Review Blu by BCA Digital: Setelah Nunggu Lama, It Makes Me Blue

Review Blu by BCA Digital. Blu menawarkan rekening digital dengan sub-rekening bluSaving, bluGether (joint account), dan bluDeposit. Blu juga dilengkapi fitur Tracker untuk melacakan cash flow.

Tiga huruf kunci: B-C-A. Menyandang nama sebesar ini agaknya menjadi beban berat bagi pengembang Blu by BCA Digital. Ekspektasi nasabah jadi setinggi Yao Ming.

Orang bahkan ngebayangin BCA Digital layaknya “BCA konvensional plus steroid” — yang jauh lebih canggih, handal, komplet, tampilan ciamik, dan rendah biaya.

Sayangnya, banyak dari harapan itu belum terpenuhi. Rating mereka pun amblas. Meski sebetulnya awal perjalanan Blu gak buruk amat. Standard.

Tapi balik lagi ke tiga huruf kunci: B-C-A. Sedikit-banyak tiga huruf itulah yang bikin ukuran penilaian pengguna jadi lebih tinggi ketimbang bank digital lainnya.

👍 Fitur kunci: Sub-rekening khusus menabung, joint account, suku bunga kompetitif, ekosistem BCA (jaringan ATM untuk tarik tunai), kuota gratis transfer
👎 Kelemahan: Gak ada kartu debit, setor tunai
❤️ Cocok untuk: Mereka yang nyaman bertransaksi online dan mengharap dukungan ekosistem BCA

Lompat ke bagian: Layanan 📏 | Aplikasi 📱 | Keamanan 🚨 | Biaya 💲 | Pembukaan Rekening 🤳 | Penghakiman ⚖️

Gunakan kode referral IPUTU97GN saat melakukan pembukaan rekening Blu. Dapatkan bonus saldo Rp25.000 setelah top up saldo minimum Rp250.000 ke rekening Blu-mu. Kuota promo: 100.000 pendaftar pertama.

Promo berlaku 8 – 30 November 2021. Selengkapnya.

Sekilas Blu by BCA Digital 👋

Blu by BCA Digital adalah aplikasi perbankan digital berbasis mobile dari Bank Digital BCA. Blu dikembangkan selama dua tahun dimulai sejak BCA resmi mengakuisisi Bank Royal pada 2019. Bank inilah yang kemudian diubah menjadi BCA Digital.

Awalnya Blu dirumorkan bakal meluncur pada kuartal pertama 2021, lalu molor hingga Juni 2021, dan baru terealisasi pada 2 Juli 2021.

Trivia: Nama aplikasi Blu pertama kali diketahui publik melalui unggahan foto CEO BCA Digital Lanny Budiati di akun Instagram-nya pada Jumat, 28 Mei 2021.

Dalam caption-nya, Lanny menulis dirinya dan tim tengah mengembangkan “aplikasi #blu dan nyiapin layanan #haloblu.”

Kabar itu disusul kemunculan akun Twitter dan Instagram @blubybcadigital pada 5 Juni 2021. Keduanya sama-sama mengunggah foto bertuliskan, “Sabar ya. Sekarang masih rahasia.”

Dua hari kemudian, 7 Juni 2021, akun Twitter @bankerindo membagikan utas berisi tangkapan layar aplikasi Blu. Ini kali pertama publik bisa melihat penampakan aplikasi Blu. @bankerindo mengaku sebagai “bagian dari first user dari pilot project aplikasi BCA Digital.”

Pada 2 Juli 2021, Blu akhirnya meluncur bagi pengguna Android. Versi iOS menyusul seminggu kemudian.

Layanan blu 🔵

bluAccount: adalah rekening utama kalian di Blu by BCA Digital. Nasabah, atau yang dijuluki sebagai ‘sobatblu,’ bakal memperoleh satu nomor rekening untuk bertransaksi.

Perlu diingat, nasabah hanya bisa melakukan transaksi transfer, QRIS, top up e-money, bayar tagihan, dan tarik tunai dengan saldo bluAccount.

Untuk memudahkan flow dana dari rekening utama ke sub-rekening (Pocket bluSaving dan bluGether), Blu menyediakan tombol Pindahkan Dana di menu bluAccount.

💰 Pocket: Seperti Bank Jago, Blu menggunakan istilah “Pocket” (Kantong) untuk menyebut sub-rekening. Nama ini terdengar intuitif. Fungsinya langsung kebayang: tempat memilah uang.

Selain buat nabung, Pocket bisa membantu kalian mengelola budget. Pilah uang belanja di Pocket A, keperluan bayar tagihan di Pocket B, self-reward di Pocket C, dst.

Nasabah bisa membuat hingga 10 Pocket — termasuk bluSaving dan bluGether. Cukup banyak, meski jauh lebih sedikit ketimbang Bank Jago dengan kuota 20 Pocket-nya.

— bluSaving: Sub-rekening ini ditujukan untuk keperluan menabung. Di sini, kamu bebas menentukan target tabungan (nominal dan waktunya). Nantinya aplikasi bakal membantu menghitung minimal setoran per bulan untuk bisa mencapai target.

Mager setor dana ke bluSaving? Kamu bisa mengaktifkan fitur autodebet. Blu bakal melakukannya secara otomatis.

— bluGether: adalah portmanteau dari kata blu dan together yang berarti ‘bersama’ dalam Bahasa Inggris. Sub-rekening ini mengakomodasi kebutuhan joint account untuk mengelola dana bersama.

Dalam deskripsinya, BCA Digital menyebut fitur bluGether sebagai “cerminan inovasi dari kearifan lokal kebiasaan patungan masyarakat Indonesia.”

Secara praktis, bluGether bisa kamu pakai “seperti rekening bendahara.” Ia bisa “dipakai untuk patungan, arisan, uang kas, beli kado bareng, dll.”

bluGether membagi level akses menjadi dua: Creator dan Member.

Creator adalah pemilik/pembuat rekening bluGether. Ia bisa mengundang dan menghapus Member (maksimal 24 orang dalam satu rekening bluGether). Ia juga bisa menambah dan menarik dana, serta melihat mutasi transaksi.

Sementara Member adalah ‘sobatblu’ yang setuju bergabung dalam bluGether milik Creator. Yang bisa dilakukan Member lebih terbatas. Ia gak bisa menambah Member ataupun menarik dana. Meski begitu, ia akan memperoleh notifikasi setiap kali Creator menarik dana. Ini kenapa BCA Digital mengklaim bluGether “lebih transparan.”

💡 Catatan: Hanya Creator yang bisa melakukan penarikan dana dan menambah Member.

— bluDeposit: adalah fitur deposito yang menawarkan bunga hingga 4% p.a. (setara bunga Saving Account TMRW, yang bukan deposito). Kalian bisa memilih tenor mulai dari 1 sampai 12 bulan. Menariknya, kamu masih bisa top-up saldo bluDeposit hingga H+6 dari tanggal pembukaan deposito.

Seperti layanan deposito bank digital umumnya, bluDeposit tidak mengenakan penalti untuk pencairan sebelum jatuh tempo. Konsekuensinya nasabah hanya gak akan mendapat bunga.

Namun, bluDeposit punya dua kekurangan. Ganjalan pertama, setoran awal yang relatif besar. Minimal Rp10.000.000 (bandingin dengan deposito LINE Bank yang ‘hanya’ Rp 1 juta atau deposito Sinarmas via Simobi Plus mulai dari Rp 500 ribu). Kedua, ketiadaan opsi ARO (auto roll-over).

Update 8/10: Sejak 29 September 2021, minimum penempatan dana deposito bluDeposit turun menjadi Rp1.000.000. Semakin terjangkau!

Tracker: adalah fitur pencatatan pemasukan dan pengeluaran. Sayangnya, fitur ini memang terbatas untuk keperluan dua hal itu saja.

Tracker Blu belum mampu mengelompokkan transaksi berdasarkan kategori seperti Bank Jago, Jenius, atau CommBank SmartSaver — boro-boro penyajian laporan expense yang ciamik kayak Moneytory Jenius.

Aplikasi 📱

Fakta bahwa Blu by BCA Digital merupakan ‘anak’ kandung dari BCA, bank swasta terbesar di Indonesia, membuat ekspektasi menjulang tinggi.

Orang mengharapkan integrasi layanan yang solid: pemanfaatan jaringan ATM BCA untuk tarik dan setor tunai, virtual account BCA, walk in service di kancab BCA, dsb.

Sayangnya, BCA Digital belum mampu memenuhi sebagian harapan itu — setidaknya untuk saat ini.

Tangkapan layar aplikasi Blu by BCA Digital. Lihat foto profile di pojok kiri atas layar Home? Itu sekaligus berfungsi sebagai tombol Pengaturan atau Setting.

Update 18/9: Hampi gak ada pembaruan dalam user interface Blu. Satu-satunya yang mencolok hanya penambahan teks “Transaksi” pada ikon menu Transaksi guna memperjelas fungsinya. Posisinya juga berubah. Kini menu ini gak lagi mengambang di bawah-tengah, namun bergeser ke bawah-kanan layar.

🎤 Apa kata pengguna? Rating Blu by BCA Digital di Play Store bertengger di angka 3,6 per 8 Juli 2021. Rendahnya rating Blu berkaitan erat dengan kendala pendaftaran di hari launching.

Mirip LINE Bank, di hari pertama beroperasi pengguna Blu menghadapi ‘cegukan’ saat verifikasi video call. Banyak pengguna dalam review-nya mengeluhkan waktu antre yang lama.

Seberapa lama? “Sekitar 3 – 4 kali lagu jingle Blu,” ujar pengguna bernama Fadhil Prawira. Hikmahnya, kini kita punya satuan baru untuk mengukur waktu tunggu.

Bukan cuma itu, pengguna juga kecewa dengan waktu pengaktifan rekening yang melebihi estimasi awal 1 jam. Gak sedikit yang menunggu sampai 4 – 5 jam.

Menariknya, pengguna tampak lebih rajin ngebandingin Blu dengan produk BCA lainnya (misal, m-BCA) ketimbang rival seperti Bank Jago atau LINE Bank. Seolah BCA-lah benchmark utamanya.

Nenden Widaningsih, misalnya, menyayangkan Blu gak mendukung transfer ke virtual account BCA “padahal 1 bendera.” Sentimen yang sama disampaikan Taufik Hidayat yang mencatat “belum ada opsi setor tunai dari ATM BCA.”

Meski demikian, keluhan terbanyak tetap dialamatkan pada absennya kartu debit fisik dan digital. “The lack of physical & virtual debit cards is a bummer,” keluh Brian R.

✔️ Kelebihan: Tampilan Blu simpel dengan tiga jajaran menu utama (Tracker, Home, dan Simpanan) serta satu floating menu khusus untuk keperluan transaksi nasabah.

Desain menu Simpanan sama persis dengan tangkapan layar aplikasi Blu yang beredar sejak 7 Juni 2021. Penataan menu Pocket persis TMRW, mengandalkan grid dengan warna mencolok (biru, ungu, oranye, hijau).

Fitur yang juga terealisasi dari bocoran tangkapan layar itu adalah fitur masking saldo dan penyalinan nomor rekening ke clipboard. Fitur kecil yang amat berguna: kita gak perlu repot ngetik jejeran angka panjang nomor rekening.

Satu-satunya komplain saya atas desain Blu adalah peletakan menu Pengaturan (Setting). Menu ini gak seketika jelas. Dia hanya bisa diakses dengan mengetuk foto profil akun Blu (yang secara default berupa gambar dengan inisial nama pengguna).

Update 8/10: Sejak September 2021 Blu mulai mendukung transfer antar bank dengan sistem RTGS. Nasabah kini bisa mengirim dana lebih dari Rp100 juta ke bank lain. Biayanya? Rp25.000.

Kekurangan: Meski gak ada ketentuan saldo minimal mengendap, pada praktiknya nasabah gak bisa ‘benar-benar’ menolkan saldo bluAccount ketika menggunakan kuota bluRewards. Sebabnya? Perhitungan bluRewards (bonus gratis transfer dan top up e-wallet) menyerupai cashback.

Misal, kamu mempunyai saldo Rp 50.000 dan hendak mentransfer semuanya ke Seabank. Dalam skenario ini, kamu hanya bisa mentransfer Rp 43.500. Kamu mesti menyisihkan biaya admin Rp 6500 sebelum akhirnya dikembalikan.

Update: Per Agustus 2021, bluRewards gak lagi menggunakan skema cashback untuk reward gratis transfer. Kini bluRewards akan langsung memotong biaya transfer ke beda bank sebesar Rp6.500.

Nasabah bisa langsung menolkan saldo di rekeningnya. Lihat juga komentar Bambang di kolom komentar.

Selain itu, proses ‘pembentukan’ rekening agak rancu. Meski rekening sudah terbentuk (sudah ada nomor rekening), ternyata nasabah mesti menunggu notifikasi khusus di bagian Highlight yang menyatakan rekening sudah berhasil dibuat. Saya sempat dua kali gagal kirim akibat hal ini.

Lebih dari itu, yang gak termaafkan tentu saja absennya kartu debit fisik dan digital. Meskipun bisa jadi ini hanya sementara dan akan menyusul dalam update berikutnya (seperti Bank Jago tempo hari).

Di laman resmi Informasi Perizinan Sistem Pembayaran dan Pengelolaan Uang Rupiah Bank Indonesia, pada kategori Kartu Debet, kita bisa menemukan entri yang menyebut PT Bank Digital BCA (d/h PT Bank Royal Indonesia) memegang izin penerbit kartu debet sejak 3 Juli 2009 dengan No. Keputusan 11/448/DASP. Informasi ini juga sempat disampaikan @yobizr menjawab utas saya di Twitter.

Update: Dalam acara Grand Launching blu by BCA Digital yang disiarkan Live di Instagram resminya Kamis, 22 Juli 2021, CEO Blu Lanny Budiati menyebut pihaknya tengah menyiapkan fitur Kartu Debit dan Lending (pinjaman).

Keamanan 🚨

Privasi: Blu ‘terjangkit’ masalah yang sama dengan LINE Bank: kedua aplikasi sama-sama ‘bandel’ meminta akses lokasi tiap kali nasabah login. Blu bahkan lebih parah. Ada dua permintaan: pada splash screen dan laman login.

Merusak pengalaman pengguna. Ulasan seorang user di Play Store menyebut, “Setiap buka app maksa GPS on ibarat spt buka grab/gojek (buat apa melacak device user setiap open app?)”

Dalam T&C-nya, Blu menyebut permintaan akses GPS “untuk meningkatkan kenyamanan dan keamanan nasabah dalam menggunakan blu.” Namun gak disebutkan secara spesifik penggunaan data itu. Saya ragu jika data ini digunakan selayaknya fitur Location-based security Revolut yang mampu menolak transaksi berdasar kesesuaian geolokasi.

Agaknya, akses GPS terkait dengan fitur Lokasi ATM, yaitu fitur pencari lokasi dan perujuk rute ATM BCA terdekat. Jika benar, mestinya permintaan lokasi bisa dilakukan hanya jika nasabah menggunakan fitur tersebut.

Keamanan login dan transaksi: Blu menjaga laman login dengan password dan SMS OTP (khusus untuk login pertama). Sementara untuk transaksi in app, nasabah diwajibkan menginput PIN.

Mengingat ‘batas’ aliran dana juga merupakan aspek keamanan yang penting, BCA Digital membekali Blu dengan lapis keamanan tambahan berupa fitur Limit Transaksi Harian. Nasabah bisa mengatur sesuai kebutuhan. Secara default, limit ditetapkan sebesar Rp 1 miliar per hari.

Notifikasi instan: Aplikasi Blu sudah dibekali fitur notifikasi instan. Kamu bakal memperoleh pemberitahuan setiap kali ada transaksi keluar dan masuk. Sayangnya, nasabah tidak bisa mengkostumasi notifikasi sesuai preferensi mereka.

Biaya Layanan 💲

bluRewards: adalah program reward yang menghadiahi nasabah dengan kuota bebas biaya transfer dan top up e-money (persis program Awards di Jenius, meski tanpa pelevelan). Saat ini nasabah bisa memperoleh bluRewards dengan cara mengundang seseorang untuk menjadi nasabah Blu.

Kamu bisa menemukan menu bluRewards dengan cara membuka menu Simpanan, bluAccount, lalu mengetuk ikon kado di pojok kanan atas.

Biaya pengelolaan rekening: BCA Digital menggratiskan biaya pembukaan rekening, penutupan rekening, admin bulanan, biaya rekening pasif (6 bulan), biaya dibawah saldo minimum, dan tarik tunai tanpa kartu di ATM BCA.

Biaya transfer dan top up e-wallet: Untuk 2 bulan pertama, nasabah baru otomatis mendapatkan kuota bebas biaya sebanyak 20x transfer ke bank lain dan top up.

Nasabah juga bisa menikmati bebas biaya transfer dari dan ke BCA tanpa batas (khusus transfer via BCA Mobile dan ATM BCA).

Pada bulan ke 3 dan seterusnya, untuk dapat menikmati bluRewards berupa kuota gratis 20x transfer, kamu perlu menyimpan saldo rata-rata di bluAccount minimal Rp1.000.000.

Suku bunga: Per 7 Juli 2021, bluSaving menawarkan suku bunga 3% p.a. (per tahun) yang dibayarkan setiap bulan. bluSaving dan bluGether sama-sama menawarkan suku bunga 3% p.a.

Sementara bluDeposit mematok bunga berjenjang 3.75% p.a untuk saldo < Rp 100 juta dan 4.00% p.a untuk saldo >= Rp 100 juta.

Pembukaan rekening 🤳

Kamu perlu memastikan tiga hal sebelum mendaftar. Pertama, usiamu sudah 17 tahun dan punya e-KTP. Kedua, Warga Negara Indonesia. Ketiga, gak punya kewajiban pajak di negara lain.

Setelah itu unduh Blu by BCA Digital di Play Store atau App Store. Pastikan koneksi internet kalian lancar saat mendaftar.

Gunakan kode referral IPUTU97GN saat melakukan pembukaan rekening Blu. Dapatkan bonus saldo Rp25.000 setelah top up saldo minimum Rp250.000 ke rekening Blu-mu. Kuota promo: 100.000 pendaftar pertama.

Promo berlaku 8 – 30 November 2021. Selengkapnya.

Pengalaman pembukaan rekening: Saya membuka rekening Blu di hari launching. Pengalaman saya bisa dibilang datar. Gak bagus, gak jelek.

Pertama kali membuka Blu, saya disambut karakter 3D berwajah ceria dan optimis, dengan pakaian yang colorful. Saya lalu diminta memverifikasi nomor HP, menginput email dan Kode Referral (pakai kode IPUTU97GN), buat password, dan isi data diri.

Sampailah pada tahap verifikasi video call. Sebuah lagu jingle yang membuat kita berpikir itu sengaja dikomposisi untuk menyiksa pendengarnya akan mengalun menemani antrian kalian. Seberapa lama? Saya sendiri mendengarnya barang 5 – 6 kali. Durasi satu lagu sekitar 2 menit.

💡 Catatan: Verifikasi video call Blu dapat dilakukan setiap hari, namun terbatas pada waktu operasional pukul 08:00 – 20:00 WIB.

Selesai verifikasi. Rekening saya siap kira-kira 30 menit kemudian. Tergantung panjang antrian, estimasi pembentukan rekening bisa makan waktu 1 – 5 jam.

Meski nomor rekening sudah terbentuk (bisa dilihat di laman Home), saya sarankan jangan dulu mentransfer uang ke sana. Saya dua kali gagal transfer dan uang macet beberapa hari. Sebaiknya tunggu sampai kalian memperoleh notifikasi dari Blu yang bisa dicek di bagian Highlight.

Setelah semua penantian itu selesai, kalian siap bertransaksi. Semoga lagu jingle Blu gak terngiang di kepala kalian selamanya.

Penghakiman ⚖️

Absennya kartu debit jelas mengecewakan. Makes me blue, begitu lebainya. Tapi masih terlalu dini buat bilang, “Bagusan Si Besok, Si Garis, atau Si Kukuruyuk.” Bank Jago, misalnya, butuh waktu sebulan pasca-launching untuk meluncurkan fitur kartu debit. Gimana kalo kita tunggu sebulan juga?

Untuk sementara ini, biarkan bintang yang bicara: Jenderal ⭐⭐⭐⭐ (semata berkat fitur tarik tunai di ATM tiga huruf kunci).


Artikel terbit pertama kali pada 13 Juli 2021. Terakhir diperbarui pada 18 September 2021 untuk menambah beberapa informasi penting.

Subscribe
Notify of
guest
38 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments