💬 Ngobrol: Bahas Privasi Moni dengan Sang Founder Ahmad Faiz Nasshor

Ngobrol dengan Faiz, pengembag aplikasi catatan keuangan otomatis Moni

Catatan pengeluaran dan pemasukan sehari-hari adalah achilles heel-nya pengelolaan keuangan pribadi. Tanpanya, niscaya kita akan mengalami situasi semacam ini: “Lha kok duitku abis? Hilang ke mana? Apakah ini ulah tuyul?”

Meski demikian penting, masih banyak orang sering abai mencatat. Umumnya mereka merasa kurang praktis harus nyatet secara manual satu-per-satu transaksinya.

Ahmad Faiz Nasshor menangkap pain point itu. Mantan pegawai Bukalapak ini lantas membuat Moni, sebuah aplikasi pencatatan keuangan otomatis. Faiz mengembangkan Moni di sela-sela kesibukannya menjadi Senior Product Manager di Evermos.

Moni bekerja dengan cara ‘membaca’ push notification dan/atau email laporan transaksi pengguna. Dari notifikasi itu Moni mengambil informasi seperti nominal, layanan yang digunakan (bank, e-wallet, e-commerce), dan waktu transaksi. Moni lantas mencatatnya secara otomatis.

Faiz percaya aplikasinya ini bakal mempermudah banyak orang dalam melacak pengeluaran mereka.

Mengingat sumber data Moni (push notification dan email) gak jarang memuat informasi pribadi seperti notifikasi personal chat bahkan OTP, apakah aman membiarkan Moni “membaca” transaksi kita? Apakah Moni menghormati privasi pengguna? Bagaimana Moni meng-handle data-data transaksi keuangan itu?

Well, mending kita tanya langsung ke founder-nya aja.

NB: Makhluk di foto ini bukan Ahmad Faiz Nasshor.

OrangKamar: Moni memungkinkan pencatatan otomatis dengan sumber data berupa laporan transaksi yang dikirim via push notification dan/atau email. Kedua sumber data tersebut termasuk sensitif, mengingat keduanya sering memuat informasi yang bersifat privat (misal, notifikasi WhatsApp atau OTP jika di email). Gimana Moni meng-handle data-data seperti ini?

Faiz: Betul, Mas. Semenjak awal kita sudah memahami bahwa ada tipe data tertentu yang sangat personal. Dalam kasus untuk aplikasi messaging seperti Whatsapp, sebenarnya tidak hanya OTP saja yang sensitif, namun semua notifikasi chat yang masuk karena sifatnya sangat personal. Untuk mengatasi hal ini, Moni tidak menyimpan sama sekali data notifikasi dari aplikasi messaging seperti Whatsapp atau Telegram. Moni menampilkan secara transparan notifikasi dari aplikasi apa saja yang kami simpan pada menu Akun > Akses Notifikasi Aplikasi dan user bisa mengatur sendiri aplikasi mana aja yang  data notifikasinya boleh disimpan oleh Moni.

Apakah Moni mengenkripsi data-data yang diambil? Baik saat pengiriman maupun penyimpanan data?

Iya, Moni mengenkripsi data sensitif yang tersimpan di database dengan menggunakan enkripsi AES-256 bit yang biasanya digunakan oleh perbankan. Selain itu pada proses transfer data dari server ke aplikasi, data juga terenkripsi dengan menggunakan standard SSL/TLS dari provider yang terpercaya. 

Jika user berhenti menggunakan Moni, apakah user bisa meminta penghapusan data? Bagaimana mekanismenya?

Bisa. Kami sangat memahami bahwa data finance merupakan data yang bersifat sangat privat, oleh karena itu kami memberikan hak kepada user untuk menghapus semua data yang tersimpan di Moni. Bagi user yang ingin melakukan penghapusan data  dapat mengirimkan permintaan dengan mengirimkan email ke [email protected] dan kami akan memproses dalam waktu maksimal 7×24 jam.

Kita sering banget dengar berita mengenai aplikasi gratisan yang menjual data konsumen demi menghasilkan uang. Nah, di Moni ini gak ada iklan. Sementara Moni mengklaim aplikasinya bakal “gratis selamanya.” Jika demikian, gimana Moni akan menghasilkan uang? Apakah modelnya bakal freemium?

Hal mendasar yang perlu dipahami terkait kebijakan privasi di Moni adalah kami tidak menjual dan tidak akan menjual data pengguna ke pihak lain tanpa persetujuan pengguna. Kami dapat memastikan bahwa pengguna tidak akan mendapatkan penawaran produk finansial seperti kartu kredit yang datanya berasal dari Moni. Kami saat ini sedang mengeksplorasi beberapa business model, dimana salah satunya adalah member premium yang akan mendapatkan fitur-fitur eksklusif.

Mengenai “fitur-fitur eksklusif” pada jawaban nomor 4, bisa dikasih bocoran, gak? Satu aja deh 😁

Boleh dong. Salah satunya nanti bisa kustomisasi tampilan, Mas. Jadi nanti user bisa pilih tema yang disediakan Moni agar tampilannya bisa sesuai dengan keinginan user. Selain itu user juga bisa customize section apa saja yang akan muncul di homepage beserta dengan urutannya.

Bagaimana rencana Moni ke depan, terutama dalam meyakinkan calon user mengenai privasi data mereka?

Kami sangat memahami bahwa privasi data merupakan hal yang sangat penting dan menjadi concern bagi banyak orang. Salah satu hal yang telah kami lakukan dan akan kami coba terus lakukan adalah berusaha untuk memberikan transparansi terkait proses pengambilan dan penyimpanan data di Moni. Sebagai contoh, kita telah merilis artikel terkait privasi data dalam fitur sambungkan email dan juga kebijakan terkait keamanan dan privasi di Moni. Kedepannya kita akan terus memberikan edukasi terkait pentingnya data privasi dan mengembangkan fitur-fitur baru yang mendukung hal tersebut.

Moni belum lama nambahin fitur mirroring data internet banking beberapa bank dan GoPay dengan layanan pihak ketiga (ada keterangan “Didukung oleh Brick”), bisa dijelaskan cara kerjanya?

Jadi ketika user connect dengan salah satu provider, data akun yang di-input akan digunakan oleh Brick untuk mengakses data transaksi yang dimiliki oleh user. Kemudian data transaksi yang didapatkan akan langsung dikembalikan oleh Brick ke Moni. Ketika proses penyambungan akun berhasil, Moni akan mendapatkan kode khusus yang nanti digunakan untuk request data terupdate ke Brick sehingga Moni tidak perlu menyimpan data akun dari user.

Catatan: Fitur ini masih tersedia secara terbatas. Bagi kalian yang mau nyoba, silakan pakai Kode Akses ZAARBB.

Menyambung pertanyaan sebelumnya, gimana data pengguna diproses untuk fitur ini? Apakah Brick juga menyimpan data pengguna?

Data pengguna tidak disimpan oleh Brick, jadi posisi Brick hanya sebagai jembatan agar data bisa ditransfer dari akun user ke Moni.

Mas Faiz sendiri sehari-hari pakai Moni, gak?

🤣 pertanyaan yang menarik. Ga setiap hari pakai Mas, tapi at least seminggu sekali aja dibukanya untuk review dan atur-atur transaksi yang belum terkategorisasi,  karena transaksinya sendiri udah kecatet otomatis.

Aplikasinya sudah dukung banyak bank. Btw, Mas sudah punya berapa akun bank sekarang?

Ada Mandiri, BCA, Jenius, Jago, TMRW, Blu, SeaBank, dan Digibank karena memang harus dicoba satu per satu biar bisa tahu ke-detect di Moni atau ngga 🤣

Catatan: Kalo ada pertanyaan buat Moni, kalian bisa tinggalin pertanyaannya di kolom komentar, ya. Nanti Faiz bakal jawab sekuat tenaga. Kalian juga bisa grebek akun Twitter Moni @moni_idn. Adminnya ramah.

6 pemikiran pada “💬 Ngobrol: Bahas Privasi Moni dengan Sang Founder Ahmad Faiz Nasshor”

  1. “tidak akan menjual data pengguna ke pihak lain tanpa persetujuan pengguna”. Tapi kalo saat daftar ada permintaan persetujuan pengguna gak ya? Semoga aja bener aman datanya. Kalo dari konsep udah bagus soalnya

    Balas
    • Sayangnya belum ada permintaan persetujuan gitu, lho. Aku coba konfirmasi lagi deh ke pengembangnya, ya.

      Ini masukan bagus buat Moni. Thanks ya, Kak.

      Balas

Tinggalkan Balasan