Review 5 Bank Digital Indonesia, Mana yang Terbaik?

Industri bank digital makin subur di Indonesia. Berkat media dan gencarnya promosi, masyarakat cepat akrab dengan istilah baru ini.

Beberapa bank digital seperti Jenius, PermataME, D-Save Danamon, Digibank, dan yang teranyar TMRW by UOB, menuai banyak nasabah.

Tawaran bebas admin bulanan, tanpa setoran awal, pembukaan rekening online, serta gak repot antre di kantor cabang—pendeknya, segala hal yang gak sanggup dipenuhi bank konvensional—amat sulit ditolak.

Persaingan pun semakin ketat, mengingat adanya kemiripan layanan yang ditawarkan. Masing-masing tentu punya kekurangan dan kelebihan tersendiri.

Tetapi, bila kita bandingkan satu sama lain—fitur-fiturnya, proses pendaftaran, hingga desain aplikasi dan kartunya—barangkali kita bisa tahu mana bank digital terbaik? Mana yang terburuk? Dan mana yang memberi pengalaman digital banking sesungguhnya!

1. Jenius by BTPN

digital bank jenius
Gambar oleh Jenius by BTPN

Jenius adalah bank digital besutan BTPN. Diperkenalkan sejak 2016, Jenius menjadi salah satu pionir digital banking di Indonesia.

Hingga Maret 2020, Jenius punya lebih dari 1,5 juta nasabah. Suatu pencapaian bagi sebuah bank digital di Indonesia, negara yang isinya kebanyakan bank kolot dan suka nodong duit admin.

Keunggulan Jenius ada pada fitur-fitur dan kebijakan biaya yang luwes. Fitur seperti Flexy Saver dan Dream Saver (fitur tabungan dengan bunga setara deposito) hampir gak dimiliki aplikasi lain kecuali TMRW. Jenius juga menerapkan kebijakan bebas berbagai biaya admin.

Update:
Pada 12 November 2020, melalui email resminya Jenius mengumumkan kepada nasabah rencana pengenaan biaya admin bulanan sebesar Rp 10.000 per Januari 2021. Lucunya, mereka tidak memakai istilah biaya admin, melainkan kata baru yang lebih fancy: Feesible atau subscription fee.

Keputusan ini bikin banyak nasabah kecewa hingga sempat trending di Twitter. Kekecewaan nasabah bukan melulu soal biaya, melainkan ‘dibohongi’ jargon Banking Reinvented. Simak utas Detha berikut:

Fitur $Cashtag, username sebagai pengganti nomor rekening, menjadi gebrakan dan satu-satunya di Indonesia. Sementara kartu elektroniknya memberi keamaman saat bertransaksi online. Bila kita perlu memilah-milah kebutuhan bulanan dalam kartu-kartu debit khusus, ada tambahan kartu debit hingga 5 biji.

Jenius mengusung konsep anak muda. Aplikasinya didesain dengan skema warna ceria, user interface sederhana dan gampang dimengerti. Hampir gak ada kesulitan dalam penggunaan. Ini membuat pengalaman digital banking menjadi amat menyenangkan.

Buat kamu yang punya usaha dan perlu pos terpisah untuk mengelola keuangannya, baru-baru ini Jenius memperkenalkan fitur bernama Jenius Business Account. Fitur ini membantu kamu pengusaha memisahkan uang personal dan bisnis. Kabar baiknya, Jenius Business bisa diaktivasi tanpa registrasi ulang atau tambahan.

Baca juga:
1. 6 Keunggulan Pembayaran Nontunai
2. Cara Membersihkan Kartu Kredit Selama Pandemi Corona

Kelebihan Jenius

  1. Bunga tinggi 4% p.a.
  2. Fitur tabungan fleksibel Flexy Saver dan Dream Saver
  3. $Cashtag sebagai pengganti nomor rekening
  4. Fitur e-card untuk keamanan transaksi online
  5. Fitur Akun Bisnis (Business Account) Jenius
  6. Tambahan hingga 5 kartu debit (gratis!)
  7. Pembukaan rekening online langsung aktif
  8. Verifikasi via video call
  9. Gratis biaya admin bulanan (update: mulai Januari 2021 ada biaya Rp 10.000)
  10. Tanpa saldo mengendap
  11. Tanpa minimal setoran awal
  12. Bisa digunakan untuk verifikasi PayPal
  13. Pengalaman one stop digital banking

Kekurangan Jenius

  1. Saat puncak penggunaan (siang dan menjelang malam), aplikasi jadi lambat
  2. Kanal tagihan masih sedikit
  3. Desain kartu jelek. Isi penggarisnya? Lucu sih. Cuma gak keren.

Fitur: 9/10
Kemudahan pendaftaran: 10/10
Desain (UI/UX dan kartu): 8/10

2. TMRW by UOB

Gambar oleh TMRW by UOB

TMRW menjadi bank digital termuda di Indonesia. Anak usaha Bank UOB Indonesia ini meluncur pada Januari 2020. Hingga Maret, aplikasi ini sudah diunduh lebih dari 50 ribu pengguna di Google Play Store.

Hal yang paling menonjol dari TMRW adalah fitur chat in app. Fitur ini menjadi sarana komunikasi nasabah dengan agen bank. Tidak hanya chat, nasabah bahkan bisa melakukan panggilan telepon, sehingga kendala bisa diselesaikan lebih cepat.

Dalam promosinya, TMRW menawarkan saldo GoPay Rp 100.000 sebagai hadiah pembukaan rekening dengan syarat top up saldo sebesar Rp 1,5 juta.

TMRW juga bekerjasama dengan Blibli, Shoope, dan Tiket.com untuk memperkenalkan layanan digital banking-nya.

Serupa Jenius, TMRW menawarkan fitur menabung yang amat fleksibel, namanya City of Tomorrow. Menariknya, fitur ini dikemas seperti game. Nasabah diajak menabung dengan target berupa level-level yang harus dilewati. Bunga yang ditawarkan besar, mencapai 4%.

Baca juga:
1. Makin Lengkap, Jenius Kini Punya Fitur Akun Bisnis
2. 5 Aplikasi Transfer Antar-Bank Gratis, Tanpa Biaya Admin

Kelebihan TMRW

  1. Tabungan fleksibel City of Tomorrow dengan bunga tinggi. Dikemas serupa game, memberi pengalaman digital banking yang unik.
  2. Gratis biaya top up GoPay dan OVO
  3. Fitur chat in app
  4. Pembukaan rekening online
  5. Verifikasi via video call
  6. Agen yang responsif
  7. Gratis biaya transfer antar-bank
  8. Bebas biaya admin bulanan
  9. Tidak ada saldo mengendap
  10. Tanpa minimal setoran awal

Kekurangan TMRW

  1. Sempat ada kendala Secure PIN (sedang dalam pembenahan)
  2. Internet banking tidak otomatis aktif, harus aktivasi ke kantor cabang UOB
  3. Aplikasi cukup laggy. Membuat pengalaman digital banking menjadi cukup buruk.

Fitur: 7/10
Kemudahan pendaftaran: 8/10
Desain (UI/UX dan kartu): 7/10

3. D-Save Danamon

bank digital d save danamon
Gambar oleh D-Save Danamon

Meski tidak “asli” bank digital, D-Save patut masuk di daftar ini. Kemudahan pembukaan rekening secara online, bebas biaya admin, fitur tabungan fleksibel dengan bunga cukup tinggi, kiranya perlu jadi pertimbangan memilih layanan digital banking ini.

Di antara semua bank digital di daftar ini, hanya D-Save yang punya fitur tabungan multiple sub-account. Dengan fitur ini nasabah bisa membuka rekening tambahan hingga 20. Bila kamu perlu membuat pos-pos khusus tabungan, D-Save solusinya.

Kelebihan D-Save

  1. Fitur multiple sub-account untuk memudahkan pos-pos tabungan dalam 1 rekening. Bank digital satu-satunya dengan fitur ini.
  2. Bunga lumayan
  3. Pembukaan rekening online langsung aktif
  4. Verifikasi via video call
  5. Bebas biaya admin bulanan
  6. Tanpa pengendapan
  7. Tanpa setoran minimal
  8. Digital banking yang cocok untuk menabung

Kekurangan D-Save

  1. Biaya transfer tidak gratis
  2. Fitur masih sedikit. Kalah jauh dari bank digital lain.
  3. Kanal pembayaran tagihan sedikit
  4. Desain kartunya maha jelek. Agak malu ngeluarin di depan kasir hahaha.
  5. Bila kamu berniat binding kartu ke e-commerce atau dompet digital, kamu harus menghubungi Call Center atau Email Care Danamon untuk meminta pengaturan khusus. Sebab aturan minimal transaksi default Danamon sebesar Rp 20.000 gak memungkinkan verifikasi micro deposit (DANA misalnya mengenakan micro deposit Rp 10.000 yang nantinya dikembalikan ke rekening kita).

Fitur: 6/10
Kemudahan pendaftaran: 8/10
Desain (UI/UX dan kartu): 4/10

4. PermataME by Bank Permata

permatame
Gambar oleh PermataME

Bank Permata memasarkan PermataME sebagai rekeningnya anak muda. Promo-promonya gak pernah jauh dari cashback. Beberapa waktu lalu, bahkan ada promo bonus saldo Rp 50.000. Promosi ini terbukti berhasil menggaet banyak nasabah baru. Jumlah pengguna aplikasi PermataMobile X meningkat drastis (setidaknya yang saya lihat di Google Play).

Sayangnya, aplikasi PermataMobile X cukup berat. Biaya pengiriman OTP juga dibebankan ke nasabah. Jadi, tiap kali transaksi, nasabah perlu mempersiapkan pulsa untuk OTP. Itu cukup merepotkan.

Update:
Sejak Agustus 2020, aplikasi PermataMobile X sudah mendukung otorisasi transaksi dengan mobile PIN. Kini, nasabah hanya perlu mengirim OTP via SMS sekali saat mendaftarkan mobile PIN.

Baca juga:
1. Review Aplikasi JadiDuit: Kerjain Misi dan Dapetin Uang Online
2. Pomona: Upload Struk Belanja Dapat Cashback

Kelebihan PermataME

  1. Pembukaan rekening online langsung aktif
  2. Bebas biaya admin bulanan (selayaknya bank digital lain)
  3. Tidak ada saldo minimal mengendap
  4. Banyak promo cashback

Kekurangan PermataME

  1. Aplikasi berat dan lambat. Keong digital! Merusak pengalaman digital banking-mu.
  2. Biaya pulsa OTP memberatkan, apalagi bila frekuensi transaksi tinggi. Bank digital paling pelit (update: Permob X kini sudah mendukung mobile PIN).
  3. Kanal pembayaran masih sedikit
  4. User interface buruk. Harus geser layar berkali-kali untuk melihat seluruh menu. Pengalaman digital banking yang buruk.

Fitur: 6/10
Kemudahan pendaftaran: 6/10
Desain (UI/UX dan kartu): 6/10

5. Digibank by DBS

digibank bank digital
Gambar oleh Digibank by DBS

Rasanya tidak lengkap bila gak masukin Digibank. Ini bank digital seangkatan dengan Jenius, terbit pada 2016. Peminatnya cukup banyak. Sayang proses verifikasi biometrik mengharuskan calon nasabah bertemu dengan agen, atau melalui booth dan coffee shop rekanan Digibank.

Kebijakan ini tentu saja menghalangi banyak calon nasabah baru yang berminat, termasuk saya. Jadi, ini satu-satunya bank digital dalam daftar ini yang gak saya coba langsung.

Alasannya ya tadi itu, metode pendaftarannya terbatas. Sementara saya tinggal di wilayah yang tidak terjangkau agen. Digibank gak bisa verifikasi via video call seperti 4 bank digital sebelumnya.

Karena itu, saya memutuskan merangkum ulasan dari beberapa sumber di Internet. Saya akan memperbarui artikel ini setelah saya bisa membuka rekening Digibank. Digital banking satu ini gak boleh dilewatkan!

Kelebihan Digibank

  1. Bebas biaya admin bulanan
  2. Gratis transfer antar-bank dengan syarat saldo minimal Rp 1 juta
  3. Bunga tinggi mencapai 3%
  4. Deposito dengan bunga mencapai 5%
  5. Bisa digunakan untuk verifikasi PayPal

Kekurangan Digibank

  1. Pembukaan rekening harus bertemu agen atau melalui booth (Lihat, kan? Saya jadi gak bisa bikin)
  2. Tidak bisa verifikasi via video call. Dua hal ini meninggalkan kesan digital banking yang buruk.

Fitur: 8/10
Kemudahan pendaftaran: 4/10
Desain (UI/UX dan kartu): 7/10

Mana bank digital terbaik?

Update:
Banyak yang berubah dalam tujuh bulan sejak ulasan ini saya terbitkan. Gelar “Yang terbaik” jelas harus saya revisi, tapi jatuh ke siapa, itu lain kali sajalah.

Saya pribadi sudah memindahkan seluruh uang tabungan dari Jenius sejak Juni 2020. Gak ada hubungannya dengan biaya admin. Saya cuma gak tahan dengan aplikasinya yang mulai lemot. Guwer-guwer melulu.

Sekarang saya pakai TMRW, D-Save Danamon, PermataME, Nyala Digital OCBC (saya belum sempat menulis ulasannya), dan nyempil si Xpresi BCA. Yang utama TMRW. Tapi daftar ini bisa berubah sewaktu-waktu.

Di Twitter ada yang bilang ke saya, “Mungkin tahun 2021 bank lain juga kena admin bulanan.” Saya sih gak ambil pusing. Ya, tinggal pindah. Nanti pilih yang fiturnya terbaik dan biaya termurah. Saya gak perlu bersetia dengan sebuah layanan perbankan.

Kategori bank digital terbaik pastinya dimenangin oleh Jenius. Fitur-fiturnya jauh unggul dari yang lain. Belum lagi kemudahan dalam menggunakan aplikasinya, bunga besar dan biaya transaksi yang nyaris nol. One stop digital banking.

Fitur Flexy Saver dan Dream Saver membuat menabung lebih fleksibel. Fitur e-card memberi keamaman lebih saat bertransaksi online. Bila kita perlu memilah-milah kebutuhan bulanan, ada tambahan kartu hingga 5 biji.

Sementara bila kamu seorang pengusaha yang perlu rekening khusus untuk mengelola keuangan usahamu, ada fitur Jenius Business Account yang siap membantu. Sebagai bank digital, Jenius benar-benar dibangun dari sudut pandang kepuasan pengguna. Pengalaman digital banking terbaik.

Mana bank digital terburuk?

Update:
“Yang terburuk” juga harus saya revisi. Yang jelas sudah bukan PermataME lagi. Aplikasi Permob X mulai berkurang kekeongannya. Permata juga sudah menggunakan otorisasi mobile PIN, jadi gak boros biaya SMS.

Tentu saja: PermataME. Aplikasi PermataMobile X lemot banget dan gak ramah pengguna. Saya menyebutnya keong digital warna-warni. Harus geser sana-sini untuk menemukan menu yang dicari. Salah satu bank digital teribet.

Lebih sial lagi, seluruh biaya OTP ditanggung nasabah. Memberatkan nasabah yang punya frekuensi transaksi tinggi. PermataME meninggalkan kesan digital banking terburuk.

Baca juga:
1. Hindari Bualan Diskon Ketahui 7 Trik Psikologi Harga
2. Bikin Rekening TMRW Dapat Bonus Saldo GoPay Rp 250.000

Epilog: bank digital vs konvensional

Animo atas bank digital kian tinggi di Indonesia. Makin banyak yang beralih dari bank konvensional. Kebanyakan anak muda. Alasannya tentu karena keunggulan fitur dan kebijakan biaya ringan dari bank-bank digital.

Beberapa bank konvensional seperti BCA, BNI, dan BRI mulai ikut curi-curi kesempatan dalam tren ini. Mereka mempromosikan diri “seolah baru” di TV, padahal cuma mengadopsi fitur pendaftaran online. “Digital banking” aji mumpung.

Entah kenapa, ada kesan bank-bank konvensional ini hendak mengaburkan perbedaan antara bank digital dan bukan untuk terus melanggengkan model bisnis mereka.

Gak mengejutkan bila bank-bank konvensional ini tetap saja ngeyel menodong duit admin, saldo minimal, pengendapan, dll. Amat jauh berbeda dari kebijakan bank-bank digital di atas.

Jadi, kalian pilih yang mana? Mana bank digital yang menghadirkan pengalaman digital banking terbaik?

Pembaruan terakhir pada 13 November 2020.
Makasi bagi para pembaca yang sudah memberi banyak feedback di kolom komentar, email, maupun Twitter.

Makasi juga bagi pembaca yang mendaftar layanan tertentu menggunakan kode referral saya. Itu lumayan buat nutup ongkos hosting dan domain.

Subscribe
Notify of
guest
46 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments