka gak pake istilah “Digifees” hahaha.

      Gimana pendapat Kakak soal ketentuan barunya?

      Balas
      • Agak susah sih, soalnya digibank secara fitur sekarang udah ga terlalu menang banyak dari yang lain. Saya sendiri masih menggunakan CIMB sebagai bank semi-digital saya yang utama (terutama uang panas) dan hanya menggunakan digibank untuk menyimpan uang dingin di maxi-saver versi digibank.

        Batas 5 juta masih oke sih sebenarnya, dan kalau tidak pandemi, rasanya kebanyakan pengguna juga tidak akan terlalu kesulitan menjaga angka segitu. Cuma memang harus mengurangi kantong2 rekening di bank lainnya dan mengingat tidak ada fitur unggulan, kayaknya orang akan mudah berpaling ke anak2 baru.

        Paling yang terpikir oleh saya beberapa keuntungan yang mungkin ga terlalu relevan untuk kebanyakan orang pecinta bank digital.
        – Kalau punya CC DBS, pengaturan kartu via digibank enak banget, baik untuk pembayaran maupun misal untuk pencairan tunai. Setidaknya dibanding CIMB, Permata, dan BNI yang saya ingat. Tapi bank “digital” yang punya CC apa sih, paling DBS, Permata, UoB yang gede2 kan.
        – Angka yang didapat (kasus deposito) atau yang harus dibayar (kasus pinjaman) yang dibayarkan pun detil ada list per bulan.
        – Transfer Valas yang (katanya) gratis.

        Tapi sekali lagi, saya ragu poin2 di atas itu adalah sesuatu yang dicari orang dalam sebuah bank digital.

      • Eh, saya penasaran. Dengan interest yang kurang kompetitif dibanding, katakanlah reksa dana, kok Kakak tetep milih naruh uang di Deposito (maxi saver atau sejenis)?

        Saya setuju poin ini. Mungkin itu juga yang bikin ketentuan biaya adminnya Digibank gak diprotes keras kayak Feesible.

        Tiga keuntungan itu (kita bisa tambahin poin akses investasi reksa dana dan obligasi langsung dari app) saya pikir masih relevan dipakai poin pembanding. Makin lama, setelah era bakar duit habis, fitur-fitur itu bakal lebih diperhatikan.

      • Sori ralat, Flexi Saver maksudnya. Kalau untuk Maxi memang sudah tidak terlalu dipakai, kecuali sekalian menjaga saldo minimal (misal permataME 5jt kalau mau full cashback). Tapi udah hampir ga kepake sih memang. Kalau Flexi memang masih dipakai untuk simpanan yang mungkin perlu dadakan ketimbang reksadana yang cairnya minimal 2 hari kerja.

        Saya pribadi jujur masih belum pakai reksadana/obligasi langsung dari bank.. masih biasa lari ke bareksa atau bibit..

      • Ow, I see. Tempat duit darurat.

        Sama sih hahaha. O iya, Bibit sama Jago lagi kembangin fitur pencairan dana instan. Jadi nanti pengguna gak perlu tunggu T+sekian hari untuk pencairan. Mereka nyusul Tokopedia ReksaDana dan OVO Invest yang lebih dulu punya fitur serupa.

      • Dulu saya ngebet banget sama digibank, sekarang kog agak gimana gitu, kayaknya saya akan tikung si jago, gimana min?

  31. Ngomong-ngomong dengan adanya 7 bank baru yang direview, apakah akan ada update 5 besarnya, atau mungkin akan ada artikel 5 besar baru setiap sekian saat (kuartal/semester/tahun?)

    Balas
    • Akan ada update sekaligus artikel baru juga. Artikel baru bakal berisi “Yang Terbaik” untuk masing-masing kategori (misal, Deposito Terbaik, Kartu Debit Terbaik, dst). Rencananya bakal di-update besar setahun sekali dan minor 6 bulan sekali.

      O iya, ada saran gak untuk pengembangan artikelnya, Kak? Pasti ada aspek yang saya lewatkan. Atau masukan untuk artikel lain (apa yang perlu dibahas, dsb).

      Balas
      • Apa ya.. udah keren sih..
        Aksesibilitas mungkin kalau yang menurut saya cukup penting, terutama kalau mau jadi bahan pertimbangan untuk kandidat bank utama sehari2.
        Misal kuota gratis transfer / tarik tunai bulanan dan apakah ada syarat saldonya.
        Di review individual sudah ada sih, tapi untuk review vs seperti ini mungkin perlu juga ditambahkan.

        Kalau untuk request artikel, gimana kalau bank2 semi-digital. Misal seperti jagoan saya CIMB octo saver hehe. Masih ada minimum saldo mengendap memang, tapi pembukaan rekening bisa full online, gratis transfer/tarik/topup, pembelian reksadana, dll.
        Karena seperti yang ditulis di epilog, banyak bank konve yang sok2an jadi digital tapi masih menodong ini itu dengan syarat macam2, namun sekarang makin banyak juga bank digital yang sok2an jadi konve dengan menodong ini itu dan syarat macam2

      • Noted! Nanti saya tambahin perlahan. Keknya perlu artikel khusus soal layak/nggaknya jadi bank utama. Thanks ya.

        Octo Saver udah masuk list, Kak. Saya tertarik sama QRIS-nya si Octo. Untuk sumber dana QRIS, saldo bisa di-combine dengan Poin dan limit kartu kredit. Menarik.

        Poin terakhir bener banget itu mah. Yang awalnya menjarakkan diri dari bank konve, makin lama makin serupa. Konsumen mesti cerdas soal ini: itu bank, bukan sahabat kita. Di UK, rumahnya bank digital, juga udah mulai ngenain biaya admin. Sama kek Jenius, di sana mereka pilih istilah subcscription.

  32. Sekedar izin pengalaman saya hari ini coba daftar Line Bank dan TMRW tapi keduanya ditolak dan harus ke kantor cabang, setelah saya bertanya ke CS ternyata karena pekerjaan saya PNS. (Entah mengapa tapi regulasinya seperti itu) 😅

    Balas
  33. Apakah sudah ada bank digital yg bisa menggantikan fitur ecard dan flexi saver nya Jenius?
    2 fitur tsb yg paling sering saya gunakan dan penting menurut saya. Ecard nya mantap banget buat belanja di merchant luar seperti Gplay, iTunes, atau beli lisensi Zoom. Flexi saver sih lebih ke pembagian pos-pos dana aja. Mana tabungan pribadi, mana yg duit lisensi Zoom titipan orang. Sedang mikir mau pindah karena baru kemarenan hape daily matot dan saya tidak bisa login aplikasi Jenius di hape cadangan, harus unlink device dulu via telp dan tadi sudah coba namun gagal. Entah mungkin jawaban saya ada yg salah jadi data tidak match, terpaksa harus ke cabang. Sementara aplikasi mobile banking lain masih santai aja dengan OTP. Mana lagi maintenance belom kelar juga di sisi website-nya…
    Kelambatan aplikasi dan feesible-nya masih bisa saya tolerir sih, selama fitur-fiturnya memang unggul…

    Balas
    • Yap, Jenius makin ketat soal perangkat terhubung akibat banyak kasus kebobolan dana nasabah belakangan. Mereka mulai berbenah, terlepas dari “lebih ribet: ragara ketentuan barunya.

      Kalo Kakak nyari satu bank atau satu rekening, kayaknya belum ada deh yang bisa sepenuhnya gantiin Jenius. Sementara yang paling deket ya Bank Jago, sub-rekening banyak dan fitur debit digital. Sayangnya, ada banyak keluhan soal transaksi kartu debit yang belum diterima di beberapa merchant internasional.

      Tapi untuk urusan sub-rekening (Kantong/Pocket), Jago sih juaranya. Kakak bisa bikin sampe 20 sub-rekening Saving dan 20 sub-rekening Spending. Jadi kalo Kakak handle pembelian banyak lisensi layanan luar (dengan asumsi merchant-nya sudah didukung), Bank Jago bakal jadi penyelamat yang pas.

      Bank lain yang juga perlu dilirik: LINE Bank. Sayangnya, hanya pembuatan kartu debit pertama yang gratis, seterusnya kena Rp50.000. Yang juga kurang, LINE Bank gak ada “debit virtual.”

      Balas
  34. kebetulan saya punya beberapa bank digital. kalo urutan saya

    1. Jago, UI enak banget, kartu debit bagus. cuma ada kuota trf aja sih
    2. TMRW, UI enak, Kartu bagus walau GPN minusnya status transaksi dalam proses terus padahal udah berhasil. gada kuota2 an
    3. LIne Bank, bener2 buat saving menunya dikit banget, kartu debit lucu, cuma saya harus ke cabang buat daftar karena PNS katanya kalo PNS harus ke cabang
    4. Permata Mobile X, emang sih bener ui nya warna warni dan geser2, tapi enak kok dipakainya buat saya. ada admin 5000
    5. Commbank, gabisa pake face id dan daftar mesti ke cabang cuma ya enak cabang sepii, kartu debit bisa 2 dan 22 nya terhubung ke rekening yang sama
    6. M2U Maybank, UI jelek, cashbacknya lumayan banget, desain kartu simpel cuma maybank warna kuning dan udah wkwk
    7. Seabank, ala ala shopee bunga7% ala ala aga takut nyimpen gede karena masih gajebo
    8. motion banking, bikin mudah, kartu debit gadikirim sebelum telf call center wkwkwk dan mesti beli kartu 35 apa 50 ya lupa.

    yang bikin nyesel buka

    1. One Mobile, bikin karena event di PVJ buka taka dapet koper. oke lah lumayan 500rb x 12 . Katanya free transfer eh engga, kena admin trf, UI pusing, dan kurang warna warni merah aja semua.
    2. –>> JENIUS <– Bank digital paling bikin nyesel bikinnya, udah mah daftar dikejar kejar kaya punya hutang, penipuan feesible, setelah ada feesible ga saya pake lagi. temen2 tau kan yang namanya rekening dorman? nah dia ga ada sistem rekening dorman, mau si jenius gadipake juga terus aja ditagih sampe jadi hutang wkwkw.. mau tutup ke sales yg dimall selalu alesan yang punya kewenangan nutup ga ada, harus ada dia nya, saya tanya ke btpn bisa ga, katanya gabisa, lah lucu banget, padahal kan produk btpn.

    digibank belum buka krena susah bikinnya, males ke cabang.

    Balas
  35. emang save money itu penting banget. Makanya anak saya, saya ajarkan untuk nabung dari sekarang. Bapaknya mah nabung di bank, anaknya di celengan. Tapi dia emang suka sih, bahkan pas ke Toko ACE Hardware deket rumah, dia sendiri yang pilih celengannya. Bagus lah, hemat pangkal kaya ya nak.

    Balas

Tinggalkan Balasan