Hindari Bualan Promo, Kenali Trik Psikologi Harga

trik psikologi harga diskon
Foto oleh Justin Lim/Unsplash

Para pedagang merias harga sedemikian rupa tentu agar produk-produknya laku. Cara yang kerap dipakai adalah diskon.

Misalnya, produk seharga Rp 50.000 dijual Rp 49.999 dengan keterangan “diskon.” Meski hanya berkurang Rp 1, tapi cara itu sudah cukup membuat calon pembeli tergiur.

Kenapa? Karena pedagang berhasil “merias dan menampilkan” harga menjadi tampak lebih murah, terlepas dari besaran potongan aslinya.

Pedagang menggunakan psikologi harga untuk mempengarugi emosi dan persepsi orang pada “diskon.” Inti dari trik ini adalah membuat konsumen merasa diuntungkan, meski sebenarnya tidak selalu demikian.

Karena itu, konsumen harus lebih kritis memahami diskon. Diskon harus dipahami sebagai “harga yang ditampilkan”, bukan potongan harga dalam arti sebenarnya.

Agar kamu terhindar dari berbagai bualan diskon, kamu harus tahu beberapa trik psikologi harga yang biasa digunakan dalam mengemas diskon.

Baca juga:
1. 5 Aplikasi Transfer Antar-Bank Gratis Tanpa Biaya Admin
2. Pomona: Upload Struk Belanja Dapat Cashback

1. Trik simpan kata

trik diskon simpan kata

Keterangan syarat dan ketentuan promosi ditampilkan dalam ukuran lebih kecil dan gak menonjol dengan tanda petik berupa bintang kecil (*).

Pedagang “menyembunyikan” beberapa keterangan syarat diskon agar konsumen lebih fokus pada harga, sehingga kesan lebih murah menjadi makin kuat.

2. Taktik coret harga

Ini salah satu trik yang paling sering dipakai. Dua pilihan harga ditampilkan di label, yakni harga diskon dan harga normal yang telah dicoret.

Dengan cara ini konsumen akan merasa ada di posisi untung, berharap memperoleh produk lebih murah dari harga normal. Kesan hemat yang ditawarkan membuat konsumen lebih memilih produk yang didiskon.

3. Trik varian harga

Satu produk dijual dengan beberapa varian harga. Tujuannya agar konsumen “merasa” punya kesempatan menentukan pilihan yang menguntungkan bagi dirinya.

Misalnya, ada produk chicken wing paket 4 pcs dan 6 pcs.

Paket 4 pcs: Rp 18.000
paket 6 pcs: Rp 21.000

Orang akan cenderung membeli chicken wing 6 pcs dengan pertimbangan dapat lebih banyak dan beda harga hanya sedikit.

Efeknya akan berbeda bila variasi harga ditampilkan begini:

Paket 4 pcs: Rp 10.000
Paket 6 pcs: Rp 21.000

Baca juga:
1. Cara Top Up Saldo TMRW by UOB, Banyak Pilihan
2. D-Save: Tabungan Danamon Bebas Admin Bulanan

4. Diskon harga Rp 1

Potongan Rp 1 ternyata bisa mempengaruhi kondisi psikologis konsumen. Meski amat kecil, potongan Rp 1 mampu menimbulkan kesan lebih murah.

Trik ini membuat konsumen berpikir bahwa Rp. 99.999 lebih dekat pada kisaran 90 ribuan, bukan Rp 100.000.

5. Trik ekuivalen satuan lebih kecil

Bila kamu mau berlangganan suatu produk, perhatikan yang namanya ekuivalen satuan lebih kecil.

Misal, pedagang cenderung menawarkan produk langganan dalam satuan harian, ketimbang bulanan atau tahunan. Tujuannya adalah menimbulkan kesan lebih murah.

Contoh, jika harga berlangganan per bulan Rp. 300.000, pedagang akan menampilkan harga per hari. Jadi, yang ditampilkan bukan 300.000/bulan, tapi cukup 10.000/hari.

6. Tampilan diskon yang mencolok

Supaya harga diskon menarik perhatian konsumen, label harga didesain dengan warna yang mencolok.

Biasanya menggunakan warna merah, atau warna label yang kontras dari label produk lain yang tidak didiskon.

Secara psikologis hal itu akan membuat konsumen lebih tergiur.

7. Diskon sistem bundling

Diskon akan lebih menarik jika menerapkan sistem bundling (beberapa barang dijual sepaket). Misal, pedagang menuliskan promo beli produk A gratis produk B, atau beli 2 gratis 1, dll.

Dengan cara ini, konsumen akan merasa lebih hemat dan diuntungkan.

Baca juga:
1. 6 Keunggulan Pembayaran Nontunai
2. Cara Membersihkan Kartu Kredit Selama Pandemi Corona

Akhir kata

Inti dari semua trik di atas adalah membuat konsumen merasa berada di posisi untung. Para ahli marketing amat memahami situasi ini.

Tentu masuk akal bila konsumen menghendaki produk berkualitas dengan harga murah. Di sanalah psikologi harga bermain.

Dengan berbagai trik psikologi, konsumen akan dibuat melupakan harga “sebenarnya” dan berfokus pada harga “yang ditampilkan.” Akhirnya, konsumen akan membeli apapun yang disodorkan pada mereka.

Dengan mengetahui trik-trik di atas, para konsumen dapat lebih berhati-hati dalam menentukan pilihan sehingga tidak merasa terjebak dan dirugikan.

Selamat berbelanja.

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments