Nabung Emas Online? Perhatikan Hal-Hal Ini Dulu Deh

harga emas 10 tahun terakhir
Harga emas 10 tahun terakhir/goldprice.org.

Nabung emas online adalah salah satu pilihan investasi terbaik mengingat harga emas yang relatif stabil serta jaminan kemudahan dalam berinvestasi (lihat grafik harga emas di atas).

Dengan bantuan penyedia layanan jual-beli emas online, orang bisa membeli emas tanpa perlu repot ke toko. Bermodal ponsel pintar, registrasi online, dan sedikit uang kamu sudah siap menabung emas.

Tetapi, sebelum memutuskan nabung emas online, ada beberapa hal yang sebaiknya kamu perhatikan. Terutama menyangkut reputasi penyedia layanan. Ini penting untuk menjamin keamanan investasimu.

Setidaknya ada 7 hal yang wajib kamu perhatikan sebelum memilih penyedia layanan nabung emas online.

1. Apa fintech nabung emas online terdaftar di OJK?

OJK atau Otoritas Jasa Keuangan adalah lembaga yang berwenang mengatur dan mengawasi seluruh kegiatan sektor jasa keuangan di Indonesia, termasuk layanan jual-beli emas.

Apapun layanan keuangan yang hendak kamu gunakan, sebaiknya kamu memilih yang sudah terdaftar di OJK. Ini untuk menjamin keamanan transaksimu.

Sayangnya, fintech emas online belum terdaftar di OJK. Tapi OJK sedang melakukan regulatory sandbox bagi fintech yang jenis bisnisnya belum diatur instrumen hukum manapun.

Regulatory sandbox adalah prosedur penilaian keandalan proses bisnis, model bisnis, instrumen keuangan dan tata kelola perusahaan.

Regulatory sandbox ini bakal menguji apakah bisnis fintech tersebut layak mendapatkan izin dari OJK.

2. Apakah tergabung di AFTECH?

AFTECH adalah akronim dari Asosiasi Fintech Indonesia. Asosiasi ini menaungi berbagai perusahaan di bidang fintech (financial technology) atau layanan keuangan berbasis teknologi.

Dengan bergabung di AFTECH, itu artinya sebuah perusahaan fintech telah memenuhi standar layanan keuangan dengan sistem keamanan terjamin untuk melindungi pengguna, sesuai kebijakan asosiasi.

Ini mekanisme pengawasan dari pelaku bisnis dalam sektor sejenis.

3. Jaminan keamanan nabung emas online

Sebelum membeli emas, perhatikan sistem keamanan yang diterapkan penyedia layanan dari sejak pertama kamu mendaftar.

Apakah fintech itu menerapkan sistem One Time Password (OTP)? Akan lebih baik bila penyedia layanan menerapkan sistem keamanan dua tahap atau two step verification.

Ini penting sebab nabung emas online menggunakan teknologi digital yang cukup rawan terkena hack ataupun phising. Kalau kamu gak hati-hati, akun dan emasmu bisa digasak orang.

Baca juga:
1. Review Aplikasi JadiDuit: Kerjain Misi dan Dapetin Uang Online
2. Review 5 Bank Digital Indonesia, Mana yang Terbaik?

4. Bermitra dengan penyedia emas terpercaya

Tentu kamu gak mau emas yang kamu beli ternyata abal-abal kan. Karena itu kamu perlu memastikan jaminan mutu emas yang ditawarkan.

Sertifikasi berguna untuk menjamin keaslian emas atau logam mulia yang kamu beli. Misalnya, apakah emas yang ditawarkan bersertifikasi sesuai standar ISO.

Kamu perlu membaca syarat dan ketentuan penyedia layanan dan disarankan melihat testimoni atau ulasannya (review).

5. Nabung emas online, tapi harus bisa dicetak fisik

Bila ada yang penasaran kenapa emas yang dibeli secara online harganya lebih murah, jawabannya karena kamu tidak dibebankan biaya cetak fisik. Artinya, kamu membeli emas “virtual.”

Bukan berarti emas yang kamu beli abal-abal, hanya saja bukan dalam bentuk fisik yang telah tersertifikasi.

Jadi, pastikan kamu memilih penyedia layanan nabung emas online yang punya fitur cetak emas fisik. Dengan ini kamu bisa memilih mencetak tabungan emasmu di kemudian hari.

Biasanya emas cetak akan dikirim ke alamat tinggal lengkap beserta sertifikat keaslian dan asuransi pengiriman.

6. Emas bisa ditransfer

Sebaiknya kamu mencari penyedia layanan jual-beli emas online yang menyediakan fitur transfer emas. Tentu akan jauh lebih baik bila emas yang kita miliki dapat dipindahtangankan dengan mudah.

Dengan fitur transfer, kamu bisa gunakan emas sebagai sarana pembayaran layaknya uang. Tentu saja emas hanya dapat ditransfer ke pemilik akun lain dalam platform yang sama.

Setidaknya ini membuat investasimu menjadi lebih luwes.

7. Gratis biaya administrasi

Ini penting agar investasimu gak rugi di awal. Belum apa-apa nilai investasi berkurang karena potongan biaya administrasi.

Perhatikan ketentuan biaya layanan fintech yang akan kamu gunakan. Pelaku bisnis keuangan yang baik akan menampilkan biaya atau fee secara transparan.

Jangan sampai kamu malah terjebak hidden fee. Niat nabung untuk masa depan malah rugi.

Baca juga:
1. Hindari Bualan Diskon: Ketahui 7 Trik Psikologi Harga
2. Makin Lengkap, Kini Jenius Punya Fitur Akun Bisnis

Epilog: Pengalaman Nabung Emas Online

mutasi nabung emas online di laku emas
Mutasi transaksi di Lakuemas.

Kamu perlu membaca syarat dan ketentuan setiap penyedia layanan dan disarankan melihat testimoni atau ulasannya (review). Ada beberapa fintech nabung emas online yang cukup populer, seperti Lakuemas, e-mas, Treasury, dan Indogold.

Saya pribadi baru mencoba nabung emas online pada awal Januari 2020 lalu. Saya tertarik setelah melihat promosi Lakuemas di laman Jenius Every Yay.

Saat itu, setiap pembelian emas senilai Rp 100 ribu akan mendapat bonus emas senilai Rp 50 ribu. Profit 50% seketika. Jadi, saya segera mencobanya—tentu dengan lebih dulu mengecek reputasi Lakuemas.

Saya membeli emas Rp 200 ribu dan memperoleh bonus Rp 100 ribu. Tiga hari kemudian saya menjualnya. Niat saya memang bukan murni nabung emas online waktu itu, tetapi lebih untuk menguji apakah Lakuemas dapat dipercaya.

Dua hari kemudian uang masuk ke rekening Danamon saya. Sekarang, saya agak menyesal kenapa tidak menahan (hold) emas itu lebih lama. Lihat harga emas terkini sejak wabah virus corona (COVID-19): mencapai Rp 880 ribu!

Gak salah kalo orang-orang bilang emas itu safe haven.

Disclaimer:
Tulisan di atas bukan anjuran dan pendapat ahli atau profesional keuangan. Saya hanya pengguna fintech pada umumnya.

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments