Review GoPayLater: The Good, the Bad, and the Ugly

Review GoPayLater dari Gojek dan Findaya

Begini nyanyian umumnya: “Bebas belanja dengan GoPayLater” atau “Dapetin barang impian dengan GoPayLater.” Premis yang menarik. Namun benarkah seindah itu?

Mari kita tengok lebih jauh the good, the bad, and the ugly dari layanan pembiayaan Buy Now Pay Later (BNPL) besutan Gojek dan Findaya ini.

👍 Keunggulan: Limit bisa digunakan berulang di bulan berjalan, bayar fee hanya jika layanan digunakan, permintaan persetujuan setiap transaksi, fee relatif rendah dibanding layanan sejenis.
👎 Kelemahan: Tidak selalu tersedia untuk semua jenis transaksi
❤️ Cocok untuk: Mereka yang memerlukan pembiayaan atau pinjaman jangka pendek fleksibel dengan biaya kompetitif.

Lompat ke bagian: 👍 The Good👎 The Bad⚠️ The Ugly💲 Biaya🗓️ Perhitungan Denda🤝 Cara Mendapat Undangan GoPayLater

👋 Sekilas GoPayLater

GoPayLater (dulu Paylater Akhir Bulan, GoPay Paylater, atau kadang disebut juga Gojek PayLater) adalah layanan pembiayaan Buy Now Pay Later (BNPL) yang ditawarkan Gojek dan Findaya.

GoPayLater bekerja sebagai opsi pembayaran berupa pinjaman jangka pendek yang memungkinkan konsumen membeli sesuatu dan membayarnya secara penuh di akhir bulan.

Findaya sendiri merupakan penyedia layanan P2P (peer to peer) lending atau pinjaman online yang terdaftar dan diawasi Otoritas Jasa Keuangan dengan nama perusahaan PT Mapan Global Reksa.

👍 The Good: Yang saya suka dari GoPayLater

Limit bisa digunakan berkali-kali

“Tahukah kamu kalau GoPayLater juga bisa dipakai terus-terusan, tapi bayar biayanya cukup 1 kali dalam sebulan?” tulis Gojek di blognya. 

Itulah salah satu ‘madu’ dari layanan ini. Ketika limit kalian habis di pertengahan bulan, kalian bisa mengembalikan limit ke awal dengan membayar tagihan tertunggak.

Kamu bisa mengoptimalkan biaya bulanan dengan memanfaatkan ketentuan kembali ke limit awal tersebut.

Begini maksud saya: Taruhlah kamu punya limit Rp 500.000 dan wajib membayar fee bulanan Rp 25.000 atau 5% dari limit. Persentase biaya yang tinggi, ya?

To make the most out of it, kamu bisa habiskan limit awal selama dua minggu pertama, membayar tagihan (repayment) sehingga limit kembali ke awal, dan menggunakan limit tersebut untuk paruh kedua bulan berjalan.

Dengan begitu, meski fee yang kamu bayar Rp 25.000, ‘limit gabungan’ meningkat menjadi Rp 1.000.000. Ini berarti persentase fee ‘turun’ menjadi 2,5% dari limit.

Kalo kamu hidup mengandalkan gaji ke gaji yang mepet setiap bulannya, cara ini dapat membantumu melonggarkan sedikit cash flow di minggu ketiga bulan berjalan sebelum gaji masuk.

Tapi ingat, jangan biarkan benefit ini membuatmu jadi overspending atau mengabaikan kemampuan bayar. Balik lagi, hitung apakah kamu sungguh-sungguh memerlukan GoPayLater dan berapa limit dan biaya yang bisa kamu tanggung.

Buat saya pribadi, biaya 2,5% dari limit untuk kemudahan segini doang, belum worth it. Apalagi 5%. Saya memang sepelit itu 😎

Bayar fee hanya ketika kamu pakai

GoPayLater bekerja secara on-demand. Artinya, biaya layanan hanya timbul setelah pengguna memilih “berhutang” (pay later) untuk transaksi tertentu.

Pengguna tidak dibebankan biaya sepeser pun jika tidak menggunakan limit GoPayLater mereka. Limit hanya akan parkir di aplikasi Gojek, menunggu sambil sesekali menggoda.

Ada konfirmasi untuk setiap transaksi

Gojek bakal menampilkan pop up konfirmasi khusus untuk meminta consent atau persetujuan pengguna pada setiap transaksi dengan GoPayLater.

Ini langkah yang tepat untuk mencegah terjadinya transaksi yang gak disengaja. Tentu kamu gak berharap ada transaksi yang awalnya kamu niatkan bayar dengan GoPay, eh kepleset jadi GoPayLater. Jari siapa yang tahu, kan?

👎 The Bad: Yang saya benci dari GoPayLater 

Tersedia untuk ini, tidak tersedia untuk itu

Hal yang paling saya benci dari GoPayLater adalah ia tidak selalu tersedia untuk semua jenis transaksi di Gojek atau merchant rekanan. Begini penjelasan dalam FAQ-nya:

GoPayLater tersedia sebagai metode pembayaran di berbagai layanan Gojek, seperti GoRide, GoCar, GoFood, GoSend, GoBluebird, GoBox, Langganan layanan Gojek, GoPulsa, GoTagihan, GoTix, dan Rekan Usaha GoPay Online/Offline. Namun, tidak semua Pelanggan yang mendapatkan akses GoPayLater bisa menggunakannya untuk semua layanan tersebut.

Yang juga menyebalkan, ternyata ketersediaan layanan bisa berubah-ubah setiap bulan tergantung “pemakaian.”

Ilustrasinya begini: apabila pada bulan A sistem menilai kamu jarang atau bahkan gak pernah menggunakan GoPayLater untuk bertransaksi di merchant A, ada kemungkinan opsi ini bakal tiada untuk transaksi di merchant yang sama di bulan berikutnya.

Hal ini membuat GoPayLater bukan opsi pembayaran yang reliabel. Gak lucu banget saat di kasir kamu mendapati opsi ini ternyata gak ada!

Ini contoh seburuk-buruknya personalisasi. Algoritma seakan lebih tahu intensi kita dalam menggunakan layanan pembiayaan — yang kita bayar! — ini.

Repayment hanya bisa dengan GoPay

Opsi repayment dengan GoPay tentu punya keunggulan, yakni integrasi dengan aplikasi Gojek (satu atap, kalo bahasa birokrat). Masalahnya, Gojek dan Findaya gak menyediakan alternatif lain.

Seperti kita tahu, GoPay dan GoPayLater hanya bisa diakses dari aplikasi Gojek. Sekarang bayangin situasi ini: akun Gojek tidak dapat diakses, Gojek mengalami kendala parsial pembayaran GoPay, atau gangguan menu GoPayLater (yang saya alami beberapa kali).

Dalam hal itu, gimana cara pengguna membayar tagihannya?

Seandainya Gojek berbaik hati, opsi repayment dengan virtual account kiranya bakal lebih dari cukup. Pengguna yang milih GoPayLater karena alasan malas repot top up GoPay bakal kegirangan.

⚠️ The Ugly: Yang mesti kamu waspadai

Yang saya sebut The Ugly atau sisi buruk sebetulnya tidak secara eksklusif tertuju pada GoPayLater. Bagian ini merupakan penekanan umum ke semua layanan Buy Now Pay Later.

Layanan BNPL menawarkan kemudahan dan kecepatan checkout. Meski membuat pengalaman belanja menjadi sangat mulus, ada bahaya overspending.

Orang Indonesia bisa belajar dari hasil survei LendingTree terhadap 1.040 warga Amerika Serikat (AS). Sepertiga pengguna BNPL di AS mengaku layanan pembiayaan ini membuat mereka belanja lebih banyak dari seharusnya. Hampir setengahnya mengatakan tidak akan melakukan pembelian jika mereka tidak memiliki opsi utang BNPL.

Selain itu, ada pula ancaman denda telat bayar yang bisa mencapai 100% dari transaksi atau bahkan lebih. Buat mereka yang kurang disiplin secara finansial, layanan BNPL mungkin akan segera menjadi pedang bermata dua.

Agar dapat memperoleh keuntungan dari layanan ini (alih-alih menjadi “korban”), sebaiknya kamu perhatikan beberapa hal berikut sebelum dan saat menggunakan layanan BNPL.

Baca ketentuan layanan, biaya, dan denda

Ada hal yang sangat menarik dari hasil survei LendingTree di atas. Ternyata, 31% persen pengguna BNPL gak mengetahui suku bunga dan biaya layanan saat mereka menyetujui perjanjian layanan. Sementara 1 dari 10 orang masih gak tahu berapa suku bunga dan biaya layanan bahkan setelah mereka melakukan pembayaran tagihan. What?

Meski banyak layanan BNPL menawarkan suku bunga rendah — bahkan nol persen — dan proses pendaftaran yang mudah, pastikan kamu gak terbuai dan asal nyemplung. Ingat pepatah lama “if something seems too good to be true, it probably is.”

Bacalah terlebih dulu ketentuan layanan dengan teliti sebelum mendaftar. Zoom in pada bagian ketentuan biaya dan denda. Bila perlu, pakai kaca pembesar 🔎 biar jelas.

Perhatikan tanggal tenggat bayar

Catat tanggal repayment. Sisihkan uang untuk pembayaran. Jangan pernah menunda pembayaran kalau kamu gak mau ditampar denda. Pasang pengingat!

Syukurnya, pengguna GoPayLater akan mendapat notifikasi pembayaran sebelum jatuh tempo. Selain itu, ada juga masa tenggang (grace period) selama lima hari setelah jatuh tempo.

Perhatikan kemampuan bayar

Jangan gunakan BNPL hanya karena tergoda dengan tawaran diskon, cashback atau promosi lain dari merchant. Perhatikan limit dan kemampuan bayar kalian. Ingat, BNPL sama sekali gak membuat belanjaanmu menjadi lebih murah.

Seseorang pernah mengingatkan saya, “Kalo memang sejak awal gak mampu bayar penuh atau lunas, mending jangan bayar pakai BNPL deh.”

💲 Biaya dan tenggat pembayaran

Biaya layanan: Tawaran utama GoPayLater adalah layanan BNPL dengan bunga 0% dan klaim tanpa biaya tersembunyi.

Mereka beroperasi dengan skema biaya bulanan. Besarannya variatif antara Rp 7.500 – 49.000 per bulan, tergantung limit yang dimiliki dan ditetapkan pengguna.

Sekilas biayanya terkesan kecil. Tunggu sampai kamu menghitung persentase biaya dibanding limit: hasilnya berkisar 5% – 7,5% per bulan — persentase biaya yang bahkan lebih besar ketimbang bunga kartu kredit (per 1 Juli 2021 maksimal 1,75% per bulan).

Untungnya, pengguna GoPayLater mendapat gratis biaya layanan untuk bulan pertama. Masa free trial ini memberi pengguna cukup waktu untuk menimbang sejauh mana layanan ini bakal berguna bagi mereka.

💡 Catatan: Biaya layanan hanya timbul ketika pengguna memakai GoPayLater sebagai metode pembayaran. Kamu tidak perlu membayar sepeser pun jika tidak menggunakan layanannya.

Tenggat pembayaran: Jatuh tempo repayment atau pembayaran tagihan GoPayLater akan mengikuti tanggal terakhir di setiap bulannya.

Misalnya, untuk bulan Januari tenggat pembayaran GoPayLater akan jatuh pada tanggal 31, sementara pada Februari akan jatuh pada tanggal 28. Begitu seterusnya.

🧮 Cara menghitung denda keterlambatan

Denda dihitung setelah masa tenggang (grace period) 5 hari lewat. Denda keterlambatan sebesar Rp2.000/hari akan mulai dikenakan pada tanggal 6 bulan berikutnya.

Ketentuan GoPayLater menyebut bahwa “denda keterlambatan dan biaya layanan tidak akan melebihi total jumlah transaksi.” Ini untuk mencegah efek bola salju dari akumulasi denda. Namun perlu diingat, akumulasi denda dan biaya layanan tetap dapat mencapai 100% dari total transaksi.

Perhatikan ilustrasi transaksi Pelanggan B pada tabel di bawah. Setelah total denda keterlambatan mencapai Rp17.500, jumlahnya tidak akan bertambah lagi. Ini karena maksimal total biaya tidak boleh melebihi total transaksi Rp30.000.

Sementara ketika biaya layanan lebih besar dari jumlah transaksi seperti yang terjadi pada Pelanggan C, maka pelanggan tidak akan dikenakan denda keterlambatan.

RincianPelanggan APelanggan BPelanggan C
Total transaksiRp725.000Rp30.000Rp23.000
Biaya GoPayLaterRp25.000Rp12.500Rp25.000
Jumlah hari terlambat bayar15 Hari17 hari15 hari
Masa tenggang5 Hari5 hari5 hari
Total biaya maksimum Rp725.000 (karena tidak boleh melebihi total transaksi)Rp30.000 (karena tidak boleh melebihi total transaksi)Rp23.000 (karena tidak boleh melebihi total transaksi)
Denda keterlambatan maksimumRp750.000 (total biaya maksimum) – Rp25.000 (biaya GoPayLater) = Rp725.000 Rp30.000 (total biaya maksimum) – Rp12.500 (biaya GoPayLater) = Rp17.500Biaya GoPayLater sudah lebih besar dari total transaksi, sehingga pengguna tidak dikenakan denda.
Denda keterlambatan yang harus dibayar10 Hari x Rp2.000 = Rp20.000 Rp17.500Rp0
Total tagihan (Total transaksi + Biaya GoPayLater + Denda)Rp770.000Rp60.000Rp48.000
Ilustrasi perhitungan denda diambil dari FAQ GoPayLater.

🤝 Cara saya mendapatkan layanan GoPayLater

Layanan ‘Beli Sekarang, Bayar Nanti’ ini hanya tersedia untuk pelanggan Gojek terpilih. Begini penjelasan FAQ GoPayLater mengenai cara mendapatkan layanannya:

Tingkatkan transaksi menggunakan GoPay saat memesan layanan Gojek ataupun pada saat bertransaksi di beragam online merchants dan tunggu sampai kamu mendapatkan undangan GoPayLater.

Yang perlu dicatat, Gojek gak menyebut seberapa banyak dan/atau sering pengguna mesti bertransaksi untuk mendapat “undangan” tersebut.

Saya sendiri punya cerita menarik soal “undangan” GoPayLater.

Saya baru eligible menggunakan GoPayLater pada bulan Juni 2021, setelah hampir tiga tahun menjadi pengguna Gojek.

Selama tiga tahun itu, riwayat transaksi saya dengan GoPay bisa dibilang amat minim. Per bulan saya hanya melakukan rata-rata 3 (tiga) transaksi dengan nominal gak lebih dari Rp 75.000.

Namun, tiga bulan terakhir, April – Juni 2021, saya mulai rutin menggunakan GoPay untuk membeli reksa dana di Bibit. Sebelumnya, saya biasa membayar dengan virtual account.

Pertimbangannya pragmatis, yakni promo cashback bagi pengguna GoPay. Ternyata, transaksi-transaksi tersebut ada gunanya. Akhir Juni 2021, saya mendapat undangan GoPayLater dengan limit awal Rp 500.000.

Transaksi saya pada bulan April hingga Juni 2021 berkisar Rp 500.000 – 2.000.000 per bulan. Sebagian besar berupa transaksi di Bibit dan hanya sekitar Rp 75.000 transaksi GoFood, GoTagihan, dan merchant lain. Berikut rinciannya:

  • Transaksi April: Bibit Rp 500.000; Alfamart dan transaksi lainnya Rp 137.000.
  • Transaksi Mei: Bibit Rp 1.000.000.
  • Transaksi Juni: Bibit Rp 2.500.000; GoBills Rp 15.000; Alfagift Rp 34.000; dan GoFood Rp 20.000.

Seperti terlihat di atas, frekuensi transaksi saya sangat rendah dan berpusat pada satu merchant: Bibit, yang notabene penyedia layanan investasi. Seperti kita tahu, dana investasi umumnya diasumsikan sebagai “uang dingin.”

Tentu case ini gak cukup digunakan untuk menyimpulkan bahwa transaksi investasi di Bibit memberi bobot lebih pada penilaian credit score.

Namun dua hal bisa dicatat: 1) nominal transaksi saya sama atau lebih dari limit yang diberikan dan 2) nominal transaksi meningkat dari bulan ke bulan.

Penghakiman ⚖️

Kalau belum mampu disiplin bayar dan “lemah iman” dalam belanja, BNPL GoPayLater jelas bukan buat kalian. Layanan ini bisa membuatmu membayar denda hingga 100% dari total transaksi jika telat bayar.

Tapi kalau kamu gak termasuk dalam dua kategori tadi, kamu bisa menggunakan layanan pembiayaan ini untuk melonggarkan cash flow dengan memanfaatkan ketentuan limit kembali ke awal.

But please, proceed with caution 😊

Subscribe
Notify of
guest
8 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments