Save Receh: Budgeting dengan Envelope Method dan Kantong Jago

Trivia: Apa yang lebih penting dari pendapatan tinggi? Jawabannya budget! Sebab tanpa disiplin budgeting, duit sekolam Olimpiade pun bakal menguap gak keruan.

Budget (anggaran) adalah rencana bagi setiap rupiah yang kalian miliki. Budget berisi alokasi pendapatan untuk pengeluaran, bayar utang, tabungan, dan investasi.

Secara sederhana, beginilah fungsi budget:

Betul, fungsi budget adalah “menampar” bahkan “membacok” kalian setiap kali keinginan spending akan atau telah melampaui batas yang kalian tetapkan sebelumnya.

Gak ada cara tunggal membuat budget. Kalo kamu membuka mesin pencari, kamu bakal menemukan puluhan metode budgeting.

Lantas, dari sekian banyak, kita mesti pakai yang mana? Kalian bisa mencoba salah satu yang terpopuler dan mudah digunakan: Envelope Method atau Envelope System.

Envelope Method, apaan sih tu?

Dahulu kala, seseorang yang jago ngatur uang menciptakan sebuah metode budgeting yang melibatkan amplop — kadang banyak banget amplop. Orang-orang menamainya, apalagi selain, Envelope Method.

Begini cara kerjanya: kalian membuat daftar pengeluaran, mengelompokkannya dalam kategori khusus, menulis setiap kategori pada sebuah amplop, dan mengisinya dengan uang tunai.

Setiap kali hendak transaksi (misalnya, membeli makan), kalian akan membawa amplop sesuai kategori transaksi dan menggunakan isinya untuk membayar belanjaan.

Simpel, kan?

Meski sederhana, praktik ini dapat mencegah penggunanya membelanjakan uang sembarangan, mengingat setiap rupiah sudah dialokasikan pada setiap amplop.

Sayangnya, metode ini tampak kurang praktis di masa ketika sebagian besar transaksi berlangsung secara elektronik atau online.

Lantas, mengutip OST Si Doel dan lagu Raja Dangdut tercinta Rhoma Irama, apakah ini berarti envelope method sudah “ketinggalan zaman”, “gak berbudaya”, dan “tiada artinya”?

Terlebih banyak yang berpendapat bahwa envelope method akan gagal jika penggunanya bertransaksi non-tunai entah itu dengan rekening bank, kartu debit, kredit, QRIS, dsb.

Tentu saja tidak demikian, Anton!

Mereka yang anaknya “online banget” masih bisa kok menerapkan envelope method dengan memanfaatkan Kantong Jago, sebuah fitur sub-rekening dari Bank Jago.

Tentu saja dengan tetap mengikuti satu mantra: DISIPLIN ngikutin budget!

💡 Tips: Kalian juga bisa menggunakan fitur sub-rekening LINE Bank sebagai pengganti “amplop.” Hanya saja opsi ini akan terbentur keterbatasan fitur pengelolaan kartu debit dan batas jumlah sub-rekening yang bisa dibuat.

Envelope Method dengan Kantong Jago

Saya menggunakan Kantong Jago untuk mengatur anggaran bulanan (kalian juga bisa membuat budget mingguan, dwimingguan, atau harian kalo mau).

Keperluan biaya makan, bayar tagihan (paket data, listrik, air), tabungan, dan investasi (beli reksa dana di Bibit) saya bagi ke beberapa Kantong.

Ada empat alasan kenapa saya pilih Kantong Bank Jago sebagai “amplop” ✉:

  1. Jago memungkinkan saya membuat hingga 20 Kantong Bayar (Spending Pocket), lebih dari cukup untuk mengakomodasi seluruh kategori pengeluaran saya — termasuk beberapa Kantong Nabung dan Bayar untuk keperluan spesifik yang gak saya masukkan dalam kategori anggaran ini.
  2. Jago punya fitur pengelolaan kartu debit yang lengkap. Saya bisa menggunakan Kartu Debit Digital dan mengaitkannya ke Kantong Bayar untuk keperluan transaksi online. Sementara untuk transaksi offline, saya bisa menggunakan Kartu Debit Fisik.
  3. Masing-masing Kantong punya nomor rekening tersendiri, sehingga seandainya saya perlu mengirim dana dari bank lain, saya bisa melakukannya dengan mudah langsung ke Kantong tujuan.
  4. Mudahnya mengkostumasi Kantong. Saya bisa memodifikasi ikon, warna, dan nama Kantong sesuka hati. Saya juga bisa mengatur urutan posisi Kantong sesuai prioritas.

Berikut 4 langkah saya membuat budget dengan envelope method dan Kantong Jago:

1. Buat daftar pengeluaran

Tugas pertama saya adalah menengok e-statement bank; riwayat transaksi Tokopedia, Shopee, Gojek, atau Grab; tagihan bulanan (PLN, air, dll), langganan streaming, dan lubang pengeluaran lainnya (termasuk transaksi tunai) sebulan terakhir.

Ini untuk mengetahui ke mana saja duit saya selama ini pergi — termasuk pengeluaran tetap (fixed expenses) dan tidak tetap (variable expenses).

Saya kemudian mengelompokkan pengeluaran-pengeluaran itu dan menghitung total transaksi. Dari perhitungan ini saya bisa memperkirakan pengeluaran saya di bulan-bulan selanjutnya.

Pada tahap ini saya bisa melihat lebih jelas: mana pengeluaran karena “butuh” dan mana yang akibat “ingin.” Saya kemudian memisahkan pos pengeluaran yang bisa dihindari.

2. Buat kategori pengeluaran

Di tahap ini saya mengelompokkan pengeluaran-pengeluaran tadi ke dalam beberapa kategori:

  1. Makanan dan minuman
  2. Tagihan (PLN, air, paket data)
  3. Asuransi
  4. Hiburan (beli buku saya masukkan ke kategori ini)
  5. Tabungan
  6. Investasi
  7. Transportasi (bensin, oli, dll)

Gak ada aturan yang membatasi jumlah kategori ini. Kalian bisa menambahkan kategori lain seperti Langganan (streaming, dll) dan keperluan Hari Raya. Tergantung kebutuhan.

Tapi ingat: masing-masing kategori wajib mendapat Kantong Jago-nya sendiri.

3. Tentukan besaran rupiah untuk setiap kategori

Saatnya membagi pendapatan saya untuk setiap kategori. Tahap ini gak sulit karena pada tahap pertama saya sudah mencatat pengeluaran-pengeluaran saya.

Saya sedikit melebihkan alokasi uang khusus untuk kategori Tagihan dan Transportasi. Ini sengaja saya lakukan sebagai safety net seandainya tagihan atau pengeluaran kategori tersebut ternyata melampaui yang saya estimasikan.

4. Buat Kantong Jago untuk setiap kategori

Setiap kategori butuh amplopnya sendiri — tempat kita menyimpan uang yang akan digunakan untuk masing-masing pengeluaran.

Saya menggunakan Kantong Jago sebagai pengganti amplop. Ingat untuk memilih opsi Kantong Bayar (Spending Pocket) saat membuat Kantong, kalau nggak, Kantong gak akan bisa dipakai bertransaksi. Khusus untuk kategori Tabungan, saya menggunakan Kantong Nabung (Savings Pocket) agar mendapat bunga 3,5% p.a.

Beberapa Kantong saya kaitkan dengan kartu debit untuk lebih memudahkan transaksi.

💡 Tips: Gunakan fitur Plan ahead atau Rencana Pembayaran untuk melakukan pembayaran tagihan berulang secara otomatis. Kecuali kalian terbiasa “berburu” kupon diskon untuk pembayaran tagihan.

Daftar Kantong Jago saya berdasarkan envelope method:

  1. Makanan dan minuman (Kantong NomNom)
  2. Tagihan (Kantong Tagihan)
  3. Asuransi
  4. Hiburan
  5. Tabungan (Kantong Beli Roket ke Mars)
  6. Investasi
  7. Transportasi

Peningkatan yang akan sangat berguna

Ketika transaksi sudah menjadi rutin dan berulang, otomasi menjadi suatu kebutuhan. Mengalokasikan duit pengeluaran bulanan ke masing-masing Kantong setiap bulan, perlahan bakal menjadi sangat membosankan.

Bayangkan bila Bank Jago mempunyai fitur Salary Sorter serupa yang dimiliki Monzo, sebuah challenger bank asal Inggris.

Begini penjelasan Monzo mengenai Salary Sorter:

“Salary Sorter membantu kalian membagi pengeluaran, tagihan, dan tabungan sesuai kebutuhan, semuanya dari satu tempat. Jadi, gak perlu lagi khawatir tanpa sengaja menghabiskan uang sewa, dan gak perlu berpindah antar rekening untuk melacak posisi uang kalian.”

Memanen inspirasi dari Monzo, Jago bisa mengembangkan fitur alokasi dana otomatis dari Kantong Utama ke berbagai sub-Kantong berdasarkan pengaturan nasabah secara sekaligus dan dari satu tempat.

💡 Tips: Saat ini saya menggunakan fitur Plan ahead untuk mengalokasikan uang dari Kantong Utama ke Kantong lain secara otomatis. Saya membuat Plan transfer untuk setiap Kantong anggaran.

Selebihnya, kukuruyuuuuuukkkkkk! 🐓

Subscribe
Notify of
guest
6 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments