Apakah Bibit (Reksa Dana) Aman?

Apakah Bibit (Reksa dana) Aman?

Umumnya, pertimbangan mengenai apakah suatu layanan keuangan (termasuk APERD Bibit) aman digunakan atau tidak akan berputar di aspek legalitas (itupun terbatas pada perihal terdaftar di OJK). Padahal, terdapat banyak aspek keamanan lainnya yang perlu ditengok, seperti permodalan (salah satu ukuran untuk menilai ketahanan perusahaan terhadap krisis) dan prosedur keamanan pada aplikasi dan kanal layanan lain.

Baca Selengkapnya

Apakah Superbank Aman? Legalitas, LPS, Permodalan, dll.

Apakah Superbank Aman? Apakah Superbank penipu? Keamanan aplikasi Superbank

Umumnya, pertimbangan apakah suatu bank aman digunakan atau tidak akan berputar di aspek legalitas (itupun terbatas pada perihal terdaftar di OJK). Padahal, jika dinilai dari aspek legalitas tok, suatu bank bisa dipastikan “aman”, mengingat ada aturan perundangan yang mengikat bank yang beroperasi di Indonesia. Bank sudah pasti mesti terdaftar di OJK.

Baca Selengkapnya

Apakah Blu BCA Digital Aman? Legalitas, LPS, Permodalan, dll.

Apakah Blu BCA Digital Aman - Legalitas, LPS, Permodalan, dll

Umumnya, pertimbangan apakah suatu bank aman digunakan atau tidak akan berputar di aspek legalitas (itupun terbatas pada perihal terdaftar di OJK). Padahal, jika dinilai dari aspek legalitas tok, suatu bank bisa dipastikan “aman”, mengingat ada aturan perundangan yang mengikat bank yang beroperasi di Indonesia. Bank sudah pasti mesti terdaftar di OJK.

Baca Selengkapnya

Apakah Bank Saqu Aman? Legalitas, LPS, Permodalan, dll.

Apakah Bank Saqu Aman?

Saat orang menimbang apakah suatu bank aman digunakan atau tidak, umumnya mereka hanya berputar di aspek legalitas. Padahal, jika dinilai dari aspek legalitas tok, suatu bank bisa dipastikan “aman”, mengingat ada aturan perundangan yang mengikat bank yang beroperasi di Indonesia.

Namun, kita perlu tengok aspek keamanan lain seperti penjaminan LPS (menyoal eligible tidaknya suatu produk simpanan mendapat penjaminan), permodalan (salah satu corong dalam menilai ketahanan bank terhadap krisis), dan prosedur keamanan pada aplikasi dan kanal layanan lain.

Dengan menimbang aspek-aspek tersebut, mari kita lihat apakah Bank Saqu aman atau tidak.

Pintasan: 1. Sekilas Bank Saqu 2. Legalitas 3. Penjaminan LPS 4. Permodalan 5. Keamanan Aplikasi Bank Saqu 6. Simpulan

💡 Ringkasan: Seluruh bank di Indonesia diwajibkan ikut serta program penjaminan LPS, namun tak serta-merta seluruh simpanan berhak atas penjaminan. Terdapat syarat-syarat mengikat, salah satunya adalah suku bunga bank tak boleh melebihi Tingkat Bunga Penjaminan LPS. Dalam hal ini, terdapat 2 (dua) produk simpanan Bank Saqu yang tak memenuhi syarat. Simak penjelasan di bagian Kepesertaan dan Penjaminan LPS.

Sekilas Bank Saqu

Bank Saqu adalah layanan perbankan digital besutan Bank Jasa Jakarta (BJJ). Bank Saqu mulai dikembangkan pada tahun 2022 setelah dua investor, Astra Financial dan WeLab Sky, mengambil alih masing-masing 49,56% saham BJJ dan menjadi pengendali bank.

BJJ didirikan pada 23 Maret 1971 dengan nama Bank Pasar Warga Grogol dengan status sebagai bank pasar yang berkedudukan di Jakarta.

Bank berganti nama sebanyak 2 (dua) kali sebelum akhirnya pada 7 Januari 1989 resmi menyandang nama Bank Jasa Jakarta dan berubah status menjadi bank umum.

Bank Saqu memiliki misi “menjadi Bank dengan layanan digital terkemuka di Indonesia, mengubah perbankan bagi para Gig Economy, Solopreneur, dan UMKM di Indonesia.”

💡 Info: Saat ini Bank Saqu tengah mengadakan program Warga Get Warga, sebuah program referral dengan benefit bonus saldo.

Gunakan kode referral Bank Saqu QI2Q6B untuk mendapat bonus saldo Rp25.000. Syaratnya simpel, kamu hanya perlu top up saldo minimal Rp100.000 dan mempertahankannya selama 7 hari.

Legalitas

Aspek ini penting untuk melihat kepatuhan hukum bank terhadap peraturan perundangan dan regulasi lain yang mengikatnya.

Bank Jasa Jakarta didirikan dengan nama Bank Pasar Warga Grogol berdasarkan Akta No. 19 pada tanggal 23 Maret 1971. Akta pendirian disahkan Menteri Kehakiman melalui SK No.Y.A.5/229/19 tanggal 18 Juni 1974.

Pada 28 Oktober 1975, Bank Pasar Warga Grogol berganti nama menjadi Bank Pasar Warga Gembira dan telah disahkan Menteri Kehakiman melalui SK No.Y.A.5/329/24 tanggal 12 Juli 1976.

Pada 25 September 1978, bank ini kembali berganti nama. Sekarang dari Bank Pasar Warga Gembira menjadi PT Bank Pasar Jasa Jakarta. Perubahan disahkan Menteri Kehakiman dengan SK No.Y.A.5/313/3 tanggal 7 Agustus 1980.

Baru pada 7 Januari 1989 nama Bank Jasa Jakarta dipakai setelah disahkan Menteri Kehakiman melalui SK No.C.2-5097.HT.01.04-TH 89 tanggal 10 Juni 1989.

Pada tanggal 17 Desember 1988, BJJ mendapat ijin usaha sebagai Bank Umum dari Dirjen Moneter Menkeu melalui Surat No.S961/MK.13/1988.

Bank Jasa Jakarta telah terdaftar dan diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan merupakan peserta Penjaminan LPS.

Penjaminan LPS

Aspek ini berguna untuk melihat keamanan simpanan nasabah dalam hal terjadi kasus pencabutan izin usaha pada bank gagal.

Bank Jasa Jakarta terdaftar sebagai Bank Umum peserta penjaminan LPS dengan Nomor Kepesertaan 10300023. Dengan demikian, nasabah Bank Saqu yang memenuhi syarat berhak atas penjaminan simpanan apabila terjadi kasus bank gagal (likuidasi bank).

Namun perlu dicatat, terdapat 3 (tiga) syarat penjaminan LPS yang perlu diperhatikan:

  1. Tercatat pada pembukuan bank. Data diri dan daftar simpanan nasabah tercatat dalam pembukuan bank.
  2. Tingkat bunga yang diterima tidak melebihi tingkat bunga penjaminan LPS. Lihat Tingkat Bunga Penjaminan di sini.
  3. Tidak melakukan tindakan yang merugikan bank. Misal, jika kamu memiliki kredit macet di bank tersebut.

Yang juga kadang luput adalah terdapat batas besaran simpanan yang dijamin LPS. Sejak 2008, saldo yang dijamin untuk setiap nasabah pada satu bank paling banyak sebesar Rp2 milyar.

Sekarang, perhatikan poin kedua syarat penjaminan di atas yang menyebut suku bunga bank tak boleh melebihi “tingkat bunga penjaminan LPS”. Per 1 Oktober 2023 – 31 Januari 2024, Tingkat Bunga Penjaminan LPS untuk Bank Umum adalah 4.25%.

Itu berarti terdapat 2 (dua) produk simpanan Bank Saqu yang tidak memenuhi syarat penjaminan, yaitu tabungan Saku Booster (10% p.a.) dan sebagian produk deposito Busposito 6 – 10 peserta (5%-6% p.a.).

Sementara produk Saku Utama (0,5%), Saku Nabung (3,5%), Saku Transaksi (0,5%), Deposito Reguler (4,25%), serta Busposito 1 – 5 peserta (4%) telah memenuhi syarat TBP LPS.

ProdukKeteranganBunga (p.a.)Syarat LPS
Saku UtamaRekening utama Bank Saqu0,5%✅
Saku TransaksiSub-rekening untuk transaksi harian0,5%✅
Saku NabungSub-rekening untuk menabung3,5%✅
Saku BoosterSub-rekening khusus guna menyimpan rewards10%🟡
Deposito RegulerSimpanan berjangka4,25%✅
BuspositoDeposito berkuota, dengan jumlah peserta tertentu yang ditentukan Bank Saqu4% (1 – 5 peserta)
5% (6 – 9 peserta)
6% (10 peserta)
🟡
Sumber: FAQ Bank Saqu

Permodalan

Aspek ini merujuk pada POJK tentang Konsolidasi Bank Umum yang melihat “penguatan modal” sebagai upaya “menghadapi dinamika perekonomian”. Modal inti berguna untuk memastikan bank dapat menyerap kerugian tanpa mengancam stabilitas operasional bank.

Bank Saqu (BJJ) telah memenuhi syarat modal inti minimum sebesar Rp3 triliun sebagai Bank Umum, merujuk pada Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) No. 12/POJK.03/2020 tentang Konsolidasi Bank Umum.

Pasca akuisisi oleh Astra dan WeLab, modal inti (Tier 1) Bank Jasa Jakarta naik dari Rp2,1 triliun pada Juni 2022 menjadi Rp6 triliun per September 2023.

Keamanan Aplikasi Bank Saqu

Aspek ini melihat langkah-langkah keamanan yang diterapkan bank pada aplikasi mobile yang menjadi kanal delivery layanan perbankannya.

Layanan Bank Saqu ditawarkan secara online melalui aplikasi mobile banking. Aplikasi Bank Saqu telah terdaftar sebagai Penyelenggara Sistem Elektronik (PSE) sejak Mei 2023 dengan Nomor Tanda Daftar 001482.05/DJAI.PSE/05/2023.

Keamanan login dan transaksi: Bank Saqu mengotorisasi login dengan password dan OTP (khusus login pertama). Nasabah akan menerima email pemberitahuin jika terjadi login di perangkat baru.

Sayangnya, untuk login selanjutnya hanya tersedia opsi password. Ini agak merepotkan. Sementara untuk transaksi in app (transfer, dll), nasabah diminta menginput PIN.

Limit transaksi: Bank Saqu menyediakan pengaturan limit transaksi QRIS, batas transaksi, dan batas transfer harian. Pengaturan dapat ditemukan dengan mengetuk ikon Profil di pojok kanan atas > ketuk Pengaturan > bagian Pengaturan Transaksi.

Notifikasi instan: Bank Saqu mengirim notifikasi untuk setiap transaksi. Push notification akan dikirim secara real time. Notifikasi bisa dilihat di notification bar HP kalian.

Nasabah Bank Saqu juga bebas menghidup-matikan Notifikasi Marketing. Ada dua opsi kanal marketing: Email dan Push Notification.

Ganti perangkat: Bank Saqu belum memiliki fitur ini. Nasabah belum bisa melacak di perangkat mana saja akun mereka login.

Epilog: Apakah Bank Saqu aman?

LegalitasPenjaminan LPSPermodalanAplikasi
Bank Saqu✅🟡✅✅

Lampu kuning untuk aspek Penjaminan LPS. Nasabah perlu memperhatikan bunga yang diterima pada produk Saku Booster dan deposito Busposito. Bunga sebesar 5% – 10% jauh melampaui Tingkat Bunga Penjaminan LPS. Artinya, simpanan di produk ini tak layak menerima penjaminan ketika terjadi kasus bank gagal.

Untungnya, produk Saku Utama (0,5%), Saku Nabung (3,5%), Saku Transaksi (0,5%), Deposito Reguler (4,25%), serta Busposito 1 – 5 peserta (4%) telah memenuhi syarat TBP LPS.

Lampu hijau alias aman untuk ketiga aspek lainnya.

Secara keseluruhan, nasabah dapat menikmati sebagian layanan simpanan Bank Saqu dengan aman. Lampu hijau.


Kamu perlu menimbang kelebihan dan kekurangan Bank Saqu secara menyeluruh? Coba baca review lengkapnya di sini. Pelajari latar belakang perusahaan (termasuk hubungan dengan Astra dan WeLab), produk perbankan yang ditawarkan, biaya layanan, dll.

Sejak 2019, saya telah mengulas belasan bank digital di blog ini. Silakan kunjungi ulasan-ulasan lainnya.

Apakah SeaBank Aman? Legalitas, LPS, Permodalan, dll.

Apakah SeaBank Aman?

Saat orang mengajukan pertanyaan “apakah suatu bank aman digunakan”, umumnya mereka akan mendapat jawaban seputar aspek legalitas. Persoalannya, jika dinilai dari aspek legalitas semata, suatu bank bisa dipastikan “aman”; mengingat ada aturan perundangan yang mengikat sebelum suatu bank dapat beroperasi di Indonesia.

Padahal, sebetulnya ada banyak aspek “keamanan” lain yang perlu digali seperti penjaminan LPS (bukan kepesertaan bank, sebab itu wajib, namun eligible tidaknya suatu produk simpanan mendapat penjaminan), permodalan (salah satu corong menilai ketahanan bank terhadap krisis), dan prosedur keamanan pada aplikasi mobile dan kanal layanan lain.

Lantas, apakah SeaBank aman?

Pintasan: 1. Sekilas SeaBank 2. Legalitas 3. Penjaminan LPS 4. Permodalan 5. Keamanan Aplikasi SeaBank 6. Simpulan

💡 Ringkasan: Seluruh bank di Indonesia memang diwajibkan ikut dalam program penjaminan LPS, namun bukan berarti seluruh simpanan berhak atas penjaminan. Terdapat syarat-syarat yang mesti terpenuhi, salah satunya adalah suku bunga bank tidak boleh melebihi Tingkat Bunga Penjaminan LPS. Dalam hal ini, terdapat 1 (satu) produk simpanan SeaBank yang tidak memenuhi syarat. Simak penjelasan lengkapnya di bagian Kepesertaan dan Penjaminan LPS.

Sekilas Bank SeaBank Indonesia

Bank SeaBank Indonesia (sebelumnya Bank Kesejahteraan Ekonomi atau BKE) adalah bank digital yang berdiri di Jakarta pada 1991.

Pada 2021, perusahaan konglomerat teknologi asal Singapura, Sea Limited, yang juga induk Shopee menjadi pemegang saham mayoritas di Bank BKE. Akuisisi ini dilakukan melalui Turbo Cash, anak usaha Sea Limited yang berbasis di Hong Kong.

Pada 10 Februari 2021, nama Bank BKE yang disandang sejak 2015 resmi berganti menjadi Bank Seabank Indonesia atau lebih kita kenal sebagai SeaBank.

Legalitas

Aspek ini penting untuk melihat kepatuhan hukum bank terhadap peraturan perundangan dan regulasi lain yang mengikatnya.

Bank SeaBank Indonesia (dahulu Bank BKE) tercatat berdiri pada 1991 dengan akta pendirian yang telah disahkan oleh Menkumham dengan Surat Keputusan No. C2-7107 HT.01.01.Th91 tertanggal 27 November 1991.

Perubahan nama dari PT Bank Kesejahteraan Ekonomi menjadi PT Bank Seabank Indonesia juga telah disahkan melalui SK Kemenkumham nomor AHU-0002728.AH.01.02. pada tahun 2021.

SeaBank telah terdaftar dan diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan merupakan peserta Penjaminan LPS.

Penjaminan LPS

Aspek ini berguna untuk melihat keamanan simpanan nasabah dalam hal terjadi kasus pencabutan izin usaha pada bank gagal.

Bank Seabank Indonesia terdaftar sebagai Bank Umum peserta penjaminan LPS dengan Nomor Kepesertaan 10300024. Dengan demikian, nasabah SeaBank yang memenuhi syarat berhak atas penjaminan simpanan apabila terjadi kasus bank gagal (likuidasi bank).

Namun perlu dicatat, terdapat 3 (tiga) syarat penjaminan LPS yang perlu diperhatikan:

  1. Tercatat pada pembukuan bank. Data diri dan daftar simpanan nasabah tercatat dalam pembukuan bank.
  2. Tingkat bunga yang diterima tidak melebihi tingkat bunga penjaminan LPS. Lihat Tingkat Bunga Penjaminan di sini.
  3. Tidak melakukan tindakan yang merugikan bank. Misal, jika kamu memiliki kredit macet di bank tersebut.

Yang juga kadang luput adalah terdapat batas besaran simpanan yang dijamin LPS. Sejak 2008, saldo yang dijamin untuk setiap nasabah pada satu bank paling banyak sebesar Rp2 milyar.

Sekarang, perhatikan poin kedua syarat penjaminan yang menyebut suku bunga bank tak boleh melebihi “tingkat bunga penjaminan LPS”. Per 1 Oktober 2023 – 31 Januari 2024, Tingkat Bunga Penjaminan LPS untuk Bank Umum adalah 4.25%.

Dengan demikian, terdapat satu produk simpanan SeaBank yang tidak memenuhi syarat penjaminan, yaitu produk deposito yang memiliki suku bunga 5% – 6% (tenor 1 – 6 bulan). Sementara produk Tabungan SeaBank (rekening utama) telah memenuhi syarat dengan suku bunga 3,75%.

Permodalan

Aspek ini merujuk pada POJK tentang Konsolidasi Bank Umum yang melihat “penguatan modal” sebagai upaya “menghadapi dinamika perekonomian”. Modal inti berguna untuk memastikan bank dapat menyerap kerugian tanpa mengancam stabilitas operasional bank.

Bank SeaBank Indonesia telah memenuhi syarat modal inti minimum sebesar Rp3 triliun sebagai Bank Umum, merujuk pada Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) No. 12/POJK.03/2020 tentang Konsolidasi Bank Umum.

Per Juni 2023, modal inti (Tier 1) Bank SeaBank Indonesia tercatat sebesar Rp5,2 triliun.

Keamanan Aplikasi SeaBank

Aspek ini melihat langkah-langkah keamanan yang diterapkan bank pada aplikasi mobile yang menjadi kanal delivery layanan perbankannya.

SeaBank menawarkan layanan perbankan secara online melalui aplikasi mobile banking. Sejak 2021 aplikasi SeaBank telah terdaftar sebagai Penyelenggara Sistem Elektronik (PSE) dengan Nomor Tanda Daftar 001052.01/DJAI.PSE/06/2021.

Keamanan login dan transaksi: SeaBank mengotorisasi login dengan password dan OTP via SMS (khusus untuk login pertama). Untuk login selanjutnya nasabah bisa mengaktifkan metode Touch ID sehingga lebih cepat.

Sementara untuk transaksi in app (transfer, dll), nasabah diwajibkan menginput enam digit PIN. Sebagai tambahan lapis keamanan, kamu bisa mengatur Batas Transfer hingga maksimum Rp 100 juta melalui menu Pengaturan Pembayaran.

Untuk transaksi dengan nominal tertentu, aplikasi SeaBank juga bakal meminta verifikasi wajah melalui kamera depan ponsel nasabah. Fitur keamanan yang penting, meski agak awkward ketika harus dilakukan di tempat yang ramai.

Notifikasi instan: SeaBank sudah mendukung fitur notifikasi instan. Itu artinya, kamu akan menerima pemberitahuan transaksi secara real time baik untuk transaksi masuk ataupun keluar. Notifikasi akan muncul di notification bar HP kalian.

Aplikasi SeaBank sudah dilengkapi pengaturan notifikasi yang memungkinkan nasabah untuk menghidupkan dan mematikan Notifikasi Marketing. Kamu juga bisa memilih melalui kanal apa notifikasi dikirimkan. Ada tiga opsi: SMS, Email, dan Aplikasi.

Ganti perangkat: Ini penting. Aplikasi SeaBank akan meminta verifikasi wajah setiap kali nasabah login melalui perangkat (device) baru. Dengan begini, nasabah bisa meminimalisir potensi login jahat atau tak diinginkan. Misal, ketika ponsel nasabah hilang.

💡 Info: Baca review lengkap aplikasi SeaBank di sini.

Epilog: Apakah SeaBank aman?

LegalitasPenjaminan LPSPermodalanAplikasi
SeaBank✅🟡✅✅

Lampu kuning untuk aspek Penjaminan LPS. Nasabah perlu memperhatikan besaran bunga yang diterima pada produk deposito SeaBank. Bunga sebesar 5% – 6% melampaui Tingkat Bunga Penjaminan LPS sehingga simpanan di produk ini tidak layak menerima penjaminan dalam hal terjadi kasus bank gagal. Untungnya, produk Tabungan SeaBank dengan bunga 3,75% sudah memenuhi syarat LPS.

Lampu hijau alias aman untuk ketiga aspek lainnya.

Secara keseluruhan, nasabah dapat menikmati layanan simpanan SeaBank dengan aman – terutama pada produk Tabungan SeaBank. Lampu hijau.

Tambahan: Modus penipuan mengatasnamakan SeaBank

Berikut beberapa modus penipuan mengatasnamakan SeaBank:

1. Cashback promo: Modusnya, para penipu meminta korban untuk mentransfer sejumlah uang dengan iming-iming akan mentransfer kembali dana tersebut berikut dengan cashback-nya. Ini kerap dilakukan melalui media sosial atau chat. Namun, kenyataannya uang yang sudah ditransfer tersebut tidak akan dikembalikan.

2. Sign-up dan referral bonus: Modusnya, penipu menyebarkan kode referral secara acak (spamming) ke berbagai kanal dan menjanjikan beragam hadiah (yang sebetulnya fiktif atau dilebih-lebihkan dari ketentuan aslinya) jika menggunakan kode referral miliknya. Misalnya, dalam ketentuan resmi SeaBank pengguna kode referral hanya akan mendapat benefit bonus Rp10.000; namun oleh para penipu benefit tersebut dilebih-lebihkan hingga Rp100.000 untuk menggoda calon nasabah.

Catatan: SeaBank memang secara resmi menawarkan program referral. Baik kode referral dan benefitnya bisa dilihat di aplikasi SeaBank dan halaman resminya. Sementara untuk program promosi lainnya bisa dilihat di halaman Promo SeaBank.

Modus lainnya adalah menawarkan lowongan pekerjaan dengan syarat membuka rekening SeaBank menggunakan kode referral miliknya. Tentu saja, lowongan pekerjaan tersebut palsu sehingga korban yang tergoda tidak akan pernah mendapatkan lowongan pekerjaan yang dijanjikan.

Apakah Bank Neo Commerce Aman? Legalitas, LPS, Permodalan, dll.

Apakah Bank Neo Commerce Aman?

Bank Neo Commerce (BNC) adalah bank digital yang telah terdaftar dan diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Dari segi legalitas, BNC sih aman-aman saja. Meski demikian, nasabah dan calon nasabah perlu melihat aspek-aspek “keamanan” lain seperti penjaminan LPS (ini yang kerap luput), permodalan, dan prosedur keamanan yang diterapkan dalam aplikasi mobile-nya.

Lantas, apakah Bank Neo Commerce aman?

Pintasan
Sekilas Bank Neo Commerce
Legalitas
Kepesertaan dan Penjaminan LPS
Permodalan
Keamanan Aplikasi Neobank (neo+)

💡 Ringkasan: Kepesertaan bank dalam program penjaminan LPS tidak serta merta berarti simpanan nasabah berhak atas penjaminan. Terdapat syarat-syarat yang mesti dipenuhi, salah satunya suku bunga bank tidak boleh melebihi Tingkat Bunga Penjaminan LPS. Dalam hal ini, terdapat 3 (tiga) produk simpanan BNC yang tidak memenuhi syarat. Simak penjelasan lengkapnya di bagian Kepesertaan dan Penjaminan LPS.

Sekilas Bank Neo Commerce

Bank Neo Commerce (BNC) berdiri pada 1989 dengan nama Bank Yudha Bhakti. Pada 2015, bank menjadi perusahaan terbuka dengan mencatatkan saham di Bursa Efek Indonesia dengan kode BBYB.

Pada tahun 2019, BBYB kedatangan investor baru yakni Akulaku, perusahaan teknologi finansial yang dibekingi Ant Group. Tahun berikutnya perusahaan berganti nama menjadi Bank Neo Commerce.

Pada 8 Oktober 2021, RUPSLB Bank Neo Commerce mengesahkan Akulaku menjadi pemegang saham pengendali setelah menggenggam 24,98% saham perusahaan. Di bawah kendali Akulaku, BBYB diarahkan menjadi bank digital.

Legalitas

Aspek ini penting untuk melihat kepatuhan hukum bank terhadap peraturan perundangan dan regulasi lain yang mengikatnya.

Bank Neo Commerce (BNC) tercatat berdiri pada 1989 dengan akta pendirian yang telah disahkan oleh Menkumham dengan SK No. C2-10215.TH.01.01 tertanggal 7 November 1989.

BNC telah terdaftar dan diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan merupakan peserta Penjaminan LPS.

Pada September 2021, BNC mendapat izin dari OJK untuk mengimplementasikan fitur Digital Customer Onboarding. Izin ini memungkinkan BNC menawarkan pembukaan rekening secara online melalui aplikasi Neobank.

Penjaminan LPS

Aspek ini berguna untuk melihat keamanan simpanan nasabah dalam hal terjadi kasus pencabutan izin usaha pada bank gagal.

PT Bank Neo Commerce Tbk telah resmi terdaftar sebagai Bank Umum peserta penjaminan LPS dengan Nomor Kepesertaan 10300053. Dengan demikian, nasabah Bank Neo yang memenuhi syarat berhak atas penjaminan simpanan apabila terjadi kasus bank gagal (likuidasi bank).

Namun perlu dicatat, terdapat 3 (tiga) syarat penjaminan LPS yang perlu diperhatikan:

  1. Tercatat pada pembukuan bank. Data diri dan daftar simpanan nasabah tercatat dalam pembukuan bank.
  2. Tingkat bunga yang diterima tidak melebihi tingkat bunga penjaminan LPS. Lihat Tingkat Bunga Penjaminan di sini.
  3. Tidak melakukan tindakan yang merugikan bank. Misal, jika kamu memiliki kredit macet di bank tersebut.

Yang juga kadang luput adalah terdapat batas besaran simpanan yang dijamin LPS. Sejak 2008, saldo yang dijamin untuk setiap nasabah pada satu bank paling banyak sebesar Rp2 milyar.

Sekarang, perhatikan poin kedua syarat penjaminan yang menyebut suku bunga bank tak boleh melebihi “tingkat bunga penjaminan LPS”. Per 1 Oktober 2023 – 31 Januari 2024, Tingkat Bunga Penjaminan LPS untuk Bank Umum adalah 4.25%.

Dengan demikian, terdapat beberapa produk simpanan Bank Neo Commerce yang tidak memenuhi syarat penjaminan, yaitu Neo NOW (bunga 5% p.a.), Neo Wish (5,5%); dan deposito (5,5% – 8%). Hanya produk Tabungan Neo yang memenuhi syarat dengan suku bunga 0,5%.

Permodalan

Aspek ini merujuk pada POJK tentang Konsolidasi Bank Umum yang melihat “penguatan modal” sebagai upaya “menghadapi dinamika perekonomian”.

Bank Neo Commerce telah memenuhi syarat modal inti minimum sebesar Rp3 triliun sebagai Bank Umum, merujuk pada Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) No. 12/POJK.03/2020 tentang Konsolidasi Bank Umum.

Keamanan Aplikasi Neobank (dulu neo+)

Aspek ini melihat langkah-langkah keamanan yang diterapkan bank pada aplikasi mobile yang menjadi kanal delivery layanan perbankannya.

BNC menawarkan seluruh layanan perbankannya secara online melalui aplikasi Neobank (dulu bernama neo+). Sejak 2021 aplikasi Neobank telah terdaftar sebagai Penyelenggara Sistem Elektronik (PSE) dengan Nomor Tanda Daftar 001487.01/DJAI.PSE/11/2021.

Keamanan login dan transaksi: Selain otorisasi dengan OTP via SMS untuk login pertama, aplikasi Neobank juga mendukung metode login dengan sidik jari dan Pola. Sementara untuk transfer dana, nasabah diwajibkan menginput enam digit PIN untuk mengotorisasi transaksi.

Notifikasi instan: Nasabah bakal memperoleh pemberitahuan transaksi melalui push notification. Notifikasi bakal dikirim secara real-time sehingga nasabah bisa memonitor transaksi pada akunnya setiap saat. Sayangnya, Neobank tidak menyediakan opsi pengaturan notifikasi layaknya Bank Jago atau Jenius.

💡 Info: Baca review lengkap aplikasi Neobank di sini.

Modus penipuan mengatasnamakan Bank Neo Commerce

Berikut beberapa modus penipuan mengatasnamakan BNC:

1. Cashback promo: Modusnya, para penipu meminta korban untuk mentransfer sejumlah uang dengan iming-iming akan mentransfer kembali dana tersebut berikut dengan cashback-nya. Ini kerap dilakukan melalui media sosial atau chat. Namun, kenyataannya uang yang sudah ditransfer tersebut tidak akan dikembalikan.

2. Sign-up dan referral bonus: Modusnya, penipu menyebarkan kode referral secara acak (spamming) ke berbagai kanal dan menjanjikan beragam hadiah (yang sebetulnya fiktif atau dilebih-lebihkan dari ketentuan aslinya) jika menggunakan kode referral miliknya. Misalnya, dalam ketentuan resmi pengguna kode referral hanya akan mendapat benefit bonus Rp30.000; namun oleh para penipu benefit tersebut dilebih-lebihkan hingga Rp100.000 untuk menggoda calon nasabah.

Catatan: Bank Neo Commerce memang secara resmi menawarkan program referral. Baik kode referral maupun benefitnya bisa dilihat dalam aplikasi Neobank. Cek juga halaman FAQ BNC untuk informasi selengkapnya. Sementara untuk program promosi lainnya, bisa dilihat di halaman resmi Promosi BNC.

Modus lainnya adalah menawarkan lowongan pekerjaan dengan syarat membuka rekening Bank Neo menggunakan kode referral miliknya. Tentu saja, lowongan pekerjaan tersebut palsu sehingga korban yang tergoda tidak akan pernah mendapatkan lowongan pekerjaan yang dijanjikan.